Perguruan tinggi adalah sebuah lembaga yang menyelenggarakan pendidikan tinggi yang memiliki fungsi penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengkajian di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini juga harusnya disertai dengan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan kemanusiaan yang sesuai dengan kebutuhan hidup dan pembangunan bangsa.

Dalam penyelenggaraan sistem pendidikan khususnya pendidikan tinggi, diupayakan sistem tersebut mampu mengelola sumber daya manusia yang memiliki integritas. Perguruan tinggi juga harus mampu memberikan kemampuan akademik berkualitas atau sumber daya professional sesuai dengan bidangnya.

Dengan demikian perguruan tinggi memiliki peranan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk pembangunan dan daya saing bangsa di era globalisasi ini.

Perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan khusus dan spesial apabila dibandingkan dengan lembaga pendidikan lainnya. Perguruan tinggi memiliki hak kebebasan akademik dan otonomi keilmuan, hal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990.

Kebebasan akademik yang diatur tersebut merupakan kebebasan yang dimiliki oleh anggota civitas akademika atau mahasiswa untuk secara bertanggung jawab dan mandiri dalam melaksanakan kegiatan akademik/kemahasiswaan yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam melaksanakan kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik inilah mahasiswa sebagai calon lulusan dari perguruan tinggi wajib untuk merevitalisasi dan mengaktualisasikan pilar kenegaraan (Pancasila dan UUD 1945). Hal tersebut berfungsi agar mahasiswa tidak kehilangan identitasnya sebagai penerus pembangunan bangsa dan mahasiswa tidak kehilangan arah pandangan hidup bangsanya.

Mahasiswa harus bertanggung jawab secara pribadi atas pelaksanaan dan hasilnya sesuai dengan norma dan kaidah keilmuan, yang dalam hal ini bertujuan untuk menguatkan dasar negara menuju penguatan karakter bangsa.

Mahasiswa yang memiliki pedoman kebangsaan dalam melakukan kegiatan pendidikannya di perguruan tinggi, akan menjadikan bangsa ini berkualitas dan memiliki daya saing kuat dalam peranan di era globalisasi ini. Perguruan tinggi yang dalam hal ini sebagai pencetak sumber daya manusia berkualitas pun wajib memberikan fasilitas yang layak untuk menunjang sistem pengajaran di ruang lingkup perguruan tinggi, mulai dari fasilitas pengajaran dan sumber daya pengajar.

Tujuan dari pendidikan yang diselenggarakan pendidikan tinggi adalah untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu sebagai mana dimaksudkan dalam pembukaan UUD 1945;

  1. Mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Berbudi pekerti luhur dan memiliki pengetahuan juga keterampilan
  3. Memiliki kepribadian yang berkualitas serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Pelaksanaan program pengajaran dan sistem perguruan tinggi harus bersinergi dengan civitas akademikanya guna mendapatkan hasil yang maksimal dari tujuan pembentukannya lembaga pendidikan ini. Mahasiswa atau civitas akademika yang menunjang perguruan tinggi pun harus memiliki tanggung jawab dan semangat dalam berkegiatan.

Globalisasi menunjang mahasiswa dan perguruan tinggi agar terus berpacu dan tetap memiliki pedoman dalam melaksanakan fungsi akademiknya, sehingga bangsa ini bisa terus bersaing dan tetap menjadi bangsa yang memiliki karakter.

“Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar… terimalah dan hadapilah.” -- Soe Hok-Gie (dalam Mandalawangi-Pangrango)