Kemarin malam, sekitar pukul 19.00 WIB saya mendapatkan informasi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan siaran pers lengkap terkait rencana Rizieq Shihab melaporkan Megawati ke Bareskrim Polri.

Sebelumnya saya sudah membaca berita di Kompas.com terkait pernyataan Rizieq Shihab untuk mengusulkan mediasi dengan berbagai pihak yang tersinggung dengan pernyataan Rizieq. Sepertinya hukum karma mulai menunjukkan kehadirannya untuk membalas sikapnya Rizieq Shihab.

Di saat banyak orang mulai geram dengan tingkah laku FPI dan Rizieq, Pak Rizieq mengusulkan mediasi. Rizieq sangat egois sebagai manusia, ketika dia banyak menyinggung perasaan orang lain, menyebarkan kebencian seenaknya kemudian dia meminta untuk mediasi kepada Polri ketika orang-orang mulai melaporkan dia karena ujaran kebenciannya. Semacam jika orang lain salah, penjarakan, adili atau bunuh. Tapi jika dia yang salah, tabayyun dulu sini.

Polda Jabar baru memeriksa dia, mengerahkan anggotanya ke Polda Jabar untuk mengintervensi Polda. FPI dan GMBI yang konflik, bilangnya GMBI nyerang umat Muslim bukan nyerang FPI. Logo BI yang tercantum di uang Rupiah baru difitnah seperti Palu arit milik PKI. Apa harus sulaman kayu kandang ayam pun anda sebut mirip dengan lambang bendera nya Zionis Israel Pak Rizieq?

Publik sudah tahu Rizieq dan kelompoknya terus menggoreng sentimen Agama yang dituduhkan ke Ahok agar umat Muslim di Indonesia marah dan membenci Ahok. Dan selamat, FPI semakin populer.

FPI dan kelompoknya terus-menerus menyebarkan kebencian terhadap Ahok dengan penggiringan opini, demo yang bertujuan untuk memproses Ahok melebar ke upaya untuk mencoba mengganggu kewibawaan Pemerintahan Jokowi dan JK yang sah secara Konstitusional.

Selama kampanye berlangsung di Jakarta, penghadangan kampanye yang menimpa Ahok-Djarot--pun masih mampu menahan kekesalan Megawati. Tetapi beberapa anggota FPI terus menguji kesabaran Megawati, ketua ranting PDIP di Jakarta dipukuli oleh kelompok yang berafiliasi dengan FPI. Bukannya mau berjiwa besar untuk meminta maaf, teriak-teriak tidak karuan malah diutamakan. Tipikal!

Mungkin, kesabaran Megawati mulai hilang. Disaat Megawati memberikan pidato di acara HUT PDIP yang ke-44 begitu berapi-api. Megawati menyampaikan pidatonya melalui perenungan yang mendalam, kontemplasi dengan rasa cinta kepada bangsa dan negara, begitu yang ditulisan Hasto Kristiyanto. Tindakan main hakim sendiri tersebut sudah tidak bisa ditolerir lagi. Harus segera ditindak tegas oleh penegak hukum.

Selanjutnya Hasto menutup siaran persnya dengan mengatakan Bu Megawati tidak diragukan keislamannya, kader PDIP sangat memiliki kesadaran lingkungan bahwa mayoritas rakyat Indonesia adalah muslim.

Terbukti, ketika Beliau berguru secara langsung dengan HOS Cokroaminoto. Bung Karno sangat dekat dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Kedua organisasi Islam tersebut benar-benar berkeringat dan berdarah-darah untuk tegaknya republik ini bersama PNI saat itu.

Hal itu menjadi alasan mengapa Ibu Megawati kokoh berdiri memerjuangkan kemerdekaan seluas-luasnya bagi Palestina. Menolak aksi Unilateral atas Irak dan membela kedaulatan bangsa Irak dengan gigih. Ibu Megawati juga menolak pemberian blok cepu ke Exxon karena tahu, bagaimana dana minyak itu juga dipakai untuk menciptakan ketidak-adilan di Timur Tengah. Sehingga tuduhan Pak Rizieq ke Ibu Megawati sangat tidak beralasan.

Sikap Ibu Megawati keras dalam membela perdamaian di Timur Tengah.

Siaran pers Hasto Kristiyanto sangat tegas untuk membantah tuduhan tak berdasar tersebut, dan siap melakukan perlawanan terhadap Rizieq Shihab yang terus-menerus membuat gaduh. Kejadian terakhir, kader dan relawan dari partai dibubarkan ketika melaksanakan aksi kemanusiaan oleh anggota FPI di Jakarta.

Pak Rizieq sekiranya memang tidak suka apabila kegiatan berbangsa ini tenteram dengan tindakan main hakim sendiri oleh anggotanya. Dan dengan mengatakan Megawati menistakan Agama Islam, maka PDIP siap melakukan perlawanan. Ujaran kebencian dan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan bisa memecah belah bangsa. Salam!