Daulah Bani Umayyah adalah negara Islam yang memiliki sejarah besar dan pengaruh yang luas dalam penyebaran agama Islam. Daulah ini berhasil mempersatukan wilayah dari Cina hingga Prancis bagian Selatan di bawah satu naungan ke Khilafahan Islam, ke Khalifahan Bani Umayyah. Masa ini adalah masa keemasan Islam, dimana generasi terbaik Islam hidup bahkan di antara mereka menduduki kursi pemerintahan. Dinasti Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan bin Harb. Muawiyah selain sebagai pendiri juga sebagai khalifah pertama Bani Umayyah. Muawiyah dipandang sebagai pembangun dinasti ini, oleh sebagian sejarawan dipandang negatif sebab keberhasilannya memperoleh legalitas atas kekuasaannya dalam perang saudara di Shiffin.

Dinasti Umayyah dibangun dan diperkuat pondasinya pada masa pemerintahan dua khalifah, yakni pada masa Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan dan anaknya Yazid bin Muawiyah. Proses tersebut berlangsung dari tahun 41 H sampai 64 H.

Dinasti Umayah selalu dibedakan menjadi dua: Pertama, Dinasti Umayah yang dirintis dan didirikan oleh Mu’awiyah Ibn Abi Sufyan yang berpusat di Damaskus (Syiria) dan yang Kedua, Dinasti Umayah di Andalusia (Spanyol) yang pada awalnya merupakan wilayah taklukan Umayyah yang dipimpin oleh Gubernur pada zaman Walid Ibn Abd Al Malik, kemudian di ubah menjadi kerajaan yang terpisah dari kekuasaan Dinasti Bani Abbas setelah berhasil menaklukan Bani Umayah di Damaskus.

Pada masa Bani Umayyah berkuasa, harus diakui banyak sekali keberhasilan yang di capai, jika dapat diklasifikan, maka yang paling utama dapat dilihat dari 2 aspek, yaitu: (1) Wilayah kekuasaan dan Perpolitikan dan (2) Perkembangan Keilmuan.

Beberapa ilmu yang berkembang pesat seperti : a) Pengembangan Bahasa Arab. Pada Dinasti Umayyah, Bahasa arab dijadikan Bahasa resmi dalam tata usaha negara dan pemerintahan sehingga pembukuan dan surat-menyurat menggunakan Bahasa arab. b) Ilmu Qiraat. ) c) Ilmu Tafsir. d) Ilmu Hadits. e) Ilmu Fikih, dll.

Beberapa faktor yang dominan dalam fase kemunduran atau kehancuran dinasti Bani Umayyah, yaitu: Munculnya kelompok-kelompok yang merasa tidak puas terhadap pemerintahan Bani Umayyah, seperti kelompok Khawarij, Syiah, dan kelompok muslim non-Arab (mawali); adanya konflik politik yang melatarbelakangi terbentuknya Daulah Umayyah; melemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah yang disebabkan karena sikap hidup mewah di lingkungan istana

Salah satu penyebab utama dari sekian banyak penyebab runtuhnya kedaulatan Bani Umayyah adalah terlalu berlarut-larut dalam kemewahan pada saat menjadi penguasa, sehingga mereka lupa untuk mempersiapkan keturunan sebagai generasi penerus kekuasaan.

Berikut para Khalifah Daulah Bani Umayyah:

  1. Muawiyah bin Abi Sufyan (41 s/d 60 H)
  2. Yazid bin Muawiyah (60 s/d 64 H)
  3. Muawiyah bin Yazid (64 H - Memimpin sekitar 40 hari)
  4. Marwan bin Hakam (64 s/d 65 H)
  5. Abdul Malik bin Marwan (65 s/d 86 H)
  6. Al-Walid bin Abdul Malik (86 s/d 96 H)
  7. Sulaiman bin Abdul Malik (96 s/d 99 H)
  8. Umar bin Abdul Aziz (99 s/d 101 H)
  9. Yazid bin Abdul Malik (101 s/d 105 H)
  10. Hisyam bin Abdul Malik (105 s/d 125 H)
  11.  Al-Walid bin Yazid (125 s/d 126 H)
  12. Yazid bin Al-Walid (126 H)
  13. Ibrahim bin Al-Walid (126 H)
  14. Marwan bin Muhammad (127 s/d 132 H)


Dari sekian banyak khalifah yang berkuasa pada masa dinasti Umayyah hanya beberapa khalifah saja yang dapat dikatakan khalifah besar yaitu Muawiyah ibn Abi Soyan, Abd al Malik ibn Marwan, Al Walid ibn Abdul Malik, Umar bin Abdul Aziz dan Hasyim ibn abd al Malik.

Setelah mengalami periode sulit, Daulah Bani Umayyah berhasil bangkit kembali dari keterpurukan. Masa itu bisa dikatakan periode kekuatan yang kedua. Dimulai dari masa Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik dan berakhir pada masa Khalifah Hisyam bin Abdul Malik.

Pada zaman khalifah Al Wahid bin Abdul Malik adalah menjadi zaman keemasan bagi Bani Umayyah, pada zaman ini perkembangan Islam berkembang sangat pesat, banyak bangunan-bangunan masjid megah. Sedangkan pada masa Umar Bin Abdul Aziz, beliau di pandang umat Islam seperti Khalifah Umar Bin Khathab dalam keadilannya dan kesolehan dalam menjadi khalifah.

Pada sistem dakwah Umayyah I, sasaran dakwah dipusatkan di Romawi Timur setelah menyebarkan dakwah, lalu pindah ke Afrika Utara yang banyak mengalami penindasan dan ketidakadilan, kemudian Muawiyah meluaskan dakwah nya ke Asia Timur hingga sampai negeri Sin. Usaha dakwah dalam menyebarkan islam dengan mendirikan rumah suci dan masjid-masjid.

Untuk sistem ekonomi pada masa Bani Umayyah I sangat membantu perkembangan perekonomian negara, pada zaman Abdul Malik ia mendirikan pabrik mata uang di Damaskus dengan model-model tulisan Arab. Setelah perekonomian membaik Abdul Malik kemudian memperbaiki kota dan membangun gedung-gedung dan senjata bersenjata. Sedangkan pada masa Bani Umayyah II memprioritaskan pembangunan dalam negeri, memperbaiki fasilitas-fasilitas negara yang belum baik. Dengan cara menghapus pajak terhadap kaum muslimin, mengurangi beban pajak, membasmi cukai dan kerja paksa dan juga mensejahterakan rakyat agar tidak mengalami penderitaan dan penindasan.

.

Riska R (Psikologi B)