Sebagai negara, Indonesia sudah menunjukkan eksistensinya sejak diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu negara kita terbebas dari penjajahan dan memerangi segala bentuk penjajahan sebgaimana yang tertuang dalam naskah Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. 

Namun sebagai sebuah bangsa keberadaan Indonesia sebenarnya sudah ada sebelum kemerdekaan itu dideklarasikan. Meski demikian, kesadaran sebagai sebuah bangsa baru tumbuh di benak masyarakat Indonesia di awal abad dua puluh yaitu dengan diadakannya kongres pemuda tahun 1928 yang sangat terkenal itu. 

Dalam kaitannya dengan keberadaan sebuah bangsa dan negara ini arsip mempunyai peranan strategis untuk membuktikan kedua entitas ini. Meski peran penting arsip ini sangat terikat dengan hal tersebut, tetapi kesadaran pengarsipan di Republik ini masih jauh panggang dari api.

Kurangnya kesadaran  ini bisa kita telisik dari sejarah awal berdirinya Republik ini. Pertama,  ebagai contoh, proses proklamasi yang begitu fenomenal hampir saja kehilangan naskah asli tulisan tangan sang Proklamator jika tidak ada pemuda B.M. Diah yang memungutnya dari tempat sampah ketika naskah itu selesai disalin oleh Sayuti Melik.

Kedua,  hilangnya surat asli Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang diberikan Presiden Sukarno kepada Jenderal Suharto. Entah ini sebuah kesengajaan atau hanya keteledoran belaka masih menjadi pertanyaan banyak pengamat dan juga ahli sejarah.

Peran Penting Keberadaan Arsip dalam Kehidupan  Sebagia Bangsa  

Sebagai sebuah bangsa, perjalanan sejarah ideologi, politik, ekonomi,  sosial, dan budayanya harusnya sudah terekan dalam arsip. Meski belum terkelola secara nasional,  karena begitu banyaknya suku bangsa, namun di antara suku bangsa ini ada yang sudah mengenal tulisan. Ini adalah modal utama untuk memugar kembali informasi tentang sejarah masa lalu bangsa ini.

Dengan melakukan penyelamatan arsip pada suku bangsa yang ada di nusantara ini diharapkan bisa lebih mudah untuk melihat garis yang menghubungkan keterkaitan sebagai sebuah bangsa antar suku bangsa yang satu dan lainnya.

Dengan mengetahui khasanah yang terekam dalam arsip menjadikan rasa bangga kita sebagai warga negara  Indonesia tumbuh dan berkembang karena melihat perjuangan para pendiri bangsa dalam mewujudkan kesadaran masyarakat  sebagai sebuah bangsa yang sama ternyata begitu penuh liku dan tantangan yang tidak ringan. 

Sebagai wujud rasa sebagai sebuah bangsa yang sama  warga negara terhadap bangsa Indonesia  adalah dengan menghargai, merawat, dan meneladani jejak langkah perjalanan bangsa melalui kiprah para pendiri bangsa yang sebelumnya masih bejalan secara primordial tersebut. 

Masihkah kita sebagai bangsa mau  menanggung risiko dari keteledoran maupun pengabaian kita terhadap arsip bangsa kita? Resiko yang ada adalah hilangnya jati diri kita sebagai sebuah bangsa maritim yang terdiri dari  kepulauan ini.

Peran Penting Keberadaan Arsip dalam Bernegara

Dalam kaitannya sebagai sebuah negara, peran arsip bahkan lebih vital lagi. Arsip bisa menunjukkan eksistensi sebuah wilayah secara konstitusional dan legal. 

Ada banyak contoh akibat dari keteledoran kita terhadap arsip yang mengancam keberadaan maupun kedaulatan kita sebagai sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Salah satu contoh adalah lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke tangan negara tetangga, Malaysia.

Dalam kasus ini, Malaysia mampu menyajikan  bukti-bukti otentik tentang kegiatan sebuah negara di wilayahnya. Terkait dengan pulau Sipadan dan Ligitan ini Malaysia mempunyai bukti arsip yang menyimpan aktivitas Inggris sebagai koloni Malaysia yang berupa pengumpulan telur penyu, pemeliharaan satwa burung dan pemeliharaan mercusuar yang berada di sana.

Selain itu, dalam tataran urusan  dalam negeri, keberadaan arsip bisa mendudukkan peran antara warga negara dan pemerintah secara legal. Keberadaan arsip yang dimiliki setiap warga negara bisa mengamankan hak-hak keperdataan mereka sebagai warga negara. Misalnya saja arsip kependudukan dan kepemilikan harta benda.

Sebagai warga negara yang sah  dibuktikan dengan akta kelahiran dan juga Kartu Tanda Penduduk, warga negara mempunyai hak-hak yang harus dipenuhi pemerintah sebagai penyelanggara pemerintahan yang mengurusi segala urusan warga negara. Namun demikian, disamping memiliki hak setiap warga negara juga mempunyai  kewajiban pada negara yang  juga harus dipenuhi.

Dengan tertibnya arsip yang diselenggarakan oleh pemerintah dan warga negara akan membawa keuntungan ekonomis kedua belah pihak,  yaitu  bisa memilah mana yang menjadi milik publik dan milik pribadi.  Perselisihan yang terjadi antarkeduanya, misalnya dalam kasus kepemilikan tanah, bisa dihindarkan. 

Selain itu, pemerintah pun bisa mengetahui neraca kekayaan negara yang berada di wilayah pengelolaannya. Tentunya kesadaran tentang kearsipan ini menjadi tanggung jawab semua pihak di negeri ini. 

Itulah dua peran penting arsip  kaitannya dalam kehidupan berbangsa dan negara. Kesadaran untuk selalu tertib dalam pengelolaan kearsipan memang menjadi tanggung jawab pemerintah namun juga perlu partisipasi masyarakat sebagai wujud kepeduliannya dalam kehidupan bernegara. Salam sadar dan tertib arsip.