Hai-hai good readers, and good writers!!

Sekarang ini, di beberapa platform kepenulisan website, sedang gempar persoalan karya tulis yang semestinya ditulis dan dibaca oleh 21 tahun ke atas, namun justru digemari oleh penulis dan pembaca kalangan "Abege" ya, 17 tahun ke bawah.

Awalnya, saya pribadi sudah pernah mengklasifikasikan para "Penulis" di dunia literasi menjadi 2 tipe :

1. Penulis Idealis

2. Penulis Moderen

Hanya saja, setelah saya amati lagi dan lagi, ternyata skala prioritas yang dimiliki oleh "Penulis Idealis dan Penulis Modern" ini, juga "Cocok" dijadikan sebagai pengklasifikasi antara "Penulis Mantap dan Penulis Mantap-Mantap".

Sekarang saya akan menyampaikan skala prioritas, yang menjadikan seseorang itu dapat tergolong ke dalam klasifikasi "Penulis Mantap" dan "Penulis Mantap-Mantap" dalam sudut pandang saya :


PENULIS MANTAP :

1. Idea Oriented

Penulis Mantap, adalah penulis yang menjadikan ide sebagai "Jantung" bagi karyanya. Penulis yang bosan dan jengah melihat karya literasi dengan mengangkat tema dan topik yang sama. Para Penulis Mantap, justru memiliki ambisi untuk menciptakan sebuah karya dengan ide yang luar biasa dan bila perlu, tidak ada, atau jarang sekali muncul di sepanjang sejarah mereka menapaki dunia literasi di Indonesia.


2. Visual Oriented

Penulis Mantap, adalah penulis yang juga merupakan seorang "Pembaca", dimana mereka tidak akan suka melihat naskah yang berantakan. Untuk itu, saat sebelum tulisan mereka dipublikasi, maka mereka akan melakukan "Self Editing" terlebih dahulu terhadap karya mereka sendiri. Dan bahkan beberapa Penulis Mantap merasa tidak keberatan untuk "Melayout" karyanya sendiri sebelum benar-benar mereka publikasi, atau pun mereka serahkan ke meja redaksi.


3. Acchievement Oriented

Bagi para Penulis Mantap, peringkatan sepert "Peringkat Ke-1 Kategori Arsitektur, atau Action dan lain-lain" itu lebih penting dibandingkan "Jumlah Pembaca".


4. Viewers Oriented.

Penulis Mantap, adalah mereka yang sadar, bahwa ide yang mereka kerahkan bukanlah ide yang bisa diterima oleh semua kalangan. Untuk itu, tak masalah bagi mereka jika karya mereka tidak meliki jumlah pembaca layaknya karya-karya dengan ide yang lebih disukai semua kalangan.


5. Money Oriented.

Semua orang butuh uang, akan tetapi para Penulis Mantap memiliki kepuasan tersendiri ketika mereka sudah menciptakan sebuah karya dengan ide yang luar biasa, yang barang kali hanya digemari oleh para pembaca "Se-genre". Dan mereka pun menyadari bahwa karya-karya mereka memang memiliki pembaca tersendiri dengan resiko, sedikit sekali bisa menghasilkan Money.


PENULIS MANTAP-MANTAP :

1. Viewers Oriented

Ternyata, bagi para Penulis Mantap-Mantap, jumlah pembaca adalah prioritas utama? Iya. Karena itulah mereka mengangkat persoalan yang secara "Biologis" memang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup yang ada di dunia "S3x".


2. Money Oriented

Platform kepenulisan di website saat ini, memang bertumpu pada viewers, mereka bahkan berani memberi fee dalam bentuk dolar kepada para penulis yang berhasil mengumpulkan pembaca dalam angka yang sangat besar.


3. Visual Oriented.

Para Penulis Mantap-Mantap tidak begitu memperioritaskan EYD, bahkan tidak masalah bagi mereka untuk mempublikasi naksah yang masih sangat-sangat berantakan, karena pembaca mereka pun sepertinya tidak mempermasalahkan tentang hal itu.


4. Acchievement Oriented.

Bagi para Penulis Mantap-Mantap, rank juga merupakan prioritas, karena untuk apa naskah mereka berada di rank 1 kategori bla-bla-bla, jika jumlah pembaca mereka hanya sedikit, dan karya tersebut tidak bisa menghasilkan uang?


5. Idea Oriented

Tak sulit mencari ide bagi para Penulis Mantap-Mantap, karena memang mereka berkarya untuk pembaca secara universal. Dan kita tau "S3x" merupakan kebutuhan biologis semua makhluk hidup.

Dalam sudut pandang saya pribadi, tak masalah jika di dalam sebuh judul karya itu terdapat beberapa hal yang hanya bisa dikonsumsi oleh "Orang Dewasa".

Misal, saya ingin menulis sebuah kisah tentang seorang perempuan yang sangat prinsipil sekali, terlebih dalam menjalin hubungan. Katakankah perempuan ini memiliki sebuah prinsip seperti,

"My first kiss only for my husband!" 

Sedang perempuan ini, menjalin hubungan dengan seorang lelaki yang hypers3x. Lelaki ini sangat-sangat menyanginya perempuannya, sangat-sangat mencintai perempuannya, dan juga sangat-sangat ingin menjaga perempuan tersebut dari dirinya yang hypers3x tersebut.

Hanya saja, itu memang tidak mudah, sehingga seiring berjalannya waktu, lelaki ini pun melampiaskan hal tersebut kepada perempuan lain. Perempuan yang tidak memiliki aturan-aturan tentang s3x sama sekali.

Mungkin saya rasa pada bagian ini, tidak masalah kalau para penulis menyisipkan adegan dewasa, hal ini bertujuan untuk memperkuat karakter tokoh laki-laki yang memang hypers3x. Terkait apakah akan dijelaskan secara vulgar, frontal atau dengan kiasan, penulis tentu punya "Gayanya" masing-masing dalam menyajikan sebuah karya.

Kemudian perempuan yang merupakan kekasih resmi sang laki-laki pun mengetahui hal itu. Deep down bukan main, perempuan itu nangis, marah, dan campur aduk pastinya yang dia rasakan.

Lelaki ini tadi menyesal, dia tersadar bahwa dia telah melukai perempuan yang sangat-sangat dicintainya, dan meminta maaf. Sayangnya, perempuan prinsipil tadi tidak sanggup untuk menerima kembali lelaki tersebut di hidupnya.

"Love is about protect, not only protect my phisic, but you must only protect my heart too. And 'other woman' is betrayal. So, I stopped here."

Lalu yang dikatakan dengan "Karya Tulis Mantap-Mantap" itu adalah karya tulis yang seperti apa?

Karya tulis yang memang dibuat oleh penulisnya untuk dijadikan overs3x, bahkan di setiap chapter terdapat adegan dewasa di sana. Sejauh ini, saya bisa menyimpulkan bahwa karya tulis itu tercipta tergantung kepada "Tujuan dari si penulis" itu apa?

Saya kembalikan semuanya kepada para pembaca juga, pembaca butuhnya itu bacaan yang seperti apa. Sebagai salah satu pemilik sebuah redaksi, saya hanya bisa melakukan pemfilteran, mana karya dengan sentuhan 21+ yang layak untuk dipublikasi karena memang terdapat pesan moril di dalamnya, dan mana yang tidak sama sekali.