Peneliti
2 tahun lalu · 924 view · 2 menit baca · Agama bahaullah.jpg

Pesan Tahun Baru dari Baha'ullah

Hari ini adalah hari perdana di bulan pertama di 2017. Hari baru yang masih hangat. Ia adalah persembahan khusus bagi seluruh manusia di dunia tanpa terkecuali. Banyak cara dan adat yang dilakukan manusia menunggu dan menyambut kedatangannya.

Banyak pula anggapan dan tuduhan negatif berbasis teologi saat merayakannya. Lepas dari persoalan tersebut, mau tak mau, tanggal satu di bulan satu lahir juga, tanpa harus memusingkan boleh atau tidaknya dirayakan manusia yang beragama tertentu.

Menurut Yudi Latif, seorang pemikir muda Indonesia (1/1/2017), bahwa “Pergantian tahun hanyalah pergeseran bilangan; tidak dengan sendirinya membawa substansi baru. Yang berlalu adalah kekinian yang yang lekas silam. Yang mendatang adalah kekinian yang lekas menjemput”.

Jika saya tafsirkan ungkapan Yudi Latif di atas dengan lebih bebas, kira-kira demikian; peralihan waktu itu adalah sebuah keniscayaan. Kadar kualitasnya sangat ditentukan oleh manusia itu sendiri dalam mengorganisasi waktu.

Beruntunglah manusia yang tahun lalu menanam kebaikan terhadap sesamanya tanpa memandang aspek apapun, tahun baru kini, ia memanennya penuh dengan suka cita.

Sebaliknya, merugilah manusia yang bertipe selalu memusuhi sesamanya karena urusan teologis, misalnya, yang berbeda dengannya. Ia, kini selalu merasa cemas dan terancam dengan sesuatu yang muncul karena arus globalisasi. Selalu mencurigai, menuduh serta melabeli negatif kepada setiap sesuatu yang datang dan baru.   

“Setiap agama apapun di dunia ini mengajarkan kebaikan dan kedamian”. Hal senada termaktub dalam salah satu ajaran agama paling baru di dunia, yaitu Baha’i. Ia memberikan suatu pandangan dunia mengenai perdamaian dan cinta kasih di masyarakat yang diperintahkan oleh dasar-dasar agama di seluruh dunia (Michael Keene, 2006)

Sedikit Tentang Baha’i  

Sayyid Ali Muhammad (1819-1850), seorang muslim syi’ah mengklaim dirinya orang pertama sebagai nabi pasca Muhammad. Ia memproklamirkan namanya dengan sebutan “Bab” (pintu gerbang menuju Allah). Singkat cerita, Bab dituduh membuat rencana rahasia melawan Shah Persia dan dihukum mati tahun 1850.

Salah seorang pendukung setia dan terkemuka Sayyid “Bab” Ali Muhammad adalah Mirza Husayn Ali (1817). Ia pun dipenjara, setelah Bab meninggal. Di dalam penjara ia mendapatkan pengalaman gaib dan mewahyukan dirinya menjadi “dia yang kepadanya Allah akan menyatakan diri”.

Pada tahun 1863, ia mengatakan kepada teman dekatnya bahwa ia adalah Nabi Allah yang baru. Kemudian ia menjadi terkenal dengan sebutan Baha’ullah (kemuliaan Allah). Terang saja, dengan pengakuan dirinya seorang nabi, penguasa Persia, yang merasa bahwa ia adalah ancaman bagi dirinya, kemudian mengusirnya dan membuangnya dari negeri tersebut. Dalam masa-masa pembuangan tersebutlah Baha’ullah menulis banyak teks Baha’i.

Para pengikut Baha’ullah, yang biasa disebut Baha’i, percaya bahwa Allah, yang transenden dan tak dapat diketahui oleh pikiran manusia, telah mengutus banyak nabi untuk memberikan pencerahan kepada manusia.

Kepercayaan Baha’i menjunjung tinggi Allah Yang Esa, mengakui kesatuan para nabi, dan menanamkan dasar-dasar keutuhan dan kebersamaan seluruh umat manusia. Inti ajaran Baha’i adalah kepercayaan bahwa manusia harus mencapai kematangan dengan cara menolak bentuk tatanan dunia apapun yang bergantung pada sejumlah bangsa dan agama. Dunia dapat dan harus menjadi benar jika dipersatukan oleh wawasan spiritual Baha’ullah (Keene, Agama-agama Dunia, hal. 179)

Terlepas orang-orang menganggap apapun terhadap Baha’ullah, saya ingin mengatakan sekali lagi bahwa kepercayaan dan agama apapun selalu mengajarkan kebaikan, kedamaian, persatuan dan kesatuan bagi manusia penghuni dunia ini. Jika ada penganut agama yang berbeda dengan misi agamanya, maka ia sesungguhnya tidak sedang beragama.

Tahun baru kali ini adalah momentum emas untuk merefleksikan agama sebagai pembawa kedamian, persatuan dan kesatuan bangsa di dunia. Damai dan damailah terus hingga kehidupan dunia berakhir.   

Artikel Terkait