Pamong Sanggar
2 minggu lalu · 329 view · 4 min baca menit baca · Puisi 51219_45432.jpg
Foto: Firman Sujono

Perjalanan di Awal Juli

Bersama Laut Budi Tepian Akal

Pada bintang Gemini kulabuhkan hati
Ia yang selalu berkata berhakikat
Memang telah menawan hati
Bagiku, dialah laut budi tepian akal
Hingga dapat kuterawang keindahan jiwanya
Di mana sebuah pintu telah menanti
Meskipun terlalu tua untuk sebuah kunci yang berkarat
Ketulusan sang Gemini sanggup membuka semua pintu

Di bawah naungannya jiwaku penuh dengan cahaya
Menerangi sebuah jalan yang sunyi dan berliku
Menemukan sebuah rumah untuk pulang
Dengan pendaran cahayanya yang misterius 
Memberikanku nilai-nilai penuh dengan makna
Dan juga kelembutan yang sungguh ajaib

Hanya padanya aku bertekuk lutut
Ia yang berkata berhakikat memang telah menawan hati
Kebaikannya telah mendewasakanku
Ketulusannya pun senantiasa mengiringi langkah kakiku
Dan setiap perkataannya menjadi sabda alam bagiku

Ia adalah tambatan hati
Yang dengannya kulebur menjadi satu
Bagai fusi melahirkan bintang baru
Yang membuat cahayanya semakin benderang 
Menerangi setiap jiwa yang berada di dekatnya
Dialah yang sanggup mendengar bisikan hatiku
Bahkan dapat menangkap dan merasakan getaran jiwaku
Yang selalu kukirimkan lewat desahan napasku

Pada bintang Gemini kulabuhkan hati
Ia yang selalu berkata berhakikat
Memang telah menawan hati
Hingga dapat kuterawang keindahan jiwanya
Di mana sebuah pintu telah menanti
Meskipun terlalu tua untuk sebuah kunci yang berkarat
Ketulusan sang Gemini sanggup membuka semua pintu

Padanya kulabuhkan jiwa
Menuju pada sebuah kesempurnaan hidup
Di mana kesempurnaan hidup adalah bersyukur 
Dan hanya untuk selalu bersyukur
Seperti sabdanya pada alam 
Di setiap perkataannya yang senantiasa berhakikat
Ia memang pria gemini yang menawan
Dialah laut budi tepian akal

(16-6-2019)


Perjalanan di Awal Juli

Aku mengikutinya di pagi hari yang cerah
Saat itu matahari baru saja menyingsing
Dengan sepenuh hatiku
Aku mengikutinya berjalan dengan kaki telanjang
Sambil menuliskan sebuah tembang
Tentang sebuah perjalanan menuju awal

Hari itu sang bulan Juli menyambut dengan sukacita
Sampai sang Gerimis perlahan-lahan turut mengiringi perjalanan kami
Menyempurnakan tembang yang kutulis 
Yang kupersembahkan hanya untuknya

Tembang itu sesederhana hidupku
Bagaimana sebuah perjalanan menjadi sebuah tonggak sejarah kebahagiaanku
Seperti memperbaiki sejarah hidup di masa lampau
Dari timur menuju ke barat
Dan kembali pulang ke tanah leluhur di masa kini

Kisah dalam lagu ini pun sangat sederhana
Ini adalah tentang perjalanan di awal bulan Juli
Menuju ke tanah yang pernah dihuni oleh sang Ratu Adil
Membangun istana bahagia
Menjadikan bumi laksana surga
Mewujudkan cita-cita dalam hidupnya
Atas tuntunan dan perkenanNYA

Aku masih terus setia mengikutinya
Meski tembang yang kutuliskan  belum juga usai di akhir
Dan aku masih saja berdiri di sampingnya 
Bersandar mesra di bahunya yang kokoh
Menatap rembulan yang mulai menyapa
Yang menjadi puncak kebahagiaanku di awal bulan Juli

Akhirnya kaki ini menginjak tanah impian bersama
Menuju sebuah awal 
Yang ternyata sekaligus menjadi akhir sebuah perjalanan
Kesetiaan itu memang telah ada sebelum awal
Dan janji setiaku pada perjalanan ini
Akhirnya melengkapi syair lagu yang kutulis hanya untuknya
Sebuah bingkisan indah dari alam
Tatkala telah berada di tanah sang Ratu Adil

Kepada Yang Tak Berawal dan Yang Tak Berakhir aku memang pernah berjanji
Napasku menjadi napasnya
Jiwaku menjadi miliknya
Ragaku pun menjadi haknya
Dan bersatu dalam kasih yang tak berkesudahan
Melahirkan cahaya bintang baru
Hasil sebuah perjalanan 
Menuju kesetiaan abadi

