Nusantara adalah kata yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Namun ternyata, belum banyak yang tahu makna dari Nusantara itu sendiri. Sebagian besar masyarakat Indonesia mengartikan bahwa Nusantara adalah nama lain Indonesia, atau penggambaran bentuk negara kita yaitu kepulauan. Pernyataan tersebut tidaklah seutuhnya salah, namun pada hakikatnya arti Nusantara lebih dari sekedar makna sebuah kata.

Nusantara adalah perspektif negara kepulauan dengan segala aspek kehidupan yang beragam. Nusantara mengarahkan bangsa Indonesia untuk mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi mencapai tujuan bersama. Setiap pribadi masyarakat tentunya wajib untuk andil peran dalam penjagaan wilayah-wilayah Indonesia demi terjaganya kesatuan dan persatuan bangsa.

Hari Perayaan Nasional: Hari Nusantara

Hari Nusantara yang jatuh pada 13 Desember setiap tahunnya adalah salah satu bentuk dari perwujudan cinta nusantara dan tanah air. Hari Perayaan Nasional ini dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1999, yang kemudian disahkan pada tanggal 11 Desember 2001 oleh Presiden RI Megawati Soekarnoputri. Latar belakang dari perayaan ini adalah untuk mengingat kembali Deklarasi Djuanda. Deklarasi tersebut menyatakan bahwa wilayah Indonesia menyatukan kembali wilayah dan lautannya menjadi satu kesatuan yang utuh dan berdaulat.            

Sebelum adanya Deklarasi Djuanda, wilayah laut Indonesia hanya sebatas 3 mil dari garis pantai, seperti yang tertera pada Territoriale Zeeën en Maritieme Kringen Ordonantie (TZMKO). Dengan peraturan tersebut, kapal-kapal asing dapat berlayar dengan bebas di dalam wilayah Indonesia. Djuanda Kartawidjaja, Perdana Menteri pada saat itu, membulatkan tekatnya untuk membuat deklarasi ini yang menyatakan bahwa wilayah laut Indonesia lebih dari itu karena negara kita adalah negara kepulauan, di mana wilayah laut di sekitar, di antara, dan di dalam kepulauan Indonesia terhitung sebagai wilayah Indonesia.

Pentingnya Hari Nusantara

            Tujuan utama dari hari Nusantara adalah memberikan gambaran dan perspektif bagaimana pentingnya menjaga wilayah dan kesatuan negara, terutama pada wilayah perairan. Tidak untuk memperingati hari bertambahnya luas wilayah Indonesia, namun untuk memperingati bertambahnya keberagaman dan berusaha untuk menjaganya.

Meski telah terlaksana selama hampir 20 tahun, hari perayaan ini nampaknya kurang familiar di telinga masyarakat, di mana sebenarnya peran masyarakat sangatlah penting pada perayaan ini. Kurangnya perhatian pada hari Nusantara dapat diakibatkan oleh kurangnya paparan oleh hal-hal yang berbau Nusantara, di saat masyarakat saat ini lebih sering berhubungan oleh budaya asing.

Pada Hari Nusantara, masyarakat dapat memahami bagaimana negaranya menyatukan kembali wilayahnya. Masyarakat dapat memahami apa yang dimaksud dengan persatuan dan kesatuan bagi Indonesia. Selain itu, keamanan wilayah negara dapat juga terjaga dengan adanya kesadaran masyarakat Indonesia mengenai Nusantara, yang dapat menjurus pada kesatuan Negara Republik Indonesia. Dapat dikatakan bahwa, meski Hari Nusantara terlihat seperti perayaan hari nasional kecil dan tidak menarik, peran dan dampak dari perayaan tersebut dapat juga mempengaruhi keberlangsungan kesatuan bangsa.

