Mahasiswa memiliki tingkat kedewasaan berpikir tinggi. Merujuk dari kata ”maha” yang memiliki makna lebih tinggi, sehingga tak heran apabila mahasiswa lebih dewasa daripada pelajar. Mahasiswa merupakan aset negara yang harus diperhatikan karena kecerdasannya mampu membawa negeri masuk ke dalam kehidupan yang lebih maju.

Persepsi masyarakat mengenai mahasiswa memang berbeda-beda. Masa orde baru mahasiswa dalam pandangan masyarakat sering kali disebut sebagai pembuat onar atau dalam bahasa Jawa “kakehan polah”. 

Pada masa Orba hampir seluruh media massa menggalakkan berita tersebut, sehingga terkesan mahasiswa merupakan kaum akademis yang anarki, meskipun tidak semua mahasiswa berperilaku demikian. 

Tidak sedikit mahasiswa yang berprestasi secara akademik maupun non akademik, namun mereka seakan-akan seperti “momok” yang tidak pernah terlihat di media massa. Opini masyarakat mengenai identitas mahasiswa ideal kurang terbentuk.

Tak heran apabila di masa sekarang muncul persepsi yang beragam mengenai mahasiswa. Penggambaran sosok mahasiswa akan tercipta seiring dengan pengenalan masyarakat dengan mahasiswa. 

Pandangan masyarakat mulai mengerucut menjadi “buruk” dan “baik”. Pandangan buruk menyatakan bahwa mahasiswa yang melakukan dem adalah “anti” pemerintah sehingga setiap perbuatannya mendapat nilai rendah dari masyarakat. 

Sedangkan, pandangan baik menyatakan bahwa setiap usaha yang dilakukan kaum terdidik atau mahasiswa adalah bentuk upaya untuk menyejahterakan bangsa dan negara serta terlibat dalam kepedulian terhadap permasalahan negara baik itu kemiskinan, konflik, maupun pendidikan. Sekali lagi, hal tersebut tergantung pada data yang diracik oleh media massa.

Negara berkembang sedang menghadapi banyak permasalahan daripada bangsa lain dan sedang menunggu kehadiran sosok “Ratu Adil”. Hasrat negara untuk lebih maju memang tinggi, seluruh pihak berusaha untuk menyejahterakan bangsa dengan berbagai karya, namun siapakah sosok Ratu Adil tersebut?

Kata  Ratu Adil muncul dalam mitologi Jawa sebagai tanda di dalam serat-serat kuno yang menceritakan bahwa Nusantara akan kedatangan seorang penyelamat. Jika dikupas lebih mendalam bahwa arti kata penyelamat merupakan usaha untuk mempertahankan kehidupan yang akan mati. 

Dalam pandangan masyarakat Jawa, ramalan tersebut bukanlah sebuah omong kosong untuk mengenyangkan perut, namun kata tersebut merupakan harapan masyarakat Jawa terhadap kemajuan negeri.

Mahasiswa pantas mendapat julukan Sang Ratu Adil karena kehadirannya mampu membawa berkah bagi negeri dengan bekal yang telah dibawa dari bangku perkuliahan menuju lapangan. 

Mahasiswa juga mendapat julukan sebagai "Agent of Change" atau agen pembawa perubahan baik dalam ekonomi, politik, budaya maupun pendidikan. Dari masa ke masa, mahasiswa memegang peranan penting bagi negara. Jika diibaratkan dalam pewayangan, mahasiswa sebagai lakon yang melawan kejahatan.

Pada saat Pandemi Covid-19, peran mahasiswa sangat mencolok dengan berbagai kegiatan produktif untuk menyembuhkan permasalahan masyarakat. Pertama, dalam hal Pendidikan. 

Pandemi Covid-19 memaksa perubahan teknis dalam pembelajaran yang sebelumnya dilaksanakan secara tatap muka, kemudian berubah secara online. Hal tersebut membuat pendidik yang belum mampu beradaptasi banyak mengalami kewalahan dalam pembelajaran, bahkan nasib siswa yang tidak mengenal teknologi akan merasa ditelantarkan. 

Dengan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang digalakkan setiap universitas dengan tujuan untuk pembangunan desa. Pendidikan ikut merasakan dampak positif dari program tersebut. Sekolah bekerja sama dengan mahasiswa untuk mengadakan pembelajaran secara bersama, sehingga pembelajaran yang digerakan di rumah-rumah ikut terbantu melalui pembelajaran yang diadakan mahasiswa.

Kedua, dalam dunia ekonomi. Mahasiswa ikut membantu menyejahterakan kehidupan masyarakat desa yang belum mengenal promosi online. Melalui program KKN, mahasiswa berusaha membantu UMKM untuk menyukseskan perdagangan desa. Biasanya, mahasiswa berusaha mengajari dan mempromosikan dagangan secara online dan memberitahu mengenai alur untuk online shop hingga produk diterima oleh customer.

Ketiga, dalam dunia politik. Mahasiswa sangat berpartisipasi dan mengambil peran penting dalam hal politik. Bahkan, persepsi masyarakat bahwa mahasiswa adalah penggerak dunia politik bangsa. Mahasiswa sangat teliti untuk menggemakan keresahan masyarakat ke ruang publik. 

Tak sekedar itu, mahasiswa masuk ke dalam forum-forum atau seminar yang membahas mengenai perpolitikan bangsa karena mereka percaya bahwa politik adalah pusat dari pertumbuhan sektor lainnya seperti pendidikan, budaya, sosial dan lain-lain.

Keempat, dalam dunia musik. Mahasiswa mengambil peran penting dalam bidang musik. Melalu paduan suara yang dilanggamkan oleh Basudara Choir yang merupakan gabungan dari mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Maluku dan Universitas Kristen Maluku. 

Hal ini menjadi unik dan jarang ditemui karena menggaungkan lagu rohani kristen dan lagu rohani Islam. Mahasiswa tersebut berusaha menampilkan cahaya toleransi agar masyarakat antar ras, suku maupun agama tidak ada konflik yang terjadi.

Kelima, dalam dunia kesehatan. Program KKN sangat membantu dalam bidang kesehatan. Mahasiswa bekerja sama dengan layanan kesehatan desa untuk secara rutin mengadakan pengecekan kesehatan sebagai pencegahan dari desa yang sakit

Mahasiswa sering kali dianggap remeh di mata masyarakat yang tidak mengenali identitas, bahkan menganggap mahasiswa sebagai anti pemerintah. Di sisi lain, mahasiswa jauh memiliki peran besar untuk negeri sebagai wujud penyelamat atau Sang Ratu Adil.