Apa itu Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat?

Pembangunan sejatinya merupakan isu yang sudah lama diperbincangkan bahkan, sejak beberapa dekade terakhir. Pembangunan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pemerintah maupun segenap rakyat yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan persoalan-persoalan yang sedang dan akan dihadapi.

Tujuan dilakukannya pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa serta mengentaskan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan pokok, pembangunan infrastruktur desa, pengembangan ekonomi desa serta penggunaan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Pembangunan desa sangat perlu dilakukan, karena mengingat begitu banyaknya desa di Indonesia. Tercapainya pembangunan desa juga akan mendorong pembangunan nasional di Indonesia. Karena begitu pentingnya pembangunan terhadap desa, maka Negara secara eksplisit membentuk sebuah Menteri yang menangani masalah pembangunan desa yaitu Menteri Desa.

Sedangkan Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk membangun masyarakat agar mereka memiliki inisiatif melakukan aktivitas sosial agar mereka bisa membenahi situasi dan kondisi mereka sendiri.

Untuk mencapai kesuksesan pemberdayaan terdapat empat prinsip yang harus dipegang yaitu kesetaraan, partisipasi, keswadayaan dan kemandirian, serta prinsip berkelanjutan.

Upaya apa yang dapat dilakukan untuk melakukan Pembangunan?

Salah satu upaya pembangunan desa adalah dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat menurut Totok Mardikanto, adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan.

Jadi titik berat dari pemberdayaan masyarakat adalah memberikan daya kepada masyarakat berupa keterampilan, pengetahuan dan kekuasaan yang cukup untuk menunjang kehidupannya. Sehingga terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan pada masyarakat tersebut. Adanya keterampilan yang diperoleh guna membuka lapangan usaha dan tidak lagi mengalami kesulitan ekonomi maupun kemiskinan.

Pemberdayaan masyarakat sangat dibutuhkan guna mewujudkan keberhasilan pembangunan desa. Karena dengan adanya pemberdayaan masyarakat, maka masyarakat desa akan memperoleh keterampilan, ilmu pengetahuan dan kekuatan. Sehingga masyarakat desa tidak lagi terbelakang dari segi pengetahuan dan pendidikan.

Peran apa yang mahasiswa lakukan dalam Pemberdayaan?

Berbagai lapisan rakyat juga dapat melakukan upaya pemberdayaan masyarakat guna mencapai keberhasilan pembangunan desa. Sebagai bagian dari rakyat, mahasiswa merupakan rakyat yang mempunyai pengetahuan luas, berintelektual tinggi dan terbebas dari intervensi berbagai kelompok kepentingan pada dasarnya dapat melakukan pemberdayaan masyarakat guna membantu mewujudkan keberhasilan pembangunan desa.

Selain itu, mahasiswa memiliki tiga fungsi yaitu sebagai agent of change (agen perubahan), social control (mengontrol kondisi social) dan iron stock (pemimpin masa depan). Dengan adanya tiga fungsi tersebut, maka mahasiswa seharusnya berkontribusi dalam melakukan pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan keberhasilan pembangunan desa.

Karena sebagai agen perubahan, mahasiswa sejatinya menghendaki perubahan di suatu Negara. Maka dalam konteks pemberdayaan ini, mahasiswa menghendaki perubahan berupa perubahan terhadap pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah dengan melakukan pemberdayaan yang lebih baik.

Pada fungsi social control (control terhadap kondisi social), mahasiswa dapat mengontrol kondisi social masyarakat desa pada saat melakukan pemberdayaan masyarakat di desa. Serta sebagai iront stock (pemimpin masa depan), maka mahasiswa mampu berinteraksi dengan masyarakat desa dan memahami sosiologi dan psikologi dari masyarakat desa.

Untuk itulah dengan berbagai potensi dan kesempatan serta fungsi yang dimiliki oleh mahasiswa, maka mahasiswa sangat cocok berperan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan keberhasilan pembangunan desa.

Sebagai mahasiswa, hal-hal yang dapat dilakukan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan keberhasilan pembangunan desa adalah dengan menjadi penyuluh atau fasilitator pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini mahasiswa bisa menjadi penyuluh atau fasilitator sukarela pemberdayaan masyarakat.

Sebagai penyuluh atau fasilitator pemberdayaan masyarakat, mahasiswa dapat memberikan pemberdayaan sesuai dengan bidangnya. Selain itu, mahasiswa dalam melakukan pemberdayaan masyarakat dapat memahami kebutuhan masyarakat, dan masalah yang dihadapi masyarakat.

Upaya apa yang mahasiswa lakukan?

Adapun yang dapat dilakukan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat adalah seperti pada bidang perekonomian, mahasiswa dapat memberikan pemberdayaan berupa pemberian keterampilan dan pengetahuan di bidang ekonomi dan bisnis seperti pengetahuan dan keterampilan di bidang perdagangan, pertanian (program agrowisata), dan sebagainya.

Di bidang pendidikan, mahasiswa dapat memberikan pengetahuan mengenai pentingnya pendidikan, pemberian motivasi untuk meningkatkan pendidikan, memberikan pengetahuan seputar beasiswa yang dapat menunjang pendidikan pelajar desa yang kurang mampu, memberikan beasiswa secara cuma-cuma untuk pelajar desa yang kurang mampu, dan sebagainya.

Di bidang kesehatan, mahasiswa dapat melakukan penyuluhan kesehatan seperti pemberian pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan, memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya penanganan penyakit yang diderita secara medis atau ke rumah sakit, memberikan pengetahuan seputar prosedur atau langkah-langkah yang dilakukan ketika berobat ke rumah sakit, dan sebagainya.

Jadi dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan desa, mahasiswa hendaknya berperan aktif dan berkontribusi dalam melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat desa. Karena apabila pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara berkesinambungan oleh pemerintah, pihak swasta dan pihak mahasiswa sebagai kaum intelektual akan mewujudkan keberhasilan pembangunan desa.