Peran Kaum Milenial

            Bertambahnya wilayah kemaritiman juga dapat berarti bertambahnya potensi-potensi yang dapat digunakan untuk kemajuan negara, mulai dari segi ekonomi, budaya, sampai pariwisata. Di mulai dari segi ekonomi, Indonesia memiliki banyak potensi, terutama pada sektor maritim. Indonesia memiliki wilayah maritim sebesar 75% total wilayah negara. Dengan pemanfaatan potensi maritim secara produktif, Indonesia dapat mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan, serta membantu pertumbuhan ekonomi negara. Dengan mengenali potensi negara tersebut, masyarakat Indonesia dapat memaksimalkan usahanya demi kemajuan negara.

            Kutipan dari Ir. Soekarno,” Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia” ternyata menunjukkan wujud nyatanya. Pemuda dapat membawa perubahan di segala kondisi, termasuk tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesatuan Nusantara dan pertumbuhan negara.

Pada jaman dahulu, pemuda harus ikut andil dalam penjagaan wilayah dengan cara yang berat sebagai salah satu peran menjaga Nusantara, seperti ikut perang atau mengarungi samudra untuk menjaga perairan Indonesia. Namun, pemuda jaman sekarang dapat melakukannya dengan bantuan teknologi yang sudah ada atau dengan cara lainnya yang lebih kekinian yaitu dengan keterlibatan internet dan media sosial.

            Salah satu cara yang paling sederhana dan dapat memberikan dampak adalah membaca atau memahami wilayah-wilayah Indonesia yang kemudian dapat dibagikan ke berbagai media sosial. Memberikan paparan pengetahuan mengenai nusantara dapat membantu masyarakat luas mengetahui wilayah-wilayah Indonesia, yang kemudian dapat membantu terjaganya wilayah-wilayah tersebut.

Cara lain yang lebih menyenangkan adalah menjelajahi wilayah Indonesia daripada berlibur ke luar negeri. Selain menumbuhkan pertumbuhan ekonomi lokal, pengetahuan akan Nusantara juga meningkat. Hal ini muncul karena adanya rasa kagum dan bangga pada wilayah yang dikunjungi, yang kemudian muncul rasa memiliki. Perasaan itulah yang akan membantu seseorang untuk dapat mempertahankan yang telah dimiliki, di mana pada kasus ini adalah wilayah Indonesia. Saat menjelajahi suatu wilayah, ada baiknya untuk mengabadikan kegiatan atau peristiwa yang dapat memberikan rasa kagum, bangga, dan memiliki kepada masyarakat luas ketika diunggah atau dibagikan di media sosial.

Tak terkecuali pada bidang pendidikan. Sulitnya mendapatkan akses pendidikan yang mudah dan kurangnya pengetahuan akan wilayah Indonesia di berbagai wilayah pelosok Indonesia juga merupakan masalah yang masih sering muncul. Dalam hal ini, para pemuda dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dengan cara menjadi sukarelawan. Pemuda dapat memberikan berbagai ilmu, seperti pentingnya menjaga perbatasan wilayah bagi masyarakat pesisir dan perbatasan, pentingnya cinta tanah air, atau melakukan bersih daerah bersama sebagai wujud cinta tanah air.

Peluang juga tidak tertutup bagi pengusaha muda yang kian jaman mulai menjamur di berbagai wilayah Indonesia. Tak hanya di wilayah daratan Indonesia yang memiliki potensi, wilayah maritim juga tak kalah besar potensinya untuk menjalankan suatu usaha. Dengan pembukaan usaha ini, pemuda juga turut andil dalam pertumbuhan dan kemajuan Indonesia.

Kuncinya adalah pemuda jaman sekarang seharusnya memberikan contoh dan gebrakan baru sebagai tanda mengenal nusantara dan cinta tanah air. Jangan hanya mengikuti arus jaman dengan pengaruh barat, pemuda juga harus bisa membuat arus sendiri dengan gaya Indonesia yang tak kalah hebatnya. Ada baiknya, para pemuda mulai mengembangkan kreasi dengan memanfaatkan teknologi yang ada demi berkembangnya rasa nasionalisme masyarakat dan pertumbuhan negara Indonesia.