Sebagai manusia, tentu kita mendambakan kehidupan yang "ideal". Berbagai hal dijadikan indikator ke-ideal-an hidup seseorang. Mulai dari anggapan bahwa hidup ideal adalah ketika kita memiliki banyak uang, mobil mewah, memiliki teman yang banyak, memiliki rumah tangga yang harmonis, tinggal di komplek mahal, dan masih banyak lagi

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kriteria tersebut. Ke-ideal-an hidup sejatinya hanya dapat dinilai dan diciptakan oleh diri sendiri. Fenomena tersebut kerap dirasakan oleh perempuan dan laki-laki. Keduanya memiliki perspektif yang berbeda terkait keidealan hidup. Pertanyaan besarnya ialah, apakah perasaan ideal tersebut menciptakan kebahagian yang hakiki?

Beberapa waktu lalu, pemberitaan Thailand dihebohkan dengan munculnya kasus kematian Tangmo Nida. Tangmo Nida merupakan selebriti asal Thailand yang sudah tidak asing lagi di kalangan entertainment negara gajah putih tersebut. Kasus kematian Tangmo Nida ini berhasil menyorot media media asing di seluruh Asia. Kematiannya yang penuh teka-teki, membuat kasus ini cukup kompleks untuk dijelaskan.

Tangmo Nida ditemukan tewas di Sungai Chao Phraya. Dikabarkan bahwa dia terjatuh dari boat yang ditumpanginya. Namun demikian, informasi yang beredar tersebut cukup menjanggal dari bukti-bukti lainnya yang menyertai. Mulai dari adanya dugaan pembunuhan berencana disertai penganiayaan yang dilakukan oleh teman-teman dan manajernya di boat yang saat itu ditumpangi korban. Fakta-fakta atas kejanggalan kasus tersebut pun turut serta diungkap oleh netizen di sosial media. 

Cuitan-cuitan di sosial media pun merebak dan sedikit banyaknya membuat statement yang menyatakan kekhawatiran atas berbagai hal yang dominan lekat oleh perempuan. Tentu, cuitan-cuitan tersebut datang dari para perempuan di sosial media. Kekhawatiran akan kecantikan hingga lingkup pertemanan, seakan akan menghantui para perempuan di luar sana. 

Seperti kita ketahui bersama bahwa Tangmo Nida merupakan salah satu selebriti sukses yang sudah melanglang buana di dunia perfilman Thailand yang tentu juga berpengaruh terhadap keuangannya yang melimpah. Ia pun dikenal sebagai pribadi yang baik hati, menyenangkan, dan berjiwa sosial tinggi. Tentu hal tersebut dapat dikatakan sebagai kehidupan yang ideal bagi seorang perempuan.

Namun hingga di akhir hidupnya, ia mengalami perbuatan yang tidak berperikemanusiaan. Setelah apa yang ia lakukan untuk sekitarnya dan apa yang telah ia peroleh, nyatanya hal tersebut tidak menjamin kebahagiaan menyertai kehidupannya. Hal ini dikaitkan dengan dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh teman-temannya dan manajernya yang terjadi atas dasar ketidaksukaan terhadap korban.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan dalam proses mencapai kebahagiaan,

Mengenal lebih dalam diri sendiri

Seiring berjalannya waktu selama kita hidup, nyatanya terkadang kita masih belum bisa mengenal diri kita sendiri. Saya pernah menonton sebuah video tiktok yang menyebutkan bahwa kadang kala perlu ditanyakan, kenapa ketika kita menghadapi masalah mental, kita senantiasa mendatangi seorang psikologi atau tenaga ahli lainnya. Padahal sebenarnya hanya diri kita lah yang mengerti bagaimana keadaan kita sebenarnya, hal apa yang kita butuhkan, dan lain sebagainya. 

Dengan lebih mengenal diri sendiri, kita akan lebih mudah menindaklanjuti hal hal yang sekiranya "janggal" pada diri kita. Setelah mengenal diri sendiri, langkah selanjutnya adalah mencintai diri sendiri atau self love. Lagi lagi self love menjadi satu dari sekian langkah yang dapat kita lakukan untuk belajar mensyukuri atas apa yang terjadi dalam diri kita.

Melakukan hal-hal yang kita sukai

Faktanya, kita akan lebih maksimal mengerjakan sesuatu yang kita cintai atau kita sukai. Misalnya hobby atau daily activity yang kita sukai. Hal ini karena ketika perasaan sudah merespon dengan baik atas suatu pekerjaan, maka kita secara mental akan lebih ringan dan nyaman dalam mengerjakan suatu pekerjaan tersebut. 

Dengan demikian, selain pekerjaan yang kita lakukan selesai, kita pun akan diselimuti rasa bahagia dalam pengerjaannya. Bermain dengan hewan peliharaan pun terbukti dapat mengurangi stress dan tentu akan membuat pemiliknya bahagia.

Tidak memiliki hutang

Hidup manusia tidak jauh jauh dengan yang namanya hutang. Sebelum memasuki fase rumah tangga pun, hutang sudah dilakukan oleh orang orang muda. Terlebih jika kita menghutang demi kepentingan pribadi seperti berfoya-foya dalam belanja online, ketika tidak ada uang maka menggunakan fitur pay later. Kemudian lama kelamaan akan terbiasa menggunakan fitur tersebut sehingga hutang belanja semakin banyak. 

Maka demikian, penulis menyarankan untuk meminimalisir menghutang dengan seseorang. Menurut tayangan Youtube yang pernah penulis saksikan, mengatakan bahwa kita bergaya jangan terlalu memaksa dengan keadaan, bergaya lah sesuai kelas. Percayalah, tidak adanya hutan, akan membawa kebahagiaan.

Maka demikian, definisi hidup yang ideal bagi setiap orang yakni tentu berbeda. Bagi perempuan yang memberikan cuitan di media sosial menyatakan bahwa setelah mendengar pemberitaan tersebut, mereka mulai belajar untuk lebih menghargai keadaan yang ada. Mereka juga menuliskan bahwa sebagai perempuan, sudah seharusnya lebih dapat bijak dan berhati hati dengan dunia luar. 

Karena kita tidak pernah dapat mengontrol pikiran dan hati orang lain untuk terus dapat menyukai kita. Dalam perspektif Islam, ketika kita bersyukur atas apa yang dimiliki saat ini, maka Allah akan senantiasa akan memberikan yang lebih. Hal lebih tersebut dapat berupa kebahagiaan serta ketenangan batin.