Siapa bilang buah impor selalu lebih unggul? Nyatanya Indonesia memiliki buah-buahan yang berkualitas tinggi dan sangat diminati oleh masyarakat mancanegara. Ada dua buah asal Indonesia yang mendapat julukan Raja dan Ratu buah. 

Manggis sebagai The Queen of Tropical Fruit dan Durian sebagai The King of Troical Fruit. Raja dan ratu buah itu tengah melambungkan kiprahnya menjadi Penggenjot ekspor hortikultura (buah dan sayur) Indonesia ke pasar Internasional, dengan sang Ratu yang lebih mendominasi.

Manggis sudah populer semenjak tahun 80-an, dimana saat itu buah manggis terkesan mewah dan agak sulit untuk memperolehnya. Jarang ada rakyat biasa yang mengkonsumsi buah ini. Beda halnya dengan sekarang, buah manggis sudah memasyarakat dan dapat dinikmati oleh semua kalangan. 

Banyak orang gemar memakannya, karena bentuknya yang menarik dan rasanya yang eksotis. Bukan hanya di Insonesia, pengakuan yang sama dirasakan oleh dunia. Tak hanya unggul dalam hal rasa, si manis manggis juga memliki segudang manfaat yang lain.

Manggis Sebagai Lokomotif Ekspor Buah Indonesia

Buah manggis salah satu buah dengan tingkat ekspor tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2017, Buah manggis menempati posisi ke-3 ekspor buah paling tinggi setelah pisang dan nanas yaitu sebesar US$ 3,8 juta.

Indonesia menempati peringkat ke-5 dunia sebagai negara produsen manggis, setelah India, China, Kenya, dan Thailand. Rata-rata Sekitar 25 persen produksi manggis yang berasal dari sentra-sentra utama seperti Agam, Pasaman, Limapuluh kota, Subang, 

Sukabumi dan sebagainya diekspor ke beberapa negara seperti ke China, Hongkong, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Qatar, Amerika, Australia, Prancis, Belanda dan lainnya. 

Produsen manggis terbesar di Indonesia ditempati oleh sentra manggis di Jawa Barat denga total ekspor 40% dari total ekspor manggis di Indoneisa, dan yang kedua di Sumatra Barat. Keduanya sedang ekspor besar-besaran dengan tujuan utama ekspor ke negeri tirai bambu, China.

Melansir data BPS, volume ekspor manggis pada 2018 sebesar 38.830 ton dari total produksi 166.725 ton, naik 324 persen dibandingkan 2017 yang hanya 9.167 ton dari total produksi 161.751 ton. Sedangkan nilai ekspor 2018 tersebut mencapai Rp 474 miliar naik 778 persen dibandingkan 2017 Rp 54 miliar. Hal ini tentunya merupakan capaian yang sangat baik di tahun 2018, karena terjadi kenaikan ekspor besar-besaran dari buah manggis. 

Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan kenaikan jumlah produksi buah manggis tahun 2018 yang tidak signifikan berbeda dengan tahun sebelumnya, tetapi ekspornya meningkat tajam. Hal ini dimungkinkan karena adanya perbaikan kualitas sehingga semakin banyak manggis yang layak ekspor.

Kondisi terkini, BPS mencatat terjadi kenaikan nilai ekspor manggis sepanjang Januari-Juni 2019 mencapai US$ 32,3 ribu atau naik 58,7 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya US$20,4 ribu. Maka dapat diprediksikan ekspornya juga akan meningkat di tahun 2019.

Dalam menjaga peningkatan ekspor manggis yang perlu diawasi adalah pengelolaan buah manggis pasca panen,sehingga dapat terjaga mutu dan kualitasnya sebagai syarat buah agar dapat di ekspor. Kontribusi ekspor manggis ini sangat berguna bagi penambahan devisa Negara, maka sudah sepantasnya diperhatikan lebih.

Tentang Buah Manggis

Buah ini memiliki nama latin Garcinia Mangostana. Pertama kali ditemukan oleh penjelajah hutan asal Perancis Laurent Garcin. Di Indonesia, tanaman ini banyak dijumpai di Sumatera khususnya Sumatra Barat, Jawa Tengah (terdapat Kabupaten Pati yang disebut kota manggis), Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan di Kepulauan Maluku. 

Buah berbentuk bulat berkulit luar keras berwarna hijau saat masih muda dan ungu kehitaman saat sudah tua dan matang. Pada ujung buah terdapat bulatan-bulatan kecil berwaerna hijau bentuknya seperti mahkota yang cantik. Daging buah berwarna putih bersih, bentuknya seperti jeruk. 

