Tinggal menghitung hari lagi beberapa desa yang berada di kabupaten musi rawas utara (MURATARA) akan menyelenggarakan pesta demokrasi pemilihan kepala desa, yang sekarang rutin di selenggarakan setiap 5 tahun sekali ini, pemilihan kepala desa ini momentum emas bagi masyarakat untuk memilih pemimpin desa yang selama ini perjalanannya sudah di lihat oleh masyarakat.

Dan akan menjadi pemimpin di tingkat desa untuk 5 tahun kedepan, berbagai kalangan banyak yang berpartisipasi mulai dari anak muda sampai dewasa mengikutin kontes untuk menjadi kepala desa.

Himpunan Pemuda Perantau Musi Rawas Utara (HPP MURATARA)  yang bermarkas di palembang, menyambut baik penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak ini di sebagian desa di musi rawas utara ini, karena desa harus berkembang dan maju untuk mewujudkan ini butuh pemimpin yang berkualitas, dan punya kapasitas untuk dipilih masyarakat. Jangan sampai calon kepala desa yang sudah cacat moral di mata masyarakat yang terpilih.

HPP MURATARA juga mengharapkan masyarakat untuk tidak memilih calon yang tidak bermoral, karena kades itu bagi hpp muratara memiliki peranan penting dalam memajukan desa dikarenakan berikut ini :

Sebagai Tokoh Masyarakat

Bayangkan kalau kepala desa yang terpilih mereka yang tidak bermoral baik, sedangkan kepala desa itu tauladan dan panutan bagi masyarakatnya, ketidak baiknya kualitas moral kades akan membuat desa tersebut seakan-akan tidak memiliki kepala desa, bahkan kebijakan yang menentukan nasib warga malah merugikan bahkan semangkin menyengsarakan warganya.

Generasi muda di desa memerlukan kepala desa yang bisa di contoh dan dapat mengayomi mereka.

Dekat dengan Aktivitas Masyarakat

Kepala desa sebagai pemimpin yang sangat dekat jarak dan waktunya dengan masyarakat desa, semua keinginan dan aspirasi yang seharusnya bisa di dengarkan oleh kades, akan menjadi hannya mimpi kalau kades tersebut tidak bermoral.

Ujung Tombak Pembangunan Desa

Sebagai pembantu bupati untuk memanfaatkan sumber daya alam (SDA) setempat, dan memberdayakan sumber daya manusia (SDM) yang ada, meningkatkan penghasilan warga dll. Kalau rusak moralnya maka sulit bagi desa tersebut untuk maju, bisa-bisa akan korupsi oleh rusaknya moral.

Maka dengan 3 alasan diatas HPP MURATARA dengan tegas menyatakan menolak calon kepala desa yang tidak bermoral, dan bagi kades yang terpilih untuk dapat mengorbankan pemikiran bahkan jiwanya untuk kemajuan warga dan desanya. Dan harus bisa memberdayakan pemudanya sesuai potensi masing-masing.

Permasalahan yang harus di tuntaskan oleh kepala desa yang terpilih nantinya, di tengah-tengah masyarakat saat ini diantaranya,

1. Narkoba

tak bisa kita pungkiri memang di berbagai pelosok tanah air saat ini dari generasi muda sampai yang sudah tua di ombang-ambingkan oleh narkoba dan narkotika, diantaranya di hampir pelosok desa di di musi rawas utara, bahwa narkoba bukan momok yang menakutkan di tengah-tengah masyarakat, pecandu narkoba sudah menjadi sama-sama tau di masyarakat,

kepala desa harus mencari solusi ketergantungan sebagian pecandu narkoba jangan sampai narkoba jadi budaya hidup masyarakat yang terus di biarkan oleh pemerintah, tegas dan hentikan perdagangan narkotika di tengah-tengah masyarakat. narkoba musuh kita bersama-sama, kita yang sadar akan bahaya bagi pecandu untuk dapat meminimalisir perkembangannya di musi rawas utara.

2. Wajib Sekolah Sampai SMA/SMK

masih banyak masyarakat dan anak-anak yang menganggap sepeleh pentingya mutu pendidikan bagi setiap lapisan masyarakat, seperti pilihan bagi mereka mau sekolah atau tidak, masyarakat dibebaskan bukan di dampingi dan di sosialisasikan pentingnya pendidikan bagi setiap masyarakat.

sumber daya manusia yang berkualitas akan semangkin cepat mengembalikan etika masyarakat yang sudah mulai luntur. pendidikan harus jadi kebutuhan bagi setia anak muda di indonesia pada umunya. karena mencerdaskan kehidupan bangsa amanat kemerdekaan bangsa indonesia sesuai yang terkandung dalam UUD 1945.

3. Perekonomian Masyarakat

ketergantungan kebanyakan masyarakat pada kebun karet dan sawit membawah efek negatif seperti saat sekarang ini saat menurunnya harga karet dan sawit, masyarakat yag banyak meninggalkan sawahnya sekarang harus diberdayakan kembali untuk kembali ke sawah untuk berpadi dll, sawah selama 10-20 tahun terakhir manjadi budaya bagi masyarakat sekarang mulai di tinggalkan.

4. Mengembalikan Semangat Gotong-Royong

tidak bisa kita pungkiri kalau nenek moyang kita sudah mewarisi gotong-royong untuk antar masyarakat, pengaruh modernisasi dan globasisasi bukan hannya merusak generasi muda bahkan semua lapisan masyarakat menjadi korban individualisme di tengah-tengah masyarakat.

nilai kekeluargaan antar setiap masyarakat harus dikembalikan lagi oleh kepala desa, biar kelak muratara memiliki masyarakat yang bermoral dan berbudaya baik, tanpa bisa di pengaruhi oleharus globalisasi, pemuda dan kepala desa sebagai ujung tombak perubahan, tak ada pilihan lain semua desa di musi rawas utaha harus maju, dan memiliki masyarakat yang Berilmu,Bermoral dan Berkepribadian.

Bangkit dan majulah, MURATARA!