Malam itu gerimis menjatuhkan airnya dengan lembut
Sesekali kuulurkan tangan menangkap tetesannya
Merasakan setiap sentuhan molekulnya
Membayangkan betapa indahnya tarian alam dalam atom
Tatkala aku memasuki dunia materi tanpa kesengajaan
Di mana atom-atom bergabung dan terurai
Saling mengikat dan menguraikan ikatan

Dan dari setitik air yang jatuh malam itu
Akhirnya terungkap rahasia di atas rahasia
Seperti atom yang katanya adalah unsur dasar pembentuk alam semesta yang tak dapat dibagi lagi
Ternyata perjalanan waktu pun telah membuka tabir
Ada quark yang lebih kecil dari atom
Bagian pembentuk dari proton dan neutron dalam inti atom

Tarian atom malam itu
Akhirnya memang menyingkap indahnya bagian dari semesta yang tak terlihat
Di kala elektron mengedari inti atom
Betapa kekuatan dahsyat dan kilatan cahayanya
Menyempurnakan indahnya jagad kecil yang tak tampak
Tangan ini terasa lunglai tak berdaya
KuasaNYA sungguh sempurna
Karena dalam perjalanan ini pun juga telah mengungkap banyak unsur pembentuk keindahan yang tak tampak
Yang tak dapat lagi didefinisikan

Perjalanan itu memang sempat berjalan melambat
Tapi begitulah tarian alam
Terkadang keindahannya sungguh tak terduga
Cepat dan lambat menjadi tak ada bedanya
Bahkan diamnya yang tanpa gerak pun menyempurnakan keindahannya
Tarian alam itu memang sungguh misterius 
Dan tampak begitu nyata malam itu
Di antara hujan gerimis yang mengguyur jalanan kering

Kini laguku tak lagi berhenti di jalanan kering
Ia mengalir bagai air hujan
Semakin malam semakin deras
Menembus gelapnya jalanan tanpa lampu
Cahaya dalam dirilah yang kemudian bersinar menjadi terang
Hingga sang pena turut menari 
Dalam sebuah hamparan nan suci
Mencatat sabda alam pada selembar kertas merang

Petikan gitarku pun sesekali terhenti
Tepat saat embusan napasku tiba-tiba tertahan
Tak kuasa menahan haru
Menyanyikan sepenggal lirik indah
Yang tiba-tiba tercipta begitu saja dalam perjalanan ini
Di mana aku telah dijadikannya bintang 
Dalam kisah di hidupnya

Sesekali kuhentikan nyanyianku 
Yang belum juga usai di ujung malam
Kulihat jalanan itu masih basah
Dan bila kebahagiaan itu telah kutemukan hari ini
Saat aku berdiri disampingnya dan bersandar dibahunya
Maka kebahagiaan itu akan abadi dalam janji kesetiaan
Dan karena esok akan menjadi hari ini
Kupastikan nada-nada laguku pun tak akan sumbang
Sepanjang perjalanan menuju tanah sang Ratu Adil

Aku masih terus mengikutinya dengan sepenuh hatiku
Bahkan saat mimpi-mimpi indah itu datang
Bebas merdeka memilih tokoh dan kisah hidup
Kesetiaan itu ternyata masih tetap terjaga meskipun dalam buaian mimpi
Seperti alam yang juga senantiasa setia dengan hukumnya

Kesetiaan itu masih tetap terjaga 
Karena janji setiaku memang bukan kepadanya
Tapi kepada sang pemiliknya yang sejati
Kepada Dialah aku berjanji 
Dia Yang Tak Berawal dan sekaligus Yang Tak Berakhir

Aku mengikutinya di pagi hari
Saat itu matahari baru saja menyingsing 
Dengan sepenuh hatiku, aku berjanji
Berjalan di sampingnya dengan kaki telanjang
Sambil menuliskan sebuah tembang
Tentang perjalanan menuju sebuah awal

Kini, janji itu telah lebur dalam keikhlasan yang sempurna
Di suatu malam di awal bulan Juli
Yang membuatku tak lagi melekat dengan kebahagiaan semu
Ketika surga benar-benar telah menjelma dalam diri sang bintang Gemini
Yang menjadikan awal sebuah perjalanan
Sekaligus menjadi sebuah akhir

Hari ini tembang itu telah dinyanyikan
Merayakan sembilan tahun perjalanan kami
Di mana kini kami telah berdiam dan menetap di tanah surga
Menyanyikan lagu indah dan menarikan tarian alam
Menikmati indahnya hidup di istana sederhana
Bersama Dia Yang Tak Berawal dan sekaligus Yang Tak Berakhir

(1-7-2019)

Artikel Terkait