Rasa buah manis keasaman. Musim buah manggis setiap tahunnya terjadi pada November – Februari. Buah ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah yaitu manggu (Sunda), busutang (Halmahera), sungkup (Dayak), lokopa (Mentawai) atau manggih (Minangkabau).

Menariknya, bukan hanya rasanya saja yang dikagumi, tetapi manfaat kulit buahnya juga sudah diakui dengan dijadikan herbal dalam bentuk kapsul. Kulit yang berasa pahit memiliki kandungan berbagai zat yang bermanfaat, di antaranya anti racun tubuh atau antioksidan dan nutrisi lain yang berguna bagi kesehatan tubuh.

Manfaat Buah Manggis Bagi Kesehatan

Buang keunguan ini memiliki berbagai manfaat dalam bidang kesehatan antara lain:

Besar kandungan Antioksidan

Antioksidan buah manggis mempunyai senyawa polifenol alami yang disebut xanthones. Senyawa ini berperan melindungi tubuh dari berbagai penyakit, mulai dari flu, risiko kanker hingga serangan jantung.

  • Menjaga Kesehatan Jantung dan Tekanan Darah

Kandungan potasium, magnesium, tembaga dan mangan dalam buah manggis bermanfaat untuk menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung.

Meningkatkan Daya Imunitas Tubuh

Sistem kekebalan tubuh atau imunitas jadi meningkat berkat kandungan Xanthones dan vitamin C dalam buah manggis. Vitamin C inilah yang membuat produksi dan fungsi sel darah putih meningkat sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh

  • Anti Inflamasi

Dengan mengkonsumsi buah manggis, peradangan itu bisa dicegah atau dikurangi berkat histamin dan prostaglandin yang berperan sebagai anti peradangan atau inflamasi.

Manfaat Bagi Lingkungan

Selain sebagai penggerak ekonomi secara langsung di ranah ekspor dan segala manfaaatnya di bidang kesehatan , Ratu buah tropis ini juga berperan dalam perbaikan kualitas lingkungan. Seperti yang disampaikan oleh Direktur Buah dan Florikultura Kementan RI, Liferdi Lukman, di sela-sela kunjungan kerja ke kebun manggis PT ALC AGRO Desa Kopo Kecamatan Cisarua, Bogor, bahwa budidaya manggis memberi manfaat ganda, selain manfaat ekonomi juga berpotensi mengurangi emisi karbon.

"Tanaman manggis adalah salah satu anugerah yang diberikan Tuhan untuk daerah tropis seperti Indonesia. Selain buahnya bernilai komersil tinggi, manggis juga baik untuk konservasi. Tanaman pelindung kota, memperbaiki kualitas lingkungan karena sifatnya yang every green, akarnya kokoh serta batangnya kuat dan elastis. Sangat potensial untuk mendukung upaya pengurangan emisi karbon," ujar Liferdi.

Sungguh buah yang multifungsi.

Jaga Keanggunan Ratu Buah Tropis 

Dengan peningkatan ekspor yang begitu signifikan di tahun 2018, diharapkan selalu konsisten di tahun-tahun berikutnya. Perlu adanya hubungan yang harmonis antara Pemerintah dan para produsen manggis di Indonesia untuk selalu menjaga kualitas manggis Indonesia, sehingga dapat menduduki posisi pertama eksportir manggis di dunia. 

Ditinjau pula dari segudang manfaat Buah manggis, diharapkan Indonesia juga mampu mengolah manggis ini menjadi makanan atau obat-obatan, sehingga ekspor yang dilakukan bukan hanya buah segranya, tetapi juga hasil olahannya. Tentunya itu akan semakin meningkatkan volume ekspor dan menambah devisa negara lebih banyak lagi. 

Upaya pengembangan ekspor ini tentunya dapat diimbangi dengan perluasan lahan penanaman pohon manggis, dengan begitu Indonesia akan mendapat 2 keuntungan, yaitu menggenjot perekonomian dan perlindungan terhadap lingkungan dari emisi karbon.

Selain besar-besaran ekspor, penting juga untuk menggalakkan konsumsi manggis kepada masyarakat domestik melihat manfaatnya yang begitu besar. Kita sebagai masyarakat Indonesia perlu mengurangi konsumsi buah-buah impor. Karena tidak selalu buah impor kualitasnya lebih tinggi. 

Melihat data BPS pada tahun 2018 peningkatan impor terbesar terjadi pada golongan buah-buahan yaitu sebesar US$ 69,8 juta(68,90%). Untuk itu cukup bagi kita membuat kaya negara lain, dengan mengkonsumsi buah-buah produksi Indonesia, salah satunya manggis.

Ayo, bersama-sama membuat pesona eksotis si ratu buah tropis Indonesia untuk eksis dan mendunia!!!