Arsiparis
2 minggu lalu · 74 view · 5 menit baca · Lingkungan 94184_44178.jpg

Peran Industri Kertas Saat Plastik Mengancam Lingkungan

Saat pencemaran lingkungan  mulai dirasakan,  kesadaran penduduk bumi  terhadap pentingnya kesehatan lingkungan pun meningkat. Salah satu dari penyebab pencemaran lingkungan tersebut adalah menumpuknya sampah plastik.

Penggunaan plastik memang tak terhindarkan karena dianggap barang yang simpel dan kuat oleh masyarakat. Plastik banyak dipakai sebagai peralatan rumah tangga maupun sebagai kantong kemasan maupun kantong belanja.

Kepraktisan yang ditawarkan oleh plastik ternyata membawa efek negatif bagi lingkungan karena  plastik  yang sudah tak terpakai sukar untuk dimusnahkan. Keadaan ini akhirnya membawa efek buruk karena sampah plastik terus bertambah dan menumpuk.  Dan berdampak buruk bagi lingkungan.

Sebagai senyawa kimia,  plastik  sulit terturai meski telah terpendam di dalam tanah. Perlu waktu ratusan tahun agar partikel  pembentuk plastik terurai dengan sempurna karena bahan pembuatnya bukan dari senyawa biologis.

Kondisi plastik yang sulit terurai inilah yang mencetuskan pencemaran tanah, air, dan udara. Tanah yang terdapat endapan   plastik akan berkurang kesuburannya karena biota di dalam tanah tak mampu bereaksi dengan  senyawa yang terdapat pada plastik.

Kondisi air juga  begitu, sampah plastik yang hanyut di sungai tak bisa hancur yang pada akhirnya mengganggu ekosistim air dan juga menyebabkan pendangkalan sungai serta aliran yang tidak lancar. Akibat yang ditimbulkan adalah banjir serta bau busuk dari air yang tersumbat.

Baca Juga: Monster Plastik

Satu satunya jalan untuk menghancurkan plastik adalah dilakukan pembakaran. Namun, pembakaran yang tidak sempurna terhadap plastik juga malah berdampak pada pencemaran udara. Pembakaran yang tidak sempurna hanya menghasilkan monoksida yang sukar diserap oleh tanaman sebagai bahan baku energi dalam proses fotosintesis.

Saat kondisi penumpukan sampah plastik  semakin tidak bisa tertanggulangi, karena sulitnya untuk dilakukan pemusnahan terhadap plastik tersebut, dilakukanlah proses daur ulang. Akan  tetapi, proses daur ulang  itupun belum menjadi solusi karena terbatas hanya beberapa kali saja penggunaanya.    

Melihat kondisi ini alternatif yang bisa dilakukan adalah mengurangi penggunaan plastik sebagai kantong kemasan maupun belanja. World Wild Fund  (WWF) memperkirakan ada 500 juta hingga satu milyar kantong plastik yang digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Sebuah angka yang  Luar biasa.

Solusinya adalah mengganti penggunaan kantong plastik dengan senyawa yang bisa terurai di alam. Kertas adalah jawabannya karena bahan bakunya dari senyawa biologis.

Peran Industri  Kertas Saat Plastik Mengancam Keseimbangan Lingkungan

Industri kertas di Indonesia adalah industri yang melimpah bahan baku karena banyak mempunyai vegetasi sebagai bahan dasar utama pembuat kertas. Sebagai negara yang beriklim tropis industri kertas di Indonesia mempunyai pondasi bahan baku yang melimpah.

Pelaku industri kertas bisa mengambil peran penting saat plastik mulai menjadi ancaman serius terhadap kesehatan lingkungan. Peran pentingnya adalah produk yang dihasilkan adalah benda yang mudah terurai. Kondisi ini  juga bisa memudahkan orang untuk menanggulangi penumpukan kertas  yang habis  terpakai.

Industri kertas harus menyiasati produksinya dengan mulai melirik jenis jenis kertas yang secara ekonomis dan pemanfaatanya bisa dipakai untuk benda benda rumah tangga. Industri kertas bisa mulai memproduksi kantong kertas yang secara kualitas mempunyai kesamaan dengan plastik. Dalam arti lain kekuatannya tidak kalah jauh dengan apa yang dimiliki plastik.

Ini juga menjadi peluang para pelaku industri  kertas untuk bisa mengambil alih salah satu peran plastik yang selama ini seolah tak tergantikan yaitu sebagai kantong plastik. Pelaku industri kertas harus ikut berkampanye manfaat kertas dan efek baiknya bagi lingkungan.

Akhir akhir ini  kampanye pengurangan pemakaian kantong plastik semakin gencar. Akan tetapi, jika alternatif lain penggunaan plastik belum muncul masyarakat pun akan enggan untuk berpindah dari plastik. Inilah peluang emas yang mesti disambut oleh para pelaku industri kertas.

Peluang ini  harus diambil oleh pelaku industri kertas agar segera meluncurkan produk kantong sebagai pengganti plastik.  Secara ekonomis ada peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku industri kertas tersebut. Lambat laun dengan adanya pembelajaran bagi masyarakat akan efek negatif plastik, kertas pun akan semakin dicari.

Mengingat kebutuhan kertas sebagi kantong yang begitu besar tentunya proses riset untuk menciptakan produk kantong kertas yang praktis dan kuat sebagaiman plastik harus segera dilakukan.

Biaya riset mungkin mahal, namun yang didapatkan bisa diperkirakan akan lebih banyak lagi mengingat kebutahan masyarakat akan hal tersebut yang begitu besar adalah sebuah peluang yang tidak boleh begitu saja dilewatkan. Tantangan ini harus segera diselesaikan jika industri kertas mau dianggap turut serta berpartisipasi dalam kampanye  kesehatan lingkungan.

Bagi industri kertas,  era paperless harus disambut dengan  alih fungsi produksi kertas. Jika selama ini produksi kertas hanya ditikberatkan pada keperluan media  tulis menulis mungkin sedikit demi sedikit mulai dialihkan untuk pemanfaatan kertas sebagai alat alat rumah tangga.

Atau bisa juga, bahan baku kertas yang dipergunakan  untuk media tulis menulis ditingkatkan kualitas bahannya, sehingga sesaat setelah habis terpakai bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain dengan mudah dan mempunyai kekuatan.

Dengan adanya bahan kertas yang kuat pada media tulis, misalnya Koran, majalah dan buku, tentunya ini akan memancing orang untuk mendaur ulang kertas  menjadi peralatan rumah tangga dari benda bekas pakai.  Dan ini akan lebih menjanjikan karena lebih aman dan bisa dimusnahkan. Ini yang tidak dimiliki oleh plastik.

Untuk mendaur ulang kertas tidak perlu alat. Berbeda dengan plastik yang memerlukan alat untuk mendaurulangnya. Kepraktisan untuk mendaur ulang kertas juga merupakan peluang yang bisa dikampanyekan oleh pelaku industri kertas agar barang yang ditawarkannya cepat disambut oleh masyarakat.

Dengan mudahnya penaganan sampah kertas, orang akan berfikir dua kali jika akan menggunakan plastik yang ujung ujungnya memunculkan persoalan baru saat plastik tersebut selesai penggunaanya. Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan kesehatan lingkungan, tidak lama lagi plastik pun akan ditinggalkan dengan syarat sudah ada penggantinya.

Kertas bisa mengambil peran untuk menjadi alternatif pengganti plastik mengingat secara ekonomis kertas pun murah. Tantangannya adalah pada kualitas fisik yang mungkin masih menjadi pertimbangan banyak orang.

Kita tetap optimis kertas bisa mengambil alih peran plastik jika ada penelitian mengenai peningkatan kualitas kertas untuk keperluan alat alat rumah tangga. Tentunya penelitian ini harus selalu disambut dan didukung oleh pelaku industri kertas agar kertas tak lagi terpinggirkan penggunaanya.

Kiranya solusi ini adalah alternatif yang bisa diambil peluangnya mengingat ancaman kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh plastik sudah menjadi isyu global.

Ada tiga solusi bagi industri kertas untuk ikut berpartisipasi dam kampanye bahaya plastik bagi lingkungan, Yaitu ikut andil dalam kampanye pengurangan penggunaan kantong plastik, membuat kantong kertas yang praktis dan kuat sebagaimana plastik, dan yang terakhir adalah menyesuaikan bahan kertas sebagai media tulis menulis (kreatif) dengan unsur baru yang bisa didaur ulang dan mempunyai kekuatan secara fisik.