Putus cinta? sedih? stres? atau trauma yang dikarenakan oleh suatu hal? Perasaan tersebut merupakan masalah yang wajar terjadi di kalangan remaja dan dewasa. Semua yang dirasakan dalam bentuk emosi adalah suatu produk dari otak. 

Terdapat kata yang pernah saya baca bertuliskan "A person’s life depends on the way thinks" yang artinya kehidupan seseorang itu tergantung dengan cara berpikirnya. Suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang itu berdasarkan dengan pemikiran yang ada di otaknya. 

Keyakinan pada otak seseorang jika hidup itu berat, maka akan terus-menerus hidupnya menjadi berat, selalu terdapat masalah, dan seseorang itu tidak bisa merasakan ketenangan dalam hidupnya. Seseorang itu akan merasakan stres yang berat jika kehidupannya tidak tenang. 

Ya, memang hidup itu tidak selalu tentang rasa manis, pasti juga ada rasa pahitnya. Kehidupan juga tidak harus menjadi yang sempurna, karena kesempurnaan itu memerlukan proses yang panjang, dan ingatlah bahwa diatas langit masih ada langit lagi. 

Selain stres, kehidupan seseorang juga akan mengalami ketakutan atau trauma yang dapat menimbulkan perasaan luka yang mendalam. Memang benar, kehidupan itu sangat berat, apalagi jika seseorang tersebut masih duduk dibangku sekolah atau perkuliahan. 

Tugas yang menumpuk, banyak masalah dan tidak mengerti dengan materi yang diberikan oleh guru atau dosen juga dapat menambah stres dan seseorang itu akan merasakan tertekan. 

Walaupun begitu, kita juga harus berpikir positif supaya bisa menikmati kehidupan ini. Jika bisa, hindari kehidupan kita dari overthinking dalam memikirkan sesuatu hal. Kehidupan itu harus dijalani sesuai dengan alurnya. Namun, juga harus tetap berusaha dengan semaksimal mungkin agar dapat mencapai yang kita inginkan. Selain berpikir positif, kita juga perlu melakukan kegiatan self-healing.

Self-healing adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk penyembuhan luka dan proses untuk menghilangkan kepenatan pikiran kita. Tujuan dari kegiatan self-healing adalah supaya bisa memahami diri kita sendiri, menjadi lebih bisa menerima keadaan, dan menikmati kehidupan. 

Nah, self-healing sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:

1. Mengunjungi sebuah cafe atau membeli makanan yang disukai

Banyak sekali seseorang di kalangan remaja yang melakukan kegiatan self-healing dengan cara ini. 

Terutama remaja perempuan yang sedang merasakan putus cinta, sedih, stres, dan bad mood sering kali dilampiaskan ke makanan dengan cara membeli seblak atau membeli makanan yang mereka suka dapat mengubah perasaan tersebut menjadi lebih baik. 

Namun, cara ini tergolong boros, mental kita aman tetapi tidak dengan dompet kita. Mungkin kegiatan ini bisa dilakukan sebagai bentuk self-reward bagi diri kita sendiri karena sudah bisa melewati masa-masa sedih, stres, dan lainnya.

2. Melakukan olahraga yang digemari

Nah, self-healing dengan cara berolahraga ini memiliki banyak sekali manfaat. Selain membuat pikiran kita menjadi lebih fresh, berolahraga juga dapat menurunkan berat badan, anggap saja sembari proses untuk good looking atau menjadikan diri sendiri agar lebih menarik. 

Contoh dari olahraganya sendiri yaitu lari, lompat tali, berenang, bersepeda, climbing dan masih banyak lagi yang lainnya.

3. Bermain di alam dan berkeliling kota

Pasti cara ini yang paling sering dilakukan oleh kalangan remaja karena tidak membutuhkan biaya yang mahal. Pergi ke tempat yang sejuk dapat menenangkan pikiran kita dan seketika dapat lupa dengan beban hidup. 

Nah, contoh dari tempat yang bisa digunakan untuk self-healing adalah air terjun, bukit, dan pantai. Namun, jika kita melakukan kegiatan self-healingnya di malam hari, kita bisa pergi berkeliling kota melihat gedung-gedung yang tinggi dengan gemerlapnya cahaya yang ada.

Cara-cara tersebut biasanya dilakukan oleh seseorang yang ekstrovert, atau orang-orang yang suka bergaul dengan sesama dan menyukai keramaian. Terus bagaimana jika seseorang itu introvert? Apakah mereka tidak bisa melakukan kegiatan self-healing

Tentu tidak, mereka bisa me time dengan cara melakukan hobi yang mereka suka, seperti menulis kegiatan sehari-hari pada buku diary, memasak makanan yang mereka suka, dan menonton film. 

Apalagi jika menonton filmnya sembari dengan memakan makanan yang kita suka, rasanya nikmat sekali seperti tidak ada beban pikiran.  Adapun rekomendasi film yang bisa membuat mood kita naik ada banyak sekali, contohnya film yang bergenre romance, seperti London Love Story, Dear Nathan, dan Eiffel I’m in Love.

Selain dapat menenangkan pikiran dan menghilangkan kepenatan, self-healing juga memiliki banyak manfaat lainnya, terutama bagi kesehatan, yaitu:

1. Dapat menyembuhkan trauma atau tekanan batin

2. Dapat menjaga kesehatan jantung, dan

3. Dapat meningkatkan immune seseorang

Sesibuk-sibuknya kita sebagai seorang pelajar, sebaiknya kita mencari waktu luang untuk melakukan self-healing walaupun hanya sebentar. Kehidupan itu mudah, tidak sesulit yang kita bayangkan, Jadi, mari self-healing dengan cara kita sendiri. Semangat teman-teman!