Mahasiswa
2 tahun lalu · 205 view · 4 menit baca · Lingkungan 53911.jpg
Eka Apriliyani

Konservasi Berkelanjutan di Pesisir Kubu Lestari

Menjalani kehidupan di tengah hutan belantara awalnya adalah kemustahilan. Demikian yang dirasakan Pak Joko, salah satu transmigran dari Pulau Jawa di Desa Sumber Agung, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Ia mengaku menempati desanya sejak masa sulit, di mana desanya masih berupa bentangan hutan rimba.

Desa ini dihuni sejak tahun 1988 saat program transmigrasi besar-besaran dari pulau Jawa. Luas desa ini sekitar 3200 hektar di mana sebagian besar adalah hutan gambut dan hutan mangrove. 

Hutan mangrove di Kabupaten Kubu Raya-Kalimantan Barat adalah hutan mangrove terluas kedua di dunia. Hutan mangrove di sana juga mempunyai komposisi jenis mangrove terlengkap di Indonesia. Komposisi hutan mangrove didominasi oleh jenis Nypah fruticans atau sering disebut Nipah.

Jenis lainnya tumbuh secara heterogen di sebagian kawasan hutan adalah Avicenia (Api-Api) dan Rizhopora (Bakau). Hamparan hutan mangrove itu memanjakan mata di sepanjang muara Sungai Kapuas dalam perjalanan menuju Desa Sumber Agung dan desa lainya di kabupaten Kubu Raya.

Nipah merupakan tanaman endemik sejenis palem yang tumbuh di daerah rawa, tepi pantai, dan pesisir. Bagi yang pertama melihat, bentuknya sekilas menyerupai pohon kelapa sawit. Jenis ini tumbuh rapat berkelompok, sering kali membentuk komunitas murni yang luas di sepanjang sungai dekat muara hingga sungai dengan air payau. Mangrove nipah tumbuh di zonasi tergenang air dengan kadar garam tinggi.

Buah nipah berbentuk unik, bertandan, menyerupai kumpulan buah bulat pipih berkulit keras antara 30-50 butir, berdempetan satu dengan yang lainnya membentuk kumpulan buah bundar. Daun nipah yang sudah tua berwarna hijau, sedangkan daunnya yang masih muda berwarna kuning, menyerupai janur kelapa.

Nypah fruticans yang terdapat di Desa Sumber Agung - Kubu Raya

Nipah bagi Desa Sumber Agung memiliki berkah tersendiri. Kepungan hutan nipah tak membuat warga sekitar gentar. Justru membuat mereka terus berfikir kreatif memanfaatkan tanaman nipah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi.

Saat ini, warga Sumber Agung sedang mengembangkan produk dari nipah seperti tepung, garam, dan gula. Warga didampingi oleh perkumpulan Sahabat Masyarakat Pantai (SAMPAN) Kalimantan. Tak hanya nipah, jenis mangrove lain juga dimanfaatkan oleh warga diantaranya untuk menghasilkan kayu dan sumber pakan utama lebah madu kelulud.

Nipah juga berpotensi sebagai sumber pakan alternatif. Buah nipah memiliki kandungan gizi karbohidrat (89,61%), protein (5,95%), kadar Ca (44,58 mg/kg) dan kalori sebesar 3.172 cal/gr. Tepung nipah mengandung serat tinggi dengan kandungan lemak dan kalori rendah.

Hasil riset NM Heriyanto dalam Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) menunjukkan bahwa serat kasar yang dikandung tepung buah nipah cukup baik yaitu 22,11%, hampir setara dengan bungkil kelapa (22,34%). Kandungan protein, beta-N, kalsium (Ca), phospor (P) dan karbohidrat cukup baik, setara dengan beras.

Kandungan serat yang tinggi, kandungan lemak yang rendah dan kandungan kalorinya rendah, menjadikan nipah juga baik dikonsumsi oleh orang yang melakukan diet. Tepung buah nipah mengandung sembilan dari dua belas jenis asam amino esensial, yaitu Histidin, Arginin, Threonin, Valin, Methionin, Iso-leusin, Leusin, Phenil alanin dan Lysin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Buah Nipah

Kandungan gizi gula nipah juga cukup baik. Kadar karbohidrat 89,61%, protein 5,95%, Ca 44,58 mg/kg, dan kalori sebesar 3.172 cal/gr. Gula nipah juga mengandung NaCl (garam dapur) yang menyebabkan rasanya sedikit asin. Sehingga nipah juga dapat diolah menjadi garam dapur. Garam dari nipah juga didapatkan dari pelepahnya dengan pengolahan khusus.

Ekosistem mangrove juga menyediakan rumah untuk keanekaragaman hayati pesisir. Manfaat yang didapatkan dari kelestarian ekosistem mangrove sangat signifikan. Sedimen dan struktur perakaran mangrove merupakan tempat pemijahan bagi ikan, udang, dan kerang.

Buah mangrove adalah salah satu sumber pakan utama bekantan, monyet ekor panjang, dan burung-burung. Bunga mangrove menjadi santapan lebah penghasil madu kelulud. Serta keseluruan pohon mangrove menghasilkan oksigen gratis untuk makhluk bumi.

Mangrove tidak hanya menyediakan potensi ekonomi langsung. Tetapi, juga dapat menjadi mitigasi perubahan iklim global. Jasa lingkungan lain yang dimiliki mangrove adalah mampu menyimpan karbon, mencegah abrasi pantai, dan memecah ombak bahkan jika terjadi tsunami.

Menurut Coremap (2011), kemampuan menyimpan karbon  hutan mangrove pada bagian atas adalah 100-120 ton per hektar dan jauh lebih besar pada bagian sedimen (lumpur) yang mencapai 1.200-1.300 ton per hektar.

Jumlah itu jauh lebih besar dibandigkan penyimpanan karbon hutan di daratan. Peningkatan karbon di atmosfer adalah salah satu penyumbang bahan utama yang dapat menyebabkan banyak kerugian lingkungan. Salah satu yang terparah adalah kemarau panjang tahun 2015 akibat badai El-Nino yang menyebabkan banyak kebakaran hutan di Indonesia.

Pemanfaatan sumber daya alam (SDA) sering dijadikan lawan kuat konservasi. Memang, banyak eksploitasi yang mengarah pada kerusakan lingkungan. Tapi, bukan tidak mungkin dapat dilakukan seiring dengan melakukan konservasi.

Pemanfaatan sumber daya alam dapat dilakukan secara lestari. Misalnya nipah, ia memiliki siklus panen setahun dua kali. Dengan teknologi panen yang tepat ia dapat dipanen secara berkelanjutan. Keutuhan ekosistemnya juga dapat terus dijaga dengan kebergantungan ekonomi dari pemanenan buahnya.

Konservasi adalah rumah, sudah seharusnya ia dilaksanakan untuk mendapatkan kesejahteraan bertempat tinggal. Manusia sebagai aktor utama memiliki tanggung jawab teritori menjaga rumahnya. Sesuai dengan siklus tiga pilar konservasi yaitu memelihara sistem penyangga, memperhatikan keanekaragaman hayati, dan pemanfaatan lestari.

Seperti yang dilakukan Pak Joko dan warga Desa Sumber Agung lainnya. Mereka dapat menjadikan mangrove sebagai penopang ekonomi sekaligus melakukan upaya pelestarian.

Artikel Terkait