"Mengajar itu bukan tentang berapa banyak mahasiswa yang hadir di ruang kelas kita. Tapi, berapa banyak mahasiswa yang merasa bahagia hadir di ruang kelas kita." ~ Yusrin Ahmad Tosepu

Adakalanya mahasiswa mengalami stres dalam mengikuti proses perkuliahan. Bukan hanya disebabkan tugas dan mata kuliah yang terlalu banyak, tapi juga faktor perkuliahan yang kaku dan membosankan.

Hal tersebut berimbas pada antusias dan semangat mahasiswa mengikuti perkuliahan dan pastinya berpengaruh pada tingkat kelulusan mahasiswa.

Tengok raut wajah setiap mahasiswa yang cukup serius menatap dosennya menerangkan pelajaran di depan kelas. Sesekali mereka menggaruk-garuk kepalanya atau bahkan menguap. Itu gambaran kebanyakan mahasiswa yang bete alias garing di ruang kelas saat perkuliahan berlangsung. Mungkin hanya sebagian kecil dari mereka yang penuh konsentrasi saat dosen menerangkan.

Semua itu memang sangat tergantung dari dosen yang mengajar di kelas. Jika ternyata dosen hanya melakukan metode ceramah satu arah, bisa dipastikan kondisi mahasiswa akan seperti tadi.

Beberapa hari yang lalu, saya berdiskusi dengan rekan dosen. Membahas seputar serba-serbi perkuliahan, tentang materi kuliah, metode pengajaran, sampai kondisi mahasiswa dalam perkuliahan.

Kami ngobrol perihal info terupdate seputar kampus. Banyak pelajaran dan sharing yang kami lakukan. 

Beberapa hal yang sempat saya tanyakan ke rekan saya. "Di kampus, jarang banget rekan dosen yang suka lucu ya? Soalnya aku melihat semua pada terlihat serius." Alhasil dia pun tertawa. Saya yakin, rekan saya ini merasakan kalau di linkungan kampus kurang suplai sesuatu yang lucu apalagi saat mengajar.

Padahal menyisipkan gurauan dan canda dalam mengajar merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan antusias dan semangat mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan.

Nah, berikut ini saya akan berbagi tentang pentingnya menyisipikan humor, gurauan dan canda dalam perkuliahan;

1. Mahasiswa tidak Kaku dan Bete dalam mengikuti perkuliahan

Ini bukan tentang dosen jadi pelawak, atau harus mengenakan pakaian badut untuk menghibur mahasiswa. Mengajar dan belajar memang harus lebih banyak fokus, lebih banyak serius, dan saling berdiskusi satu sama lainnya yang kadang membuat kerutan alis mahasiswa makin mengkerut.

Menyisipkan humor, gurauan, dan canda dalam mengajar terbukti sangat membantu mahasiswa tidak terlalu kaku dan bete dalam mengikuti perkuliahan. Semua cair tanpa ada yang gelisah, galau dan narsis dalam mengikuti perkuliahan. Kalau mahasiswa kita tidak kaku, tentu rasa nyaman dan bahagia akan timbul di benaknya.

2. Membuat Dosen dan Mahasiswa makin kreatif

Saat mengajar, kita menggunakan metode, konsep, langkah yang sudah tersistem sedemikian rupa. Humor, gurauan, dan canda dalam mengajar sangat membantu dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kreativitasnya.

Humor membuat otak rileks. Keadaan rileks inilah yang membantu dosen dan mahasiswa lebih banyak berpikir out of box. Kalau sudah kreatif meningkat, dosen dan mahasiswa bisa menjadi pribadi yang multitasking dan bisa diandalkan.

3. Meningkatkan rasa kebersamaan dan Kepercayaan

Tak ada keraguan lagi, kalau menjadi pribadi yang humor pasti banyak temannya. Dia fleksibel bisa masuk dalam forum apa pun, bisa membentuk suatu kebersamaan, dan tentu bisa menjadi problem solver alias penyembuh masalah.

Boleh kok tetap serius, dan itu juga penting. Semua tentang bagaimana kita bisa mengimbangi antara kapan harus memberi sesuatu yang membuat orang tersenyum dan kapan harus berpikir positif tingkat tinggi.

4. Membangun Antusias dan Semangat belajar

Dalam pendidikan, khususnya proses belajar-mengajar, selera humor sangat dibutuhkan. Mahasiswa maupun dosen tidak ingin kalau tempat dia belajar ataupun tempat ia mengajar yang terlalu kaku ataupun serius.

Antusias dan semangat belajar mahasiswa dan mengajar dosen bisa kita bentuk dengan cara menyisipkan humor, gurauan, canda dalam perkuliahan alias saat menyampaikan ataupun saat menjelaskan materi kuliah.

5. Suasana Cair "Melepas Identitas"

Ini penting banget ketika dosen sedang berkumpul dengan rekan dosen lainnya ataupun kolega, membuat keadaan cair akan "Melepas Identitas" alias tak ada jabatan.

Dosen yang kreatif adalah yang bisa membaur dengan segmen manapun, dia tidak canggung harus memungut sampah ataupun sekedar berkumpul dengan mahasiswa, duduk bersila bareng ngobrolin hal lucu ataupun sikon perkuliahan yang udah usang sekalipun.

6. Hilangin Stress alias Stress Minggat!

Sekarang makin jelas akan pentