Dua tahun telah berlalu, setiap detik begitu terasa berat. Pagi ini udara lebih segar dibanding kemarin. Cuaca tak lagi mendung. Burung-burung mulai berkicau dengan suara indahnya. Matahari mulai sedikit menyapa.

Pagi yang begitu dinantikan. Hari ini teman kami merayakan pernikahannya. Mengundang seluruh kawan untuk datang bersama. Hari yang begitu dinantikan.

Kami adalah sekelompok manusia yang suka hura-hura. Berbahagia bersama namun tetap melaksanakan kewajiban sebagai seorang mahasiswa. Dua tahun yang lalu, di kelas yang hanya dihuni 17 mahasiswa terbentuklah keluarga mahasiswa tercinta.

Kelas kami memang hanya diisi oleh minoritas jika dibanding dengan jurusan lainnya. Bukan kesedihan yang kita temukan namun sebuah kebahagian. Dengan jumlah yang sangat sedikit inilah keluarga kami terbentuk.

Pagi yang dinantikan. Seperti biasa grup kelas sudah mulai ramai dengan kabar keberangkatan kami ke rumah Vita, teman kami yang akan menikah. Kami sudah mulai lupa dengan rumah Vita yang ketika itu semester satu kami berkunjung ke rumah Vita.

Memang bukan main, rumah Vita yang lumayan jauh dari pusat kota. Sungguh menyenangkan perjalanan yang jauh dan tersesat yang mengharuskan kami untuk bertanya kepada beberapa orang di pinggir jalan.

Tepat pukul 10.00 pagi kami berangkat dari rumah masing-masing.

“Gaes kita mau ketemu dimana?” Tanya Samsul teman kami yang tidak pernah marah tapi jailnya bukan main.

“Gimana kalau kita ketemu di rumah pengantin aja?” Jawab salah satu teman kami.

“Aku lupa jalannya apalagi rumahnya gak tahu” Sahut salah satu dari kami.

“Okelah kita ketemu di perempatan jalan masuk area kecamatan aja, gimana?” Tanyaku.

“Baiklah biar bisa bareng-bareng ya.” Sahut yang lain.

Setelah satu persatu dari kamu berkumpul di perempatan kecamatan, yang pasti semuanya langsung bersalaman, saling menyapa akan kerinduan.

Dua tahun yang lalu menjadi akhir pertemuan kami di kampus. Satu persatu dari kami pergi dengan tujuan masing-masing. Ada sebagian yang bekerja, beberapa diantara kami ada yang melanjutkan pendidikan dan ada pula yang menikah.

Hari ini rasanya begitu bahagia. Setelah dua tahun hanya berkabar melalui media sosial, hanya sekedar menyapa secara virtual kini kami bertemu kembali. Ahh rasanya bukan main. Tidak hanya bahagia namun amat sangat bahagia.

“Ayo kita jalan, kasihan pengantin sudah menanti kehadiran kita semua.” Seperti biasa Abror, orang paling bawel, paling lucu dan super duper keras suaranya mengajak kami untuk segera berangkat.

“Ayolah cuz, biar dapat makan” Ucap salah satu kami dan diikuti tertawa riang dari kami semua.

“Hay kalian udah nyiapin amplop belum kalau mau makan?” Sahutku sambil tertawa.

“Tenang bun tenang, amplop kosongkan?” Jawab Abror dengan suara lantangnya.

Semua tertua riang. Hari ini tidak ada kesedihan, kegalauan atau kebingungan di antara kami. Semua bahagia sambil melupakan apa yang sebenarnya terjadi di kehidupan kami masing-masing.

Akhirnya sampailah di tempat tujuan. Acara pernikahan sudah dimulai. Vita begitu terlihat cantik dan anggun. Dia memang tidak pernah berdandan sebelumnya, sekalinya menikah sungguh sangat cantik sekali.

“Gimana kalau kita nunggu di luar aja, biar acara selesai dulu.” Ajak Abror.

“Hey janganlah, kita gak akan kebagian snack dong.” Sorak kami semua.

Kami mulai masuk ke dalam ruang acara pernikahan. Ahh begitu sempurna, dengan suara sholawat yang bergema membuat setiap kami merasa haru dan bahagia.

Setelah acara usai kami tidak segera berpisah, masih saling bercerita kisah hidup setelah dua tahun lamanya tidak bertemu. Rasanya tidak ingin berpisah.

“Eh beneran kita mau pulang gitu aja?” Tanya Samsul.

“Janganlah masih rindu, nongkronglah.” Jawab salah satu dari kami.

“Ke rumah Abror aja yuk, di sana kita makan-makan.” Ajak Samsul.

“Makan apa woy, batu?” Sahut Abror.

Kami semua tertawa dengan sangat bahagia. Janganlah hari ini segera usai, biarlah hari ini lebih panjang dari hari biasanya. Kerinduan ini belum terobati. Kami semua segera pergi tanpa tujuan, hanya ingin menikmati kebersamaan.

Hari ini memang bukan hari biasa. Hari yang dinantikan untuk bertemu, bercanda bersama, bercerita dan saling berbagi kebahagiaan. Meskipun kini di antara kami sudah ada yang menikah dan memiliki anak, namun semuanya tetap sama tidak ada yang berbeda.

Keceriaan dari setiap wajah diciptakan begitu asli dan sempurna. Senyumannya bukan senyuman palsu sungguh asli dan mempesona. Tidak ada yang berbeda dan tidak ada yang berubah. Dua tahun yang lalu, bukan waktu yang sebentar untuk tidak bertemu.

Tanpa disadari hari ini akan segera usai. Senja telah menyapa dengan senyuman tanpa kebohongan. Sinarnya yang indah mulai berpamitan. Kami berpisah meninggalkan setiap kenangan kebahagiaan.

Awan sudah mulai menggelap, bulan akan segera menyapa. Bintang yang menghiasi awan akan segera hadir dan saling bertatap dengan manusia. Mengucap salam dengan segala keindahan. Selamat datang malam, kau tutup hari ini dengan penuh kebahagiaan.