Di era globalisasi saat ini, teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam hampir setiap aspek kehidupan. Mengapa demikian?

Karena dengan zaman yang semakin canggih dan juga praktisnya pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi membuat pekerjaan semakin cepat selesai.

Seperti contoh di tahun sekarang sudah hampir semua pekerjaan dari mulai pendidikan, perusahaan, hingga pemerintahan menggunakan teknologi. Dalam pendidikan membuat para pelajar juga lebih cepat mendapatkan informasi dan ilmu dari internet.

Dalam perusahaan pun juga membuat para pekerja lebih cepat menyelesaikan pekerjaan yang membuat sebuah perusahaan berkembang dengan cepat. Dan terakhir dari pemerintahan membuat jalannya suatu negara lebih terarah.

Nah kali ini kita akan membahas salah satu aspek yang dipengaruhi oleh globalisasi, yaitu bidang pendidikan, khususnya dalam dunia persekolahan.

Dari zaman dulu, pendidikan sekolah formal di Indonesia, terkenal akan banyaknya mata pelajaran yang diberikan kepada siswa. Mulai dari Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PPKn, Seni, dan lain sebagainya.

Dengan banyaknya mata pelajaran yang diberikan ini, para siswa zaman dulu kebingungan nih, bagaimana cara mereka mempelajari itu semua?

Nah dalam setiap kegiatan belajar dan mengajar tersebut para guru menggunakan alat bantu untuk masing-masing pelajaran.

Seperti contoh Matematika dengan kalkulatornya, IPA dengan mikroskopnya, IPS dengan buku atlasnya, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan buku kamusnya, dan lain sebagainya.

Namun, dengan peralatan sederhana seperti itu, para siswa zaman dulu masih belum tercukupi untuk belajar dengan maksimal. Banyak kendala yang dialami para siswa ketika hanya menggunakan alat bantu tradisional.

Seperti contoh saat mata pelajaran Geometri (dalam Matematika) berlangsung. Para siswa menggambar sebuah bangun datar dengan penggaris dan busur. Kendala yang sering terjadi pada hal tersebut adalah ketidaktepatan (tidak presisi) dalam menggambar itu sendiri.

Ada garis yang miring, ada garis yang tidak menyatu, ada besar sudut yang berbeda, dan lain sebagainya.

Contoh lain, pada mata pelajaran Statistika (dalam Matematika). Para siswa menghitung banyak data angka dengan kalkulator manual yang tentunya sangat memerlukan waktu yang sangat lama.

Ada juga mata pelajaran Bahasa (seperti Bahasa Indonesia). Jika para siswa ingin mencari definisi dari suatu kata, maka siswa akan mencari di buku kamus yang tentunya juga akan menyita banyak waktu dalam mengerjakan tugasnya.

Lalu, bagaimana menurutmu dengan zaman sekarang?

Pernyataan-pernyataan di atas sangat bertolak belakang dengan zaman sekarang. Zaman sekarang perkembangan teknologi sangat mempengaruhi bidang pendidikan.

Dengan terciptanya dan berkembangnya smartphone, benar-benar memudahkan guru dan siswa dalam menjalankan kegiatan belajar dan mengajar. Semua alat bantu tradisional seperti kalkulator, buku atlas, dan buku kamus pun sekarang tersedia di smartphone.

Selain itu, jika siswa masih belum memahami apa yang diajarkan oleh guru, siswa dapat mengakses banyak materi pembelajaran tambahan dari internet.

Pada pelajaran Matematika, smartphone juga sering digunakan untuk memudahkan proses belajar dan mengajar. Seperti contoh, penggunaan aplikasi GeoGebra saat pembelajaran geometri.

Sebelum membahas lebih jauh, kita akan berkenalan terlebih dahulu dengan pelajaran geometri dan aplikasi GeoGebra.

Geometri adalah studi matematika yang mempelajari ruang bangun dengan berfokus pada pengukuran, pernyataan terkait bentuk, posisi relatif sebuah gambar, dan lain sebagainya.

Pada ilmu geometri, kita akan dapat mengonstruksi macam-macam bangun datar dan segi banyak.

Segi banyak kemudian dapat dipergunakan untuk menyusun bangun-bangun ruang seperti segitiga, lingkaran, persegi, persegi panjang, jajaran genjang, belah ketupat, bola, kerucut, prisma dan lain sebagainya.

Sedangkan GeoGebra adalah sebuah software  yang sangat membantu teman-teman dan para guru dalam mengerjakan tugas atau pembelajaran Matematika yang berkaitan dengan geometri, aljabar, tabel, grafik, statistik dan kalkulus bisa menjadi lebih mudah.

Aplikasi GeoGebra, terdapat 3 jenis utama geogebra, yaitu GeoGebra classic, GeoGebra graphing calculator, dan GeoGebra geometry. Ketiga jenis itu memiliki tujuan dan fungsi yang berbeda.

Namun, kali ini kita akan fokus membahas tentang menu-menu dalam GeoGebra geometry. GeoGebra geometry banyak menggunakan menu yang memudahkan dalam pelajaran geometri. Menu-menu tersebut biasanya berbahasa Inggris.

Tapi tenang saja, kamu dapat setting bahasa di GeoGebra menjadi Bahasa Indonesia. Berikut merupakan menu-menu dan kegunaannya yang terdapat di GeoGebra geometry :

  • Basic Tools / Alat Dasar
  • Edit / Alat Sunting
  • Construct / Alat Konstruksi
  • Measure / Alat Ukur
  • Lines / Alat Pembuat Garis
  • Circles / Alat Pembuat Lingkaran
  • Polygons / Alat Pembuat Segi Banyak
  • Transform / Alat Perubah

Dalam delapan menu di atas, masih terdapat banyak menu lain di dalamnya. Jika kamu gunakan semua menu dengan sebaik-baiknya, maka itu akan memudahkanmu dalam mengerjakan tugas geometri.

Terutama dalam mengintrepretasikan suatu pernyataan geometri menjadi suatu bentuk geometri yang dimaksud. Selain itu, bisa juga untuk membuktikan suatu teorema berkaitan dengan geometri, seperti Teorema Minnelause, Teorema de Ceva, dan lain sebagainya.

Dari penjabaran di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa aplikasi GeoGebra sangat membantu pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran geometri. Mulai dari mengkonstruksi bentuk geometri, mengukur luas dan volume suatu bangun dengan sekali click sajahingga memudahkan dalam membuktikan suatu teorema geometri. Jadi, itulah pentingnya penguasaan aplikasi GeoGebra untuk pelajaran geometri.