7 bulan lalu · 178 view · 3 menit baca · Kesehatan 66041_57807.jpg
@KemenkesRI

Pentingnya Pedoman Gizi Seimbang

Empat Pilar Pedoman Gizi Seimbang

Hidup sehat prestasi hebat !!!

"4 sehat 5 sempurnamerupakan slogan pada pendidikan dan penyuluhan yang dimulai tahun 1952. Hasilnya mampu menanamkan pengertian pentingnya gizi yang kemudian merubah perilaku masyarakat. Slogan ini tidak asing lagi di telinga masyarakat utamanya pada anak-anak dan ibu yang mendapatkan penyuluhan 4 sehat 5 sempurna. Seiring perkembangan bangsa Indonesia dihadapkan pada masalah kesehatan yang lebih kompleks yang membuat slogan 4 sehat 5 sempurna tidak lagi sesuai untuk mengatasi permsalahan yang ada. 

Tahun 1992 hasil kesepakatan konferensi pangan sedunia di Roma dan berdasarkan prinsip Nutrition Guide for Balanced Diet bahwa ada slogan yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan di Indonesia yaitu Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Ini diyakini mampu mengatasi masalah kekurangan gizi maupun kelebihan gizi. Prinsip pedoman gizi seimbang adalah mengonsumsi jenis makanan sehari-hari yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan masing-masing individu ataupun sesuai kelompok usia. 

Pedoman gizi seimbang mengandung 4 pilar yang merupakan upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang masuk dan zat gizi yang keluar.


4 pilar yang terkandung pada pedoman gizi seimbang diantaranya yaitu :

1. Mengonsumsi Makanan Beragam. Keberagaman mengonsumsi makanan harus sesuai dengan jumlah yang wajar sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing individu. Contohnya : lebih dianjurkan mengonsumsi sayur dan buah lebih banyak. Memenuhi kebutuhan air minum bagi tubuh agar proses metabolisme berjalan lancar dan menghindari berbagai risiko penyaki akibat kekurangan air (dehidrasi).

2. Membiasakan Perilaku Hidup Bersih. Perilaku hidup yang kurang bersih dapat menjadi sumber penyakit yang akhirnya dapat terjadi penyakit infeksi. Inilah salah satu penentu status gizi seseorang. Orang yang terkena penyakit infeksi akan mengalami penurunan nafsu makan yang berakibat pada kurangnya asupan gizi, padahal untuk meningkatkan metabolisme maka tubuh membutuhkan gizi yang cukup. Sebaliknya, tubuh yang kekurangan gizi maka akan rentan terserang penyakit infeksi karena ketahanan tubuh menurun. Pada tubuh dengan ketahanan yang kurang mengakibatkan kuman penyakit mudah amsuk dan berkembang. Mari kita budidayakan perilaku hidup sehat :

a) Mencuci tangan sebelum mengonsumsi apapun baik makan, minum, memberi ASI pada anak.
b) Menutupi makanan dan minuma dengan baik.
c) Menutup mulut ketika bersin agar kuman penyakit tidak tersebar bebas.
d) Menggunakan alas kaki agar terhindar dari telur cacing yang berakibat pada infeksi cacingan.

3. Melakukan Aktivitas Fisik. Melakukan kegiatan tubuh baik ringan maupun berat. Olahraga mampu menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukan zat gizi utamanya sumber energi. Aktivitas fisik juga mampu memperlancar sistem metabolisme tubuh termasuk metabolisme zat gizi.

4. Mempertahankan dan memantau berat badan (BB) normal. Indikator tercapainya keseimbangan zat gizi dilihat pada indeks masa tubuh (IMT) dalam tubuh yaitu berat badan yang normal atau berat badan yang sesuai dengan tinggi badan. Maka dari itu pemantauan berat badan sangat penting untuk menghindari penyimpangan berat badan (BB).


Empat pilar pedoman gizi seimbang sangat di anjurkan untuk mencapai cita-cita/visi bersama yaitu mewujudkan generasi atau bangsa sehat, cerdas, berprestasi, unggul, dapat bersaing sehingga menjadi perhatian dan disegani bangsa-bangsa lain dalam persahabatan global. Pada masanya 4 sehat 5 sempurna sesuai dengan perkembangan IPTEK dan mampu mengatasi permasalahan gizi. Namun, berjalannya perkembangan IPTEK di rasa 4 sehat 5 sempurna belum mampu mencapai hidup sehat dan cerdas. 

Diperlukan pemenuhan air yang cukup, kebersihan badan dan lingkungan serta aktivitas fisik. Inilah dicetuskan Pedoman Gizi Seimbang sesuai dengan visi pembangunan gizi jangka panjang. Gizi Seimbang memiliki slogan “GIZI SEIMBANG BANGSA SEHAT BERPRESTASI” yang maknanya bahwa gizi seimbang merupakan syarat mutlak untuk mencapai atau meraih visi pembangunan gizi dengan mewujudkan generasi sehat, cerdas, berprestasi, unggul, dapat bersaing secara global, tangguh dan hebat. Tercapainya visi pembangunan gizi berarti tercapainya suati prestasi yang hebat bagi bangsa Indonesia.

Mari kita menjadikan perilaku hidup sehat sebagai budaya yang harus di turunkan kepada generasi selanjutnya agar tercapai insan-insan yang sehat, cerdas dan berprestasi.

Salam Hidup Sehat.

Hidup Sehat Prestasi Hebat.


Raden Roro Susanti Septi Kurnia

Artikel Terkait