Pengumuman pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur disambut gegap gempita mereka yang gemar bergegap gempita. Salah satunya developer yang ternyata hanya selisih sehari setelah pengumuman langsung membuat iklan besar yang menegaskan bahwa mereka memiliki tanah yang luas sebagai investasi.

Jelas iklan itu adalah dukungan riil pelaku usaha atas rencana pemindahan ibu kota. Semua yang memiliki duit ternyata sudah menyiapkan dukungannya dengan memiliki tanah di kawasan tersebut, meski baru selesai diumumkan.

Di sebuah saluran TV di rumah saya, gegap gempita pemindahan ibu kota langsung disikapi oleh Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Penajam-Kutai (DKI PenaKut). Saya tak sempat melihat caption di layar TV itu siapa nama gubernurnya.

Selengkapnya berikut petikan pidatonya.

Warga PenaKut tercinta,

As-salâmu ‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh. Salom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam sejahtera untuk kita semua.

Kita baru saja mendengar pengumuman bahwa ibu kota akan dipindah ke wilayah kita. Ini adalah sebuah kehormatan bagi warga PenaKut. Tugas kita adalah mendukung program ini.

Rasa terima kasih harus kita berikan kepada semua pihak yang telah bekerja keras mewujudkan keinginan mulia itu. Baik kepada Presiden, Menteri juga para pengusaha yang kemarin sebelum diumumkan sudah memborong tanah milik warga. Dan yang jelas kepada kita sendiri, warga PenaKut.

Sebagai warga negara yang Pancasilais, kita harus menghormati cara masing-masing orang menyukseskan program ini. Baik mereka yang masuk dalam golongan putih maupun golongan hitam.

Warga PenaKut yang saya muliakan,

Sekarang kita boleh berbangga jika membandingkan diri dengan warga di daerah-daerah lain. Warga Jakarta pelan tapi pasti akan hilang sebutannya sebagai warga paling gaul. Sebentar lagi panggilan loe-gue akan hilang dan hanya hidup di Jakarta.

Sebagai gantinya, kita harus mulai mempersiapkan diri agar ikam-ulun bisa segera go internasional menggantikan lo-gue. Saya harapkan warga PenaKut tak ikut dalam hiruk pikuk pro dan kontra.

Percayalah pemerintah pasti sudah mempersiapkan segalanya. Tak perlu khawatir kalau tiap tahun kita akan menuai unjuk rasa hari buruh yang sering rusuh itu. UMK kita sudah tinggi, dengan pemindahan ibu kota ini, saya pastikan nanti akan naik lagi.

Warga PenaKut yang baik,

Penunjukkan PenaKut menjadi ibu kota baru, sesungguhnya merupakan buah dari sedekah kita. Setiap tahun kita sudah bersedekah hutan yang terus dibabat untuk perkebunan sawit dan pertambangan. Setiap tahun kita juga bersedekah asap ke negeri tetangga. Saatnya kita memanen sedekah itu.

Penetapan sebagai ibu kota baru ini, hanyalah satu dari sekian banyak tugas yang harus kita selesaikan dengan baik. Tugas kita masih banyak dan berat. Kita harus bersatu mempertahankan apa yang telah kita menangkan.

Sebagai Gubernur DKI PenaKut saya berharap, warga PenaKut tak perlu jadi penakut. Sebab siapapun yang penakut akan tak akan diakui sebagai warga PenaKut.

Bingung?

Bagi saudara-saudara yang mendengarkan pidato saya secara verbal tentu membingungkan. Tapi cobalah simak running teks di layer kaca anda, insya Allah tak aka nada kebingungan lagi.

Tugas berikutnya adalah merumuskan tata kelola kota PenaKut sebagai DKI. Terutama bidang ekonomi-politik yang lebih demokratis, mutualis, partisipatoris, egalitarian, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan budaya. Kita akan buktikan bahwa orangutan yang juga selalu berkorban tetap berjalan dalam koridor hidup yang seimbang.

Warga PenaKut yang mulia,

Sebagai bukti bahwa daerah kita akan menjadi daerah yang maju adalah adanya dukungan para pengusaha dan konglomerat. Mereka akan berusaha meningkatkan kesejahteraan kita. Bukti utama adalah mereka sudah jauh hari memborong tanah-tanah masyarakat dan membuka lahan sehingga ketika diumumkan sudah bisa langsung dipromosikan dan dipasarkan.

Bukankah tanah-tanah rakyat PenaKut yang dibeli lebih murah dan sekarang jadi sangat mahal itu tetap membuat warga PenaKut lebih kaya? Apa? Ya kaya yang saya maksud indikatornya jelas punya duit. Urusan moral, akhlak itu urusan malaikat. Tugas saya selaku Gubernur hanya memastikan bahwa program ini harus terlaksana dengan baik.

Dalam pemilu 2024 nanti, pak Jokowi yang menggagas pemindahan ibu kota sudah tak lagi bisa maju dalam pemilu presiden. Artinya, kita harus berjuang mempertahankan kebahagiaan sebagai calon warga ibu kota agar benar-benar menjadi warga ibu kota.

Kita tak bisa menyandarkan pada keputusan Presiden saat ini. Nanti dalam Pemilu Presiden 2024, pembatalan pemindahan ibu kota akan menjadi isu yang seksi. Tentu saja alasan utamanya adalah penghematan.

Warga PenaKut yang tak pernah takut

Mulailah menguatkan hati dan menyiapkan mental agar bisa menunjukkan bahwa pemindahan ibu kota ini sangat tepat. Kita berikan contoh bagaimana kita menyikapi keserakahan pengusaha mengeksploitasi alam.

Jangan takut melawan, karena sejatinya para pengusaha perkebunan dan pertambangan itulah yang penakut. Kita memang warga PenaKut, tapi bukan penakut.

Hidup warga kota!
Hidup PenaKut!

Ass……

*****

Pet!

Belum selesai pidato itu disiarkan, listrik di rumah mati.

Bajilak!!! Njiirrr!!!

Rupanya ini skenario semesta agar saya segera membereskan kotoran kucing agar jika ada tamu, rumah tak bau kotoran.