Dari sekarang kita tidak gunakan people power, tapi gunakan kedaulatan rakyat. Siapa yang menghadapi rakyat, insyaallah kita gilas bersama-sama. ~ Amien Rais

Tiga anak berlari cepat. Suara pecahan terdengar. Buru-buru keluar rumah, khawatir ada tawuran. Pecahan itu rupanya serpihan keramik yang bertebaran di jalan. Khawatir mengenai kaki anak-anak yang biasa bermain di depan rumah, disapulah segera pagi buta itu juga.

Selang 15 menit, anak-anak yang berlari itu kembali lagi. Berusaha menghadang mereka ingin menanyakan perihal pecahnya keramik di jalan, salah-satunya melambatkan larinya, sambil mengucap, “Malam, om.”

Musnah sudah rencana ingin memarahi mereka. 

Saya kemudian melanjutkan sisa durasi film Private War.

***

Film Private War mengangkat kisah hidup jurnalis Marie Colvin yang konsisten meliput konflik di seluruh dunia. Hingga pada suatu ketika ia harus kehilangan penglihatan kirinya karena ledakan mortir pasukan Srilanka yang menyerang pemberontak Macan Tamil. Colvin mendekati pemberontak tersebut untuk mendapatkan perspektif perlawanan mereka. 

Dan jelang kejatuhan Muamar Khadafi, Colvin nekat masuk mewawancarainya lagi sekaligus bertanya tajam pada Khadafi. 

Colvin menanyakan apakah alasan pembantaian rakyatnya untuk menunjukkan kekuatan Khadafi. Khadafi bilang, itu ulah Al Qaeda, bukan pasukannya. Kemudian Colvin membeberkan lagi apakah ada alasannya Khadafi mendanai IRA, Shining Path di Peru, dan Sword of Islam di Filipina untuk membuktikan kekuatannya menyebar di mana-mana. Khadafi lagi-lagi bilang, itu ulah Al Qaeda bukan pasukannya.

Hingga Colvin membeberkan fakta bahwa orang yang percaya pada Khadafi harus berakhir di ujung roket yang salah. “Apakah Al Qaeda yang mencuci otak rakyat Libya atau itu ulah Anda (Khadafi)?”

Khadafi terdiam lama.

Condi Rice punya nama lengkap Condoleezza Rice, Sekretaris Negara AS era kepemimpinan George W Bush. Ia adalah wanita Afro Amerika yang tahu banyak tentang kebijakan luar negeri AS. Posisinya tak tanggung-tanggung menjadi penasihat keamanan nasional AS dan menjadikannya wanita pertama yang mendapat jabatan strategis tersebut.

Invasi Irak tahun 2003 didukung kuat olehnya dan bahkan menguatkan dukungannya dengan mengirim artikel berjudul provokatif ke The New York Times, "Why We Know Iraq Is Lying". Berkat artikelnya itu, pemerintah AS memutuskan untuk menyerbu Irak dengan alasan menyimpan senjata pemusnah massal.

Di 2004, Majalah Forbes menjuluki Rice sebagai wanita dengan kekuasaan terkuat di dunia. 

Di akhir wawancara Khadafi dengan Colvin, Khadafi berujar, “Dari semua wanita terkuat di bumi ini, saya lebih suka menghabiskan waktu saya dengan Anda (Colvin) daripada waktu yang saya habiskan dengan Condi Rice.”

Khadafi menemukan ajal di tangan rakyatnya akibat gerakan people power yang diintervensi pihak asing.

***

Di Grand Sahid Jaya, di penutupan "Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019", Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais, menyerukan agar gerakan people power diganti. Amien beralasan untuk melawan tindakan kecurangan yang terjadi selama Pemilu akan diubah dengan gerakan kedaulatan rakyat.

Narasi people power pun diganti menjadi gerakan kedaulatan rakyat. Di pidatonya pula, Amien Rais mengajak para peserta untuk mendoakan anggota BPN yang baru ditahan kepolisian, Eggi Sudjana. Menurutnya, Eggi ditahan karena people power, karena itu Amien menggantinya dengan kalimat "kedaulatan rakyat".

