Tidak dapat dipungkiri, bangsa ini bisa merdeka, tercipta stabilitas, dapat menjadi negara berkembang, dikarenakan antara lain, peranan para ulama yang mengobarkan semangat persatuan bangsa.

Sejarah bangsa kita telah menjadi bukti kebenaran peran ulama dalam membela eksistensi kemerdekaan bangsa. Sebagaimana peranan ulama terdahulu, terjalin sebuah hubungan yang sangat erat antara ulama dengan semua lapisan masyarakat. Hubungan tersebut terjalin atas dasar pikiran dan rasa yang mendalam.

Itulah sebabnya, para ulama sangat mengerti problem-problem yang terjadi dalam suatu masyarakat, dan pengertian mereka itu tidak terbatas pada hukum-hukum agama, tetapi juga mencakup seluruh problem kehidupan. Sebagaimana sejarah bangsa telah mencatat bahwa, ulama bahkan mampu memimpin masyarakat untuk mengangkat senjata di hadapan para penjajah.

Kedudukan ulama sebagai waratsah al-anbiya’ (pewaris para nabi) yang terwujud melalui pemahaman dan pengamalan pada nilai-nilai Alquran dan sunnah, telah benar-benar memberikan andil yang cukup besar untuk keberlangsungan berbangsa dan bernegara.

Dalam konteks Indonesia, peran ulama cukup besar dalam pembentukan negara-bangsa. Lahirnya spirit nasionalisme tidak serta merta lahir tanpa suntikan dari spirit agama, melalui peran ulama dalam membina serta menjaga kedaulatan bangsa. 

Jadi, dengan apa yang telah digariskan oleh para ulama, membela bangsa merupakan perwujudan dari seruan ajaran Islam yang mesti ditaati dan dijunjung tinggi oleh segenap bangsa.

Selama ini, ulama telah berperan untuk senantiasa merawat hati, jiwa, dan pikiran masyarakat agar senantiasa menjadi manusia yang baik, yakni manusia yang memperbaiki hubungan kepada Tuhan dan sesama makhluk ciptaan-Nya.

Ulama dalam setiap kesempatannya, tak ubahnya selalu mengingatkan agar masyarakat selalu menempuh jalan yang baik, menjauhi pelanggaran-pelanggaran seperti mencuri, merampok, korupsi, minum minuman keras, mengonsumsi narkoba, menjauhi zina, tidak melakukan percintaan dan pernikahan sesama jenis karena semua itu adalah perbuatan yang tercela.

Bahkan ulama selalu mendorong agar memperhatikan dan mempersiapkan generasi penerus yang baik, generasi yang patuh menjalankan ajaran agamanya serta mencintai aturan pemerintahnya.

Sungguh tidaklah ringan tugas serta peranan yang dipikul seorang ulama. Ia harus selalu menyampaikan segala yang tersurat dan tersirat dalam Alquran sebagai suatu kewajiban, di samping harus dapat memberikan penjelasan dan pemecahan terkait problem yang dihadapi masyarakat, berdasarkan Alquran dan sunnah.

Sikap Pemerintah

Karena itu, pemerintah harus melindungi dan menjaga ulama. Pemerintah harus selalu menjaga kedudukan para ulama agar menjadi panutan masyarakat. Dengan peranan para ulama selama ini, pemerintah mesti selalu berkoordinasi dan meminta pandangan-pandangan ulama dalam mengambil suatu kebijakan.

Suatu pemerintah yang mengabaikan peranan para ulamanya, bahkan malah memandang ulama sebagai ancaman stabilitas negara, adalah cermin pemerintahan yang mulai tidak sehat.

Tidak sehat lantaran pemerintah di negara itu sudah mulai pro terhadap keburukan dan kebathilan, misalnya melindungi perzinahan, melindungi koruptor, kolusi, dan percintaan sesama jenis, sementara di sisi lain ulama dibatasi dalam berdakwah, pergerakannya dipersempit, malah didiskriminalisasi. Ini adalah contoh pemerintahan yang  mengalami kemunduran dan mengarah pada kehancuran.

Padahal, jika kita kembalikan kepada dasar ajaran Islam yang telah diajarkan dan digariskan oleh Nabi saw, sebenarnya tidak perlu ada pemisahan antara ulama dengan umara’ (pemerintah). Bahkan, antara keduanya harus ada kerja sama yang baik untuk mewujudkan kesejahteraan umat.

Ulama adalah suatu kekuatan untuk membangun serta membina masyarakat. Ulama adalah dinding dan sisi baik yang perlu dipertahankan dan dilindungi. Tentu, disebrang itu adalah para pembenci ulama. Mereka adalah pelaku maksiat dan pendukung sisi yang buruk.

Bahkan mereka adalah barisan yang ingin melemahkan keberadaan peran para ulama. Mereka adalah barisan yang ingin melihat kehidupan masyarakat dan generasi menjadi hancur sehancur-hancurnya.

Pemerintah dengan segala kekuasaan dan kekuatan yang dimilikinya, harus dengan tegas menghalangi kelompok penghancur bangsa seperti itu. Pemerintah harus mengibarkan bendera perang besar, dalam artian, tidak ada kompromi dalam membela dan mempertahankan eksistensi bangsa.

Karena itu, demi bangsa yang kita cintai ini, pemerintah harus tetap merawat, menjaga, dan melindungi, antara lain, kekuatan peranan para ulama sebagai motor penggerak persatuan, perjuangan, dan cintah tanah air.

Semoga bangsa kita ini senantiasa dijaga dan dilindungi dari berbagai macam ancaman yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Amiin.