Perempuan jadi satu-satunya makhluk yang punya banyak keunikan, makhluk yang sering disebut sebagai makhluk lemah lembut, penyayang, penyabar, tangguh, dan lainnya. Namun di balik itu semua, perempuan tetaplah perempuan. 

Perempuan tetaplah manusia seperti pada umumnya. Kadang ia juga mengeluh, kadang ia sangat bersemangat, bahkan kadang ia merasa sangat tidak percaya diri. Banyak ragamnya.

Terlebih pada zaman sekarang ini, kebanyakan perempuan dituntut harus sempurna, harus cantik, harus bisa ini dan itu alias mandiri. Tidak ada yang salah memang. Bagi saya, perempuan yang mandiri adalah perempuan yang hebat. Tapi kalau dituntut sempurna? Saya tidak setuju.

Tidak ada manusia yang sempurna. Secantik apa pun dia, sebaik apa pun kepribadiannya, pasti ia memiliki setidaknya satu atau dua kekurangan. Lalu, harus cantik? Perempuan pada dasarnya memang sudah cantik. Ingat, cantik itu relatif.

Bagaimana dengan perempuan hebat? Saat saya mengatakan perempuan hebat, siapa yang terlintas di pikiranmu? Ibumu, kan? Ibu adalah salah satu perempuan terhebat yang pernah ada. Tidak hanya hebat, ia juga kuat dan tangguh.

Dalam suatu waktu, saya sangat kagum dengan perempuan yang mampu menyembunyikan segala kesedihannya di depan orang banyak. Saya sadar bahwa perempuan ternyata memang sehebat dan sekuat itu. Walaupun perasaannya sedang berkecamuk tidak karuan.

Saya jadi teringat tentang beberapa kejadian yang saya simak di laman Twitter pribadi saya. Masih banyak sekali orang-orang  yang tanpa sadar atau bahkan sengaja saling melukai perasaan satu sama lain.

Saya heran, bagaimana bisa mereka berkata yang sepantasnya tidak harus dikatakan? Apalagi mereka mengatakannya di laman Twitter, tidakkah pernah mereka berpikir bahwa jejak digital itu kejam? 

Jejak digital itu selalu ada, seperti bayangan yang akan selalu ada. Apa mereka tidak takut jika suatu saat nanti, perkataan yang mereka ucapkan itu, akan menjadi boomerang di kemudian hari?

Lalu kembali lagi bahwa perempuan itu harus cantik? Kalaupun semua perempuan harus cantik, ia pasti akan melakukan itu untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain. Kalau mereka merasa dirinya sudah cantik, maka mereka akan merasa bahagia. Tampil cantik merupakan suatu kepuasan tersendiri bagi seorang perempuan.

Tapi di balik itu semua, mau secantik apa pun mereka, perempuan terkadang juga akan merasa insecure. Mereka merasa tidak percaya diri, merasa tidak sebaik dan secantik perempuan lainnya. Itu merupakan hal wajar bagi setiap perempuan. Saya sendiri juga pernah merasa insecure dengan perempuan lainnya.

Saya tidak memiliki tubuh yang ideal, saya tidak memiliki tinggi tubuh yang semampai, saya memiliki bekas jerawat, saya tidak memiliki rambut sebagus perempuan lainnya, dan saya juga tidak jago make up.

Atau, saya juga pernah insecure dengan mantannya gebetan saya, saya selalu membandingkan mantannya dengan diri saya yang tidak sebanding dengan dia. Saya merasa tidak memiliki apa pun yang bisa saya banggakan. Bahkan, saya merasa tidak pantas jika saya menyukai gebetan saya saat itu.

Semua itu normal. Insecure itu hal yang wajar. Pelajaran yang dapat saya petik adalah bahwa saya dan dia jelas berbeda. Kita semua berbeda. Tergantung bagaimana cara kita memandangnya. Ah, saya jadi teringat dengan beberapa kutipan yang pernah saya baca.

Untuk siapa pun yang baca ini,
Kamu cantik
Berapa pun angka di timbanganmu,
Bagaimana bentuk tubuhmu,
Apa pun warna kulit dan rambutmu,
Berapa pun tinggimu,
Apa pun bentuk matamu,
Apa pun kondisi kulitmu.

Mungkin di antara kalian, ada yang pernah bertanya di dalam hati, "bagaimana rasanya menjadi cantik?" Semua perempuan itu pada dasarnya cantik. Yang perlu ditanyakan itu, "apakah kamu sudah merasa percaya diri?" 

Begini, pernah tidak kalian berbicara di depan cermin, berpose, berbicara layaknya ahli juru bicara? Atau pernahkah kalian bermonolog di depan cermin, “dipikir-pikir aku cantik juga, kok!” atau “aku cantik juga ya.” Karena, jujur, saya juga pernah melakukannya. Tidak perlu malu untuk mengakuinya.

Jangan berpikir bahwa orang lain lebih baik darimu. Jangan pernah merasa bahwa kamu tidak cantik seperti mereka, jangan pernah merasa bahwa kamu tidak sebaik mereka. Setiap orang punya permasalahannya sendiri, setiap orang punya titik terendahnya masing-masing. Kita saja yang tidak pernah tahu.

Jangan biarkan insecure menguasai dirimu. Jangan pernah termakan angan karena ingin menjadi seperti orang lain. Jadilah dirimu sendiri. Kamu tidak perlu insecure dengan orang lain, yang perlu kamu lakukan adalah mengambil sisi baiknya. 

Mengingat bahwa kita itu sama. Semua manusia itu sama. Jangan pernah merasa tidak pantas bagi siapapun. Perempuan itu unik dan istimewa dengan caranya sendiri. Perempuan itu kuat dan tangguh. Perempuan itu cantik dan berani. Kita seberharga itu.

Dan teruntuk perempuan, cantik tidak harus memiliki wajah yang rupawan dan penampilan yang menawan. Jadilah perempuan yang cantiknya berasal dari dalam hati. Jika hatimu cantik, auramu akan terpancar begitu saja. Jadilah cantik dengan cara yang nyaman. Jadilah bahagia agar kau terlihat cantik.

“The beauty of women must be seen from in her eyes, because that is the doorway to her heart, the place where love resides. “ — Audrey Hepburn