Dunia maya kini tengah digegerkan oleh berita yang selalu bermunculan mengenai kekerasan seksual pada perempuan. Baik di sekolah, kampus, maupun di lingkungan masyarakat.

Kekerasan seksual  sudah ada sejak dahulu sampai sekarang. Dengan adanya pengaruh dari luar seperti kemajuan teknologi yang semakin meningkat sehingga akhir-akhir ini marak sekali kasus kekerasan seksual yang bukan hanya terjadi pada orang dewasa melainkan juga terjadi terhadap anak di bawah umur dan pelakunya sendiri adalah orang yang lebih dewasa dari korban.

Pelecehan seksual adalah segala macam bentuk perilaku yang berkonotasi seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran hingga menimbulkan reaksi negatif, rasa malu, marah, tersinggung dan sebagiannya pada diri orang yang menjadi korban pelecehan. 

Sebenarnya apa sih penyebab kekerasan seksual yang terjadi saat ini? Mari kita diskusi kan bersama-sama.

Beberapa waktu lalu penggunaan media social digegerkan oleh berita mengenai kekerasan seksual pada perempuan mulai dari Herry Wirawan, guru pesantren di Bandung yang perkosa 12 santri dan sejauh ini diketahui ada 8 korban yang melahirkan.

Tak hanya melakukan  pemerkosaan, Herry ternyata memanfaatkan anak-anak yang lahir akibat tindakan bejadnya itu untuk meminta dana sumbangan kepada sejumlah pihak. Dan anak-anak tersebut diakui sebagai anak yatim piatu oleh Herry.

Peristiwa lainnya yang baru-baru ini juga menggegerkan masyarakat terjadi di Riau pada seorang ibu dengan 2 anak yang diperkosa oleh 4 pelaku. Peristiwa itu terjadi ketika suami korban sedang pergi memancing .

Dimana salah satu anak korban yang masih berusia 2 bulan dihempaskan ke kasur dan mengalami kejang-kejang hingga meninggal dunia. Dan anak yang satunya lagi tangannya ditarik paksa oleh pelaku dan dibiarkan melihat ibunya secara langsung diperkosa oleh pelaku.

Korban disebut tidak melawan karena diancam dengan pisau yang ditempelkan di leher korban. Pemerkosaan itu diduga terjadi bukan hanya sekali tetapi terjadi berulang kali.

Hal yang sama juga terjadi di Universitas Riau (Komahi Unri) di mana mereka mengunggah video berisi pengakuan mahasiswi yang dilecehkan oleh dekan FISIP. Saat bimbingan skripsi pelaku diduga memaksa korban mencium pipi dan kening. Bahkan sempat meminta mencium bibir, namun korban melawan.

Banyak orang-orang menduga terjadinya kekerasan seksual ini terjadi karena pakaian perempuannya yang terlalu terbuka, sehingga mengundang nafsu para korban.

Pada podcast Daddy Corbuzier yang membahas mengenai salah satu kekerasan seksual dengan Cinta Lura dan Mentri Pendidikan Pak Nadiem. Cinta laura memberikan sebuah riset apakah korban pelecehan seksual disebabkan oleh korban berpakaian ketat?

Ternyata rok dan celana panjang 18%, seragam sekolah 14%, baju lengan panjang 16%, hijab 17%, baju longgar 14%. Dari riset tersebut dapat kita lihat bahwa bukan pakaian perempuanlah yang menjadi penyebab utama  kekerasan seksual tersebut.

“Karena kekerasan seksual terjadi karena pelaku yang tidak bisa mengontrol cara berpikir atau persepsi mereka, bukan seseorang mengundang hey come here ayo lakukan perbuatan yang salah, enggak sama sekali. Jadi baju yang kita kenakan tidak ada hubungannya sama sekali, dan ada bukti kongkretnya”. Ungkap Cinta Laura di podcast Daddy Corbuzier.

Ada banyak juga faktor penyebab pelecehan seksual yang dapat kita lihat dari sisi yang lain, seperti di mana pelaku memiliki hasrat seks yang tidak bisa disalurkan dengan pasangannya. Sehingga hal ini menyebabkan pelaku menyalurkan nafsunya dengan melakukan pelecehan seksual.

Pelecehan seksual juga terjadi ketika pelaku mempunyai kekuasaan yang lebih daripada korban, kekuasaan dapat berupa posisi, pekerjaan yang lebih tinggi, kekuasaan ekonomi, dan jumlah pesona yang lebih banyak sehingga membuat pelaku merasa memiliki otoritas atas korban.

Faktor lainnya di mana pelaku memiliki fantasi seksual yang biasa disebabkan karena sering membaca atau menonton konten-konten porno yang akhirnya mendukung adanya kekerasan seksual.

Pelaku pernah menyaksikan kekerasan seksual terhadap anggota keluarga lain saat masih kecil sehingga pelaku mempunya riwayat kekerasan seksual saat masih keci. Ada nya trauma ini membuat pelaku ingin membalasnya ketika dia dewasa.

Salah satu penyebab kasus kekerasan seksual atau pun pelecehan seksual semakin marak terjadi di Indonesia dikarenakan kurangnya itikad atau respons dari para pihak yang berwajib menanggapi aduan dari para korban pelecehan seksual.

Hal itu membuat para pelaku malah menjadi merajalela melakukan kekerasan seksual dan para korban justru menjadi takut dan memilih bungkam dari pada speak up mengenai kekerasan seksual yang terjadi pada korban.

Oleh karena itu banyak korban kekerasan seksual mengalami depresi , terjadinya gangguan jiwa, gangguan kepribadian, gangguan sikotik, gangguan panik, trauma, gejala-gejala gangguan yang menyebabkan tidak mampu menjadi dirinya sendiri bahkan dapat mendorong korban nekat melakukan bunuh diri.

Dari kasus-kasus tersebut sudah jelas bahwa penyebab utama kekerasan seksual terjadi bukan karena pakaiannya melainkan pelaku yang tidak bisa mengontrol pola pikirnya. Oleh karena itu seharusnya harus ada pemisahan antara apa yang kita pikirkan dengan apa yang kita lakukan. Dan bahwa semua orang harus berhenti menganggap bahwa pakaian sebagai alasan seseorang menjadi  korban kekerasan seksual.