Salah satu sumber daya yang penting dalam manajemen adalah sumber daya manusia atau human resource. Pentingnya sumber daya manusia ini perlu disadari oleh semua tingkatan manajemen, termasuk juga dalam manajemen pendidikan Islam. Bagaimanapun majunya teknologi saat ini, namun faktor manusia tetap memegang peranan penting bagi keberhasilan suatu organisasi.

Oleh karena itu setiap lembaga pendidikan atau organisasi yang ingin berkembang, maka harus memperhatikan sumber daya manusia dan mengelolanya dengan baik, agar tercipta pendidikan yang berkualitas. Adapun Sumber daya manusia dalam pendidikan meliputi kepala sekolah, tenaga pendidik (guru), karyawan, dan komite sekolah. 

Lalu, bagaimanakah peranan sumber daya manusia dalam meningkatkan pendidikan? Sebelum itu kita harus tahu dulu Apa itu manajemen sumber daya manusi, dan apa tujuan sumber daya manusia tersebut?

Sumber daya manusia diartikan sebagai sumber dari kekuatan yang berasal dari manusia-manusia yang dapat didayagunakan oleh organisasi. Dengan berpegang pada pengertian tersebut kita dapat mengetahui, sumber daya manusia adalah sumber daya yang memiliki potensi, kontribusi dan peran yang berpengaruh terhadap upaya pencapaian tujuan organisasi.

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah bagian dari ilmu manajemen yang secara khusus mengelola tentang pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan organisasi, dalam hal ini sekolah. Hal ini berkaitan dengan sumber daya manusia dalam proses pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat penting, baik itu guru maupun tenaga administratif. 

Oleh karena itu, sumber daya manusia dalam dunia pendidikan di sekolah khususnya memerlukan pengelolaan dan pengembangan yang baik sebagai upaya meningkatkan kinerjanya, agar mereka dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sesuai dengan yang diharapkan.

Meningkatnya kinerja sumber daya manusia akan berdampak positif pada kinerja suatu lembaga dalam menjalankan peranannya. Meningkatnya kinerja sumber daya manusia bukanlah sesuatu yang dapat terjadi dengan sendirinya, namun memerlukan pengelolaan yang terencana, sistematis dan terarah agar proses pencapaian tujuan organisasi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Ini berarti bahwa manajemen sumber daya manusi merupakan hal yang sangat penting dalam upaya mengelola sumber daya manusia guna membentuk tenaga-tenaga yang profesional untuk kepentingan proses dan hasil pendidikan di sekolah.

Sedangkan, mutu merupakan konteks yang dinamis, wujudnya dapat berupa kepuasan. Kepuasan ini dapat dilihat dari dua sisi, pertama dari sisi produsen dan yang kedua dari sisi pengguna. Mutu bersifat dinamis karena ukuran kepuasan akan selalu berubah dengan cepat sejalan dengan perubahan waktu dan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat. 

Itulah sebabnya, konsep mutu harus dikaitkan dengan upaya perbaikan secara terus-menerus dan berkelanjutan (continuous quality improvement).

Memandang mutu pendidikan tidak bisa serta merta hanya dilihat dari sisi mutu lulusannya saja, karena yang paling penting justru harus mempertanyakan bagaimana caranya meningkatkan mutu lulusan tersebut. Hal-hal yang dapat dan berpengaruh terhadap mutu lulusan adalah suatu proses dan fasilitas-fasilitas pendukungnya dalam upaya mencapai tujuan yang diharapkan.

Sekolah sebagai suatu organisasi yang memberikan jasa layanan pendidikan, mempunyai tujuan yang diharapkan tercapai secara optimal. Itulah sebabnya, dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu elemen-elemen yang ada di dalamnya. Secara umum unsur-unsur yang ada dalam organisasi sekolah ini terdiri dari tiga dimensi yaitu masukan (input), proses, dan keluaran (output).

Input, meliputi peserta didik, kurikulum, dana, data dan informasi, pendidik dan tenaga kependidikan, motivasi belajar, kebijakan-kebijakan dan perundang-undangan, sararan dan prasarana, serta lingkungan. Proses, meliputi lama waktu belajar dan mengikuti pendidikan, kesempatan mengikuti pembelajaran, efektivitas pembelajaran, mutu proses pembelajaran, metode dan strategi pembelajaran. 

Output, meliputi jumlah siswa yang lulus atau naik kelas, nilai ujian, jumlah siswa yang bekerja dan diteriama pada lapangan kerja, peran serta lulusan dalam pembangunan dan kehidupan bermasyarakat.

Tujuan manajemen sumber daya manusia pendidikan itu sendiri adalah untuk pencapaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, menciptakan kondisi kerja yang harmonis tanpa mengorbankan unsur-unsur manusia yang terlibat dalam kegiatan pendidikan. 

Manajemen sumber daya manusia dilakukan agar tenaga pendidik dan kependidikan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga dapat mencapai tujuan individu, tujuan fungsional, tujuan organisasi, dan tujuan masyarakat.

Manajemen tenaga kependidikan ini bertujuan untuk mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal. Dalam rangka melaksanakan manajemen tenaga kependidikan di sekolah, E. Mulyasa (2006 : 152) mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: 

Pelaksanaan manajemen tenaga kependidikan di Indonesia sedikitnya mencakup tujuh kegiatan utama, yaitu perencanaan tenaga kependidikan, pengadaan tenaga kependidikan, pembinaan dan pengembangan tenaga kependidikan, promosi dan mutasi, pemberhentian tenaga kependidikan, kompensasi, dan penilaian tenaga kependidikan.

Manajemen Sumber Daya Manusia memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Peranan aanajemen sumber daya manusia dalam upaya meningkatkan mutu pendidikana antara lain sebagai berikut :

  • Berperan dalam meningkatkan kompetensi personil sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan profesi.
  • Berperan dalam upaya pembinaan dan pengembangan personil, yakni melalui pendidikan dan pelatihan, maupun secara mandiri.
  • Berperan dalam mempertahankan kontribusi personil dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
  • Berperan dalam melindungi hak-hak personil, baik berupa gaji, perlindungan kesehatan, dan kesejahteraan lainya.


Jadi, Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam meningkatkan mutu pendidikan, sangatlah besar. Tanpa adanya manajemen sumber daya manusia yang baik, terarah dan terprogram, maka hal itu sulit untuk dicapai. Mutu pendidikan dapat ditingkatkan dengan cara pengembangan sumber daya manusia yang ada. Salah satunya dengan mengembangkan tenaga kependidikan yang ada.

Tenaga kependidikan dapat dikembangkan melalui beberapa cara, yaitu dengan pembinaan profesional guru, melalui gugus sekolah. Di setiap gugus sekolah mempunyai wadah sebagai pusat kegiatan guru, yaitu: adanya forum KKG (Kelompok Kerja Guru), KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) dan KKPS (Kelompok Kerja Penilik Sekolah). Semua itu sebagai wadah, seorang pendidik untuk lebih mengembangkan keprofesionalanya.

Selain tenaga kependidikan, mutu pendidikan dapat ditingkatkan dengan memperhatikan sarana dan prasarana sekolah. Sarana dan prasarana yang memadai, dapat meningkatkan minat siswa untuk lebih giat belajar. Sarana dan prasarana juga dapat dioptimalkan pemanfaatanya, jika dikelola dengan baik.