Pada tahun-tahun ini kita sedang bersama-sama dihadapkan dengan sebuah jenis wabah covid-19 sehingga membuat seluruh aktivitas kita menjadi terhambat baik dari bidang pendidikan, keagamaan, ekonomi, social dan banyak lagi lainnya. Namun yang sangat menjadi perhatian kita bersama adalah dibidang pendidikan yang mana tidak sedikit banyak dari anak-anak kita yang terdampak dari aksi diliburkannya sekolah selama pandemi dan disini banyak sekali juga masalah yang ditimbulkan.

Taman pendidikan al-quran baiturrahman didesa maringgai hadir dengan sedikit memberikan solusi dan mengobati rasa rindu anak-anak didesa maringgai untuk belajar bersama dan melalui pendidikan agama inilah menjadikan anak-anak didesa menambah semangat dalam belajar dan menambah pendidikan al-quran yang bertujuan menjadikan anak-anak yang berahlakul karimah dan bernilai positif. 

Pemanfaatan dari ruangan yang sederhana hanya 4x6 saja luasnya yang digunakan sebagai ruang untuk belajar dan sebagai pusat pendidikan agama islam non formal dimasa pandemi corona ini. Rumusan masalah yang ingin dikaji oleh penulis yaitu, bagaimanakah cara mengimplementasikan pendidikan islam  al-quran non formal ditengah pandemi covid 19 diTPA Baiturrahman dusun v desa maringgai,  kecamatan labuhan maringgai, lampung timur.

Pendidikan merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta didik atau murid untuk mencapai tujuan pendidikan yang berlangsung dalam linglungan tertentu. Pendidikan pada intinya adalah proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya sendiri sehingga mampu dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi. 

Sedangkan pendidikan Islam sendiri sebagai suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh aspek-aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh umat beragama islam sebagaimana islam telah dijadikan suatu pedoman bagi kehidupan seluruh umat manusia (islam rahmatalil alamin), dan TPA Baiturrahman hadir sebagai lembaga pendidikan islam non formal apa itu pendidikan non formal yaitu pendidikan islam non formal adalah pendidikan islam yang setiap kegiatannya telah terorganisasi dan ditata secara sistematis.

Salah satunya pendidikan al-quran diTPA Baiturrahman ditaman pendidikan alqur’an inilah  telah diselenggarakan kegiatan-kegitan kegamaan berbasis islam seperti mengaji, memberikan pelajaran fikih dan membuat karakter pada anak untuk lebih mengamalkan ajaran-ajaran  islam pada kehidupan sehari-hari. ini tentu mendorong anak lebih terarah kehal yang sangat positif. Selain belajar agama disini juga anak-anak diberikan sedikit materi pelajaran umum yang mana hal ini bertujuan supaya pelajaran yang ada disekolah yang terdampak pandemi dapat teringat dan menjadi solusi untuk anak tetap belajar materi-materi umum.

Dan diTPA juga hadir untuk membuka midset masyarakat setempat akan pentingnya pendidikan baik formal maupun non formal karena pendidikan sangat bermanfaat bagi seluruh umat apalagi bagi umat islam dengan menanamkan pendidikan al-quran, moral dan ahlak yang baik sejak usia dini pada anak-anak kita, ini tentu sangat baik dampaknya untuk menjadikan desa itu berkembang maju dan desa yang bernilai spiritual yang baik serta menjadi desa yang baldatun toyyibatun ghofur.

Pada zaman sekarang ini pergaulan bebas versi barat sangat berkembang pesat dinegeri kita tercinta yang mana pergaulan orang-orang barat itu bertolak belakang dengan ajaran islam seperti adat istiadat berpakaian saja sangat jauh yang mana orang-orang barat itu lebih terkesan terbuka dan islam mengajarkan bahwasannya pakaian terbaik ialah pakaian yang bersih lagi menutupi aurat dari sinilah pendidikan islam hadir untuk membentengi pergaulan anak-anak kita dan pendidikan islam juga mampu memfilter mana saja hal yang baik lagi yang batil.

Maka dari itu dimasa pandemi ini sangat terasa bagi anak-anak kita untuk belajar lebih keras lagi dan lebih memaksimalkan waktu dengan sebaik-baiknya maka disini juga perlu peran orang tua agar selalu mengawasi dan mengarahkan anak kehal yang positif mengapa demikian karena persekolahan daring dimasa covid-19 ini jika kurang dari pengawasan orang tua anak bisa menyalahkan tehknologi kehal yang negative seperti, bermain game online. 

Melihat hal-hal yang tak sewajarnya (pornografi) dan banyak hal lainnya untuk itu kita sebagai orang tua yang bijak lakukanlah pengawasan dan selalu membimbing anak untuk belajar agama dan pelajaran lainnya jika disini orang tua masih belum maksimal bisa menaruhkan anak kelembaga-lembaga pendidikan al-quran terdekat untuk mengaji dan mengkaji ilmu-ilmu agama dan lainnya.

Sehingga anak kita dalam PSBB yang dilakukan oleh pemerintah dimasa covid-19 ini tetap belajar dan menimba ilmu sesuai kewajiban yang dianjurkan oleh allah swt. Didalam qs. Al-hujurat ayat 11 dan banyak hadits-hadits rasulullah saw yang memerintahkan dan mewajibkan untuk muslim laki-laki dan perempuan dalam menimba ilmu agama dan ilmu pengetahuan lainnya.

Pada kesimpulannya pengimplementasian pendidikan islam non formal dimasa pandemi covid-19 diTPA Baiturrahman  dusun v desa maringga kecamatan labuhan maringgai lampung timr sudah berjalan dengan baik. Pendidikan islam non formal yang ada sudah terlaksana dan mencakup seluruh usia mulai dari kalangan tua, remaja maupun anak-anak. Factor pendukung dan sarana prasarana yang ada menjadikan seluruh masyrakat antusias dan semangat dalam belajar ilmu agama terkhusus dalam membaca al-quran bersama-sama  namun tetap Dengan melakukan social distancing serta tetap menjalankan protocol kesehetan.