Penggunaan bahasa gaul pada remaja memunculkan istilah-istilah baru dalam bahasa Indonesia. Hal ini mengakibatkan munculnya makna baru pada suatu kata tertentu yang dianggap sebagai bahasa gaul.

Menurut Sugiyono dkk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tahun 2008, mengungkapkan bahwa bahasa gaul merupakan bahasa Indonesia yang bersifat non-formal dan digunakan oleh sekelompok orang tertentu dalam suatu pergaulan. Bahasa gaul digunakan sebagai lambang atau kode-kode tertentu dalam sebuah percakapan kelompok dan dapat dikatakan bahwa bahasa gaul merupakan bentuk kreativitas remaja karena adanya perkembangan zaman yang kian hari kian pesat. 

Kata yang dipilih dan dianggap sebagai bahasa gaul berasal dari bahasa asing, bahasa daerah, ataupun bahasa Indonesia yang mengalami pola pembentukan.

Bahasa gaul sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama kalangan generasi Z. Dalam teori generasi (Generation Theory) yang dikemukakan Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall, Penguin, (2004) dibedakan menjadi 5 generasi manusia berdasarkan tahun kelahirannya, yaitu: (1) Generasi Baby Boomer, lahir1946-1964; (2) Generasi X, lahir 1965-1980; (3) Generasi Y, lahir 1981-1994,sering disebut generasi millenial; (4) Generasi Z lahir 1995-2010 (disebut juga iGeneration, Generasi Net, Generasi Internet), Dan (5)Generasi Alpha, lahir 2011-2025.

Menurut sebuah artikel, anak generasi Z sejak kecil sudah mengenal tentang teknologi dan akrab dengan gadget canggih, yang mana secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka. Generasi Z mampu melakukan kegiatan seperti menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan music menggunakan headset dan apa pun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya.

Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi mampu mengubah segala aspek kehidupan, termasuk aspek kebahasaan. Salah satu contoh bahasa gaul adalah kata ‘gas’. Istilah kata ‘gas’ dapat disebut sebagai bahasa gaul (slang) ataupun sebuah kata dari bahasa Indonesia yang mengalami pergeseran makna. Hal ini membuktikan bahwa pada zaman sekarang ini, sebuah kata dapat memiliki lebih dari satu makna tergantung konteks kalimat atau tujuan kalimat tersebut.

Sebelum termasuk dalam bahasa gaul, kata gas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti zat ringan yang sifatnya seperti udara yang mana jika dalam suhu biasa ia tidak akan menjadi cair. Masyarakat saat ini tidak hanya menggunakan kata gas untuk menyebutkan bahan kimia, tetapi juga bermakna lain.

Contoh 1 :

A : “Hari Minggu kamu ada kegiatan nggak?”
B : “Enggak ada, kenapa?”
A : “Kita main yuk?”
B : “Gas lah!” 

Contoh 2 :

A : “Kamu ngapain disini?”
B : “Ya suka-suka aku dong mau dimana!”
A : “Santai dong nggak usah ngegas!” 

Contoh percakapan di atas terdengar tidak asing, bukan? Untuk mengetahui makna apa yang di maksud, suatu kata dilihat dalam konteks kalimat secara keseluruhannya. Dari contoh percakapan tersebut, kata gas mengalami pergeseran makna.

Dalam survei yang dilakukan penulis melalui media google form yang diikuti oleh seratus orang lebih menyatakan bahwa kebanyakan orang menggunakan kata ‘gas’ untuk mengiyakan sebuah ajakan. Dalam survei tersebut juga dihasilkan bahwa kata ‘gas’ dianggap sebagai kata yang menggambarkan ekspresi diri yang penuh emosi seperti contoh percakapan di atas.

Sama halnya seperti orang yang sedang mengendarai motor, hal penting untuk melajukan motor tersebut adalah dengan memutar handle gas. Oleh sebab itu, istilah ‘gas’ mempunyai maksud untuk mengungkapkan kondisi berjalan, melaju, dan jalan terus, maka dalam suatu konteks yang lain, kata ‘gas’ memiliki maksud mengiyakan ajakan.

Di samping itu, kosakata gaul tersebut juga menggambarkan ekspresi diri seseorang yang penuh emosi. Sehubungan dengan maksud mengiyakan sebuah ajakan, makna lain kosakata ‘gas’ juga diambil dari gas yang ada pada kendaraan bermotor, yang mana identik dengan suaranya yang keras dan berfungsi untuk meningkatkan kecepatan. 

Seseorang yang sedang emosi akan meluapkan kata-kata yang keras atau sarkastik dengan kondisi yang tidak tenang dan kata gas menjadi salah satu pilihan kata untuk menggambarkan ekspresi diri yang sedang emosi. Walaupun membentuk makna baru, makna pertama dari kata gas tetaplah digunakan untuk mengungkapkan zat kimia.

Pada zaman sekarang ini, bahasa menjadi sebuah trend dalam perkembangan zaman. Kata ini sering digunakan oleh masyarakat khususnya para remaja baik di dunia nyata maupun dunia maya (social media).

Pada survei yang dilakukan untuk mengetahui mengapa masyarakat menggunakan kata “gas”, mayoritas menuliskan bahwa kata tersebut simpel dan singkat, sehingga sudah terbiasa, dan mudah dipahami. Kata ini semakin populer dan menjadi bahasa yang lumrah karena mereka terbawa arus teman sepergaulan, sehingga semakin banyak orang yang menggunakan kata tersebut dan menjadi sebuah trend.

Di zaman yang semakin maju ini sangat mungkin jika suatu kata akan mengalami pergeseran makna karena kreativitas remaja dan juga pengaruh pergaulan dalam berkomunikasi di dunia nyata maupun dunia maya (sosial media). Hal ini menunjukkan bahwa kata ‘gas’ telah mengalami pergeseran makna dari arti yang sebenarnya (menurut KBBI).