Sekilas pandangan penulis tentang (perubahan) dan mencoba menjabarkannya melalui tulisan ini. Apa yang tidak berubah dalam hidup ini? Semua akan mengalami perubahan dan tidak ada sesuatu yang tidak terikat oleh perubahan tersebut.

Perubahan mencangkup segala sesuatu yang ada dalam hidup. Tahun berganti jadi bulan, bulan berganti jadi minggu, minggu berganti jadi hari, hari berganti jam, jam berganti menit, menit berganti detik, dan setiap detik perubahan itu akan selalu ada.

Dalam hidup ini tiada sesuatu yang pasti selain dari perubahan  dan kematian manusia itu sendiri. Perubahan akan mengikat keseluruhan hidup dan semua, cepat atau lambat akan mengalami pergeseran dari posisi semula. Sedikit banyak yang pasti perubahan itu akan selalu tetap terjadi dalam hidup sebab itu adalah kepastian.

Perubahan adalah kepastian yang melahirkan ketidakpastian, yaitu suatu keadaan yang tidak tertebak apa, siapa, kapan, bagaimana, sehingga banyak orang berprinsip Altschmerz yaitu rasa kekhawatiran akan suatu hal yang sama sampai membuatnya tidak tertarik lagi akan hal tersebut tetapi masih mengkhawatirkannya dan ketidakpastian tersebut ada kalanya melahirkan tekanan guna mencengah perubahan tersebut.

Bagaimana orang bereaksi terhadap perubahan tentu amat dipengaruhi oleh sikap pribadinya. Ketakutan terhadap apa yang tidak diketahui barangkali merupakan salah satu penyebab pokok perlawanan terhadap perubahan.

Terlepas dari sikap kita terhadap perubahan, kemungkinan bahwa kita akan memperoleh suatu hasil dengan mencengahnya tidak berarti. Hal ini merupakan bentuk dari ketakutan akan perlawanan terhadap perubahan.

Suatu ramalan yang tepat adalah perubahan akan terus terjadi disekitar kita. Perubahan mempengaruhi orang-orang yang berbeda dengan cara yang berbeda-beda.

Orang lebih sering bereaksi terhadap apa yang mereka rasakan merupakan akibat dari suatu perubahan ketimbang terhadap perubahan itu sendiri. Seperti yang terjadi pada tahun 1955 PKI (Partai Komunis Indonesia) dimana partai ini mulai bangkit dan maju. Pada masa itu hampir satu dasawarsa menikmati puncak kejayaanya.

Namun ketakutan lawan Partai politiknya dengan suatu sebab tidak mampu bersaing secara baik. Mereka takut bahwa Partai Komunis Indonesia akan berkuasa selama-lamanya dan ke-khawatiran mereka membuat berpikir bahwa PKI tidak sanggup untuk mereka saingi. Dimana pada masa itu PKI meloncat jauh lebih maju didepan.

Hal ini membuat partai lawan politiknya merasa tersaingi. Ketakutan mereka tentang perubahan yang drastis oleh Partai Komunis Indonesia, membuat mereka menciftakan propaganda yang mendiskreditkan PKI dengan doktrin anti Tuhan. Mereka mengangkat tentang bahaya isu kapitalisme dan imperialisme untuk menjatuhkan PKI karena keatheisannya.

Seluruh warga dari berbagai elemen telah dikondisikan untuk bersama-sama membenci dan membasmi Partai Komunis Indonesia. Pada tahun 1965-1966 adalah peristiwa pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh komunis di Indonesia. Lebih dari satu juta orang yang dipenjara, dianiaya, dibunuh tanpa diadili. Hal ini merupakan bukti signifikan yang cukup, untuk menyatakan bahwa ketika kita menolak akan perubahan tersebut maka kita berada dalam kesengsarahan dan kehancuran hidup.

Dengan demikian ketakutan akan perubahan tentu melahirkan suatu konflik dan perubahan yang memiliki sifat ketidakpastian cenderung membuat banyak orang akan khawatir. Secara otomatis  kekhawatiran tersebut menutupi kewarasan pola pikir kita dan menolak perubahan-perubahan dalam hidup, keluarga, lingkungan dan juga bangsa/ negara.

Manusia beroperasi dalam suatu keadaan keseimbangan, bila keseimbangan ini terganggu, terdapat kecenderungan untuk menolak perubahan tersebut. Setiap orang, negara, hewan, tumbuhan serta segala sesuatu yang ada dalam Alam Semesta ini, akan mengalami perubahan setiap saat.

Perubahan akan terus terjadi dalam hidup yang kemungkinan menimbulkan ketakutan bagi sebagian banyak orang. Ketakutan itulah salah satu yang menimbulkan awal -mula konflik—antar sesama umat manusia. Ketika perubahan akan tampak mengancam ketenangan hidupnya, kebahagiaan hidupnya, daerah kekuasaannya, maka orang ataupun individu-perindividu, akan cenderung bertindak untuk menolak perubahan tersebut.

Kenyamanan yang tampak berubah, Ekonomi yang tampak anjlok, kekuasaannya yang nampak bergeser, disinilah setiap orang akan melakukan berbagai cara dalam mempertahankan keadaan semula dan setiap orang yang simpatisan menolakan perubahan dalam hidupnya, cenderung bertindak menggunakan amarah, kebencian, egoisme dalam menanggapi setiap perubahan yang terjadi dalam hidup tersebut.

Perubahan jelas akan membawa dua (2) kemungkinan yang pasti yaitu kebaikan dan keburukan. Untuk itu penulis kira  kita hanya akan mampu bertahan apabila kita terus belajar dan selalu berusaha  mempersiapkan diri untuk menerima dan menghadapi setiap perubahan yang terjadi.

Maka dari itu mari bersama-sama siapkan diri kita untuk terus belajar dan belajar terus, pantang berhenti selama kebaikan dalam perubahan belum berpihak terhadap kita. Tanamkan dalam diri jangan pernah berhenti untuk maju melangkah, dan apabila di perlukan mundurlah selangkah untuk maju tiga langkah.

Dengan demikian  kita akan selalu berada diposisi kebaikan dalam setiap perubahan dan suatu kepastian kita akan menjadi pemenang dalam setiap perubahan selama kita mampu  menjadikan setiap perubahan itu menjadi kekuatan baru.