Penganuliran istilah people power menjadi gerakan kedaulatan rakyat sendiri sebenarnya, bagi saya, seperti melumpuhkan idiom yang kuat; dampaknya, menjadi idiom yang lemah. Dan sepanjang sepengetahuan, people power akan manjur terbukti jika melibatkan pihak asing untuk menekan dari luar. 

Kita pernah rasakan people power bekerja. Misalkan saja peran CIA di pergerakan Angkatan 66 dan ulah Soros menjungkirbalikkan kurs Asia di 1998. 

Bukan tanpa usaha jika people power kali ini tak melibatkan pihak asing. Pada pertemuan Paslon 02, pihaknya mengundang media asing dan menolak media lokal hadir dalam acara yang digelar di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.  

"Kami telah menjalani kampanye politik yang sangat berat dan panjang. Setelah masa kampanye berakhir, kami mencoba untuk menjalin hubungan dengan media dan komunitas asing untuk menyampaikan pandangan kami," ungkap Prabowo kepada para media asing itu seperti dikutip dari keterangan tertulisnya.

Perubahan narasi people power menjadi gerakan kedaulatan rakyat sebenarnya adalah cara halus menganulir kampanye people power yang gagal menarik minat asing. Ini ditandai dengan dari tak adanya gerakan tarik investasi asing dari Indonesia, tak terguncangnya rupiah terhadap mata uang asing, atau keikutsertaan media asing memasang headline garang untuk memprovokasi Indonesia.

Satu lagi, ada kekhawatiran jerat people power merangsang tindakan represif sebagai tindakan makar.

***

Suatu waktu tetangga marah-marah. Pasalnya, ada sekumpulan ABG nongkrong dan ngobrol dengan nada kencang di depan rumah. Buat saya, sebenarnya suara mereka wajar, karena kentara banget mereka baru akil balig. Suaranya pecah, membelah suara anak-anaknya. Mungkin mereka tak sadar suara balignya itu sudah dua kali besar volumenya.

ABG yang dimarahi tak terima, menantang tetangga saya yang sudah berusia 50-an. Terjadi cekcok mulut, sang tetangga tak tahan mengguyur si ABG dengan air segayung. ABG mencari batu hentak melemparnya. Keduanya berseteru sengit, tetapi belum sampai kontak fisik.

Karena tak ingin memukul ABG, ia mendatangi orang tua si ABG, menyarankan pendidikan lebih buat anaknya. “Kalau nggak bisa mendidik sopan, biar saya yang ajarin dengan cara saya.”

Orang tua ABG itu terdiam dan memanggil anaknya untuk dimarahi.

Apa yang terjadi pada perseteruan beda umur itu mengingatkan saya pada ungkapan Red Kull ke Captain America, "We have left humanity behind." Kalimat itu sadar diucap oleh Red Kull yang menyadari perubahannya sebagai manusia super akan cenderung bertindak lebih unggul dan meremehkan yang lemah.

Beda dengan Hulk. Meskipun ia pemarah, tetapi dari kemarahannya tak menginginkan ada korban rakyat biasa. 

Bahkan tiap kali ia usai mengamuk, di versi Incredible Hulk The Series ia pergi berpindah tempat untuk menutupi kenyataan amarahnya memakan korban. Di film Avenger, ketika Hulk berubah kembali menjadi David Banner, ia pasti bertanya pada Black Widow jumlah korban sipil akibatnya.

Permadi, Eggi Sudjana, Amien Rais, Kivlan Zen, mereka bukan manusia super seperti Red Kull atau Hulk di Avenger. Karena untuk mengerahkan massa tidak butuh menjadi manusia super atau menjadi anggota Avenger, tapi sanggup membangun opini sekuat-kuatnya hingga mampu menggerakkan orang untuk turut pada maunya. Seperti Permadi SH yang semangat menggelorakan people power meski harus jatuh korban.

Di bulan ramadan, sebenarnya indah hidup tanpa marah-marah. Sebab kita sedang melakukan pertempuran besar dalam hidup kita: perang terhadap hawa nafsu.

Untung saja Hulk bekerja di Avenger. Jadi tak masalah jika sedang marah seluruh baju, celana, celana dalam, dan pernik lain hancur berantakan. Karena David Banner punya tunjangan kemarahan dari Avenger.

Lalu, bagaimana dengan masyarakat yang ikutan people power untuk meneriaki apa yang bukan personel Avenger itu harapkan?