Arsiparis
2 tahun lalu · 118 view · 2 menit baca · Media info-553635_960_720.jpg
Foto: pixabay.com

Peranan Arsiparis di Era Informasi

Kemajuan informasi yang ditandai dengan kemudahan akses internet sehingga memudahkan orang untuk berbagi informasi membuat dua serasa semakin menyempit tak berjarak lagi. Apa yang yang terjadi di belahan dunia lain bisa dalam waktu bersamaan dilihat dan diterima oleh orang di belahan dunia yang lain.

Namun tidak semua informasi yang tersaji di internet adalah informasi yang kredibel karena semua bisa berperan serta tanpa adanya penyaring yang bisa menjamin reliabilitas informasi tersebut. Seorang siswa bisa dengan mudah menjawab tugas pekerjaan rumahnya dengan cepat hanya dengan browsing di internet yang sekarang semakin murah.

Begitu juga seorang mahasiswa yang sedang mengadakan penelitian untuk tugas akhirnya bisa dengan cepat memperoleh bahan yang dibutuhkannya hanya dengan berselancar di internet tak kurang dari satu jam. Pertanyaannya adalah apakah semua bahan informasi yang diberikan oleh internet tersebut valid dan bisa dipertanggungjawabkan? Masih menjadi pembahasan beberapa kalangan ilmiah untuk itu.

Arsiparis sebagai pengelola informasi yang mempunyai tingkat otentisitas maupun reabilitas tinggi bisa mengambil celah kekurangan ini untuk bisa menjadi sumber informasi yang terpercaya. Mengapa demikian? Ini dikarenakan apa yang dikelola arsiparis adalah rekaman kegiatan dalam corak apapun yang otentik karena tercipta bersamaan sebuah kegiatan atau transaksi itu berlangsung.

Selain itu masih juga harus dipenuhi oleh seorang arsiparis sebelum mengelola arsip tersebut adalah keabsahan sebuah dokumen misalnya terkait ciri-ciri naskah, pejabat yang terlibat, atau misalnya foto, bahwa foto tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah proses kegiatan sehingga tidak ada informasi yang terpisah karena yang dikelola arsiparis adalah sebuah berkas utuh sebuah kegiatan.

Inilah yang membedakan antara informasi kearsipan dan informasi media lainnya pada umumnya.

Tentunya akan sangat riskan apabila arsiparis mengelola informasi yang tidak otentik karena apa apa yang dikelola oleh seorang arsiparis adalah sesuatu yang bisa menjadi bukti di pengadilan atau ke depan bisa menjadi bahan pertanggungjawaban sebuah kegiatan. Jadi dari sini bisa kita lihat bahwa apa yang disajikan oleh arsiparis bisa dijadikan sumber yang kredibel dan terpercaya bagi para pengaksesnya.

Melihat hal ini arsiparis harus bisa berkiprah berkiprah lebih jauh di dunia keramaian teknologi informasi. Penguasaan sarana teknologi informasi mutlak diperlukan agar arsiparis tidak ketinggalan jaman dan bisa berpartisipasi untuk menjadi bagian penyaji informasi di era globalisasi. Biar bagaimanapun keabsahan sebuah sumber informasi masih menjadi titik berat utama bagi para penggunanya agar informasi bisa dipertanggungjawabkan.

Bila kondisi tersebut bisa terjadi tentunya apa yang disajikan oleh arsiparis niscaya akan menjadi referensi utama setiap orang yang butuh informasi karena datanya otentik dan reliabilitasnya juga tinggi. Informasi adalah hak warga negara jadi warga negara pun berhak untuk memperoleh informasi yang kredibel dan terpercaya. Dan arsiparis harus bisa menjawab tantangan tersebut.