Sektor Pertanian adalah salah satu sektor pendukung keberlangsungan suatu peradaban, di mana pertanian adalah sumber dari bahan pangan yang akan bertanggung jawab terhadap pembentukan generasi dalam sebuah Negara. 

Saat ini Indonesia dihadapkan pada keadaan di mana terdapat keengganan generasi muda untuk terjun dalam sektor pertanian. Hal ini terjadi karena adanya anggapan bahwa bertani cenderung berdekatan dengan hal yang dinilai kotor dengan tingkat kesejahteraan yang rendah. 

Faktor mendasar yang menyebabkan menurunnya minat bertani pada generasi muda di Indonesia diantaranya adalah 

1). Masyarakat tidak mengenal pertanian, 

2). Adanya perpektif negatif masyarakat terhadap pertanian yang ditunjukkan dengan menurunnya citra petani di masyarakat, dan 

3). Adanya identifikasi petani dengan kemiskinan di masyarakat.

Generasi pemuda berperan  dalam meningkatkan pertanian  sangat dibutuhkan di era sekarang ini,  maka  dari  itu  pemuda  dan  pembangunan  pertanian menjadi  sangat  menarik untuk  dibahas  karena  pemuda  yang  berperan  aktif dalam  pembangunan  pertanian  adalah perubahan  pola  pikir  dan  serta kontrol  sosial  yang  menggerakkan  perubahan  sosial  di tengah - tengah masyarakat. 

Pembangunan   di   sektor   pertanian   dapat   diartikan   sebagai   proses   perubahan   sosial. Penerapannya tidak hanya memperbaiki situasi dan kesejahteraan petani, akan tetapi dapat pula  dalam  mengembangkan  dan meningkatkan,  menumbuhkan  dan  mengubah  potensi sumber daya manusia dalam segala aspek.

Saat ini pemuda Indonesia banyak yang mengambil jurusan di bidang lain ,para pemuda sekarang tidak begitu tertarik dengan jurusan pertanian, karna pemuda sekarang berpikir bahwa pertanian identik dengan pekerja kasar dan kemiskinan. Karena jurusan lain yang di anggap lebih bergengsi dan menjanjikan masa depannya, sehingga jurusan lainlah yang banyak di minati oleh para pemuda sekarang.

Padahal negara kita ini memiliki tanah yang subur dan luas sehingga kita dapat memanfaatkan nya supaya lebih bagus dari yang sekarang ini. Jangan sampai negara kita mengimpor beras dari negara lain, oleh karena itu Peran pemuda dalam pengembangan pertanian sangat berpengaruh sekali dalam upaya peningkatan taraf rakyat desa yang sebagian pekerjaannya sebagai petani juga sangat berpengaruh. 

Peran pemuda juga sangat berpengaruh dalam penyebaran informasi bagi para petani. Selain itu pemuda juga harus dibekali cara-cara pertanian yang baik dan benar sehingga sewaktu-waktu mereka dibutuhkan, mereka telah siap.

Ada beberapa peran yang harus diambil oleh pemuda antara lain :

1. Mengambil peran besar dalam proses pembuatan kebijakan sektor pertanian

Pada fase inilah, para pemuda dapat mengeluarkan gagasan-gagasan cemerlangnya guna kemajuan petani dan pertanian Indonesia, diharapkan para pemuda memiliki pengetahuan yang mendalam dan punya data-data empirik, tentunya akan sangat bermanfaat bagi pembuatan kebijakan di sektor pertanian.

2. Melakukan pengawasan terhadap program-program pertanian

Satu hal yang juga mendesak adalah bagaimana agar program yang telah disusun dapat di terima sesuai dengan sasaran dan target yang telah ditetapkan.Disinilah peran pemuda dapat diberikan untuk memperbaiki lemahnya sistem pengawasan tersebut.

3. Melakukan pencerdasan, pendampingan, dan upaya pemberdayaan petani

Pemuda pada dasarnya adalah bagian dari masyarakat.Keberadaan pemuda di tengah masyarakat setidaknya dapat memberikan peluang pemberdayaan bagi masyarakat yang rata- rata berpendidikan rendah. Salah satu hal yang dapat diberikan dalam konteks pencerdasan, pendampingan, dan pemberdayaan petani adalah dengan turut serta membangun kelembagaan petani.

4. Memberikan advokasi-advokasi pertanian

Ketidakberdayaan petani menghadapi sistem yang tidak menguntungkan perlu mendapat pendampingan dari para pemuda. Dengan adanya sistem ijon, rentenir, pedagang dapat dijadikan wahana para pemuda untuk memberikan kontribusinya.

5. Menjadi SDM pembangunan pertanian

Saat ini banyak pemuda Indonesia yang memiliki cita-cita berkiprah diluar sektor pertanian. Tentunya, hal tersebut adalah hal yang wajar dan sah-sah saja. Namun demikian, setidaknya masih diperlukan para pemuda yang memiliki komitmen untuk terjun membangun sektor pertanian. Apabila para pemuda yang memeiliki kekuatan dan semangat yang tinggi terjun ke dunia pertanian, tentunya negara ini masih punya harapan untuk melihat naiknya kesejahteraan petani Indonesia.

6. Mengembangkan teknologi di industri pertanian

Dengan adanya peran teknologi terhadap pertanian maka diharapkan akan meningkatkan kualaitas hasil pertanian, serta memudahkan bagi para pengelola sektor pertanian untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. 

Selain itu juga pemanfaatan teknologi dan mekanisasi yang dilakukan kementan dalam meningkatkan capaian produksi, penggunaan teknologi dapat membantu para petani dalam melakukan produksi pemanenan, bukan hanya itu penggunaan teknologi di sektor pertanian dapat sangat efektif dan efisien dalam pengelolaan.

Menjadi petani mungkin tidak banyak yang terpikirkan oleh generasi muda yang hidup di era yang serba digital ini. Kebanyakan mereka lebih memilih untuk kerja di kantoran, menjadi PNS, atau kerja di start-up ternama dengan beragam fasilitas menggoda tentunya. Sebagian dari mereka menganggap petani sekarang bahwa menjadi petani hanya akan berpenghasilan kecil dan sulit untuk sukses. 

Di era sekarang ini, menjadi salah satu kesempatan bagi anak milenial dalam mengambil alih sektor pertanian, mulai dari memanfaatkan teknologi dan informasi ke dalam berbagai kegiatan pertanian seperti penanaman, pemilihan bibit, sampai dengan penjualan. 

Apalagi dengan adanya inovasi baru terhadap mesin traktor yang dapat memudahkan penanaman padi. Bukan hanya itu, petani millenial juga tidak perlu akan takut terhadap kegagalan panen, sebab sekarang sudah ada aplikasi startup dalam mengawasi hama dan cuaca iklim sehingga kerugian yang akan di alami menurun. 

Tetapi disisi lain, perlu adanya bantuan dari pemerintah, tentu dari pembahasan di atas ada yang memfasilitasi kebutuhan petani. Seperti akses permodalan yang menjadi suatu kebingungan bagi petani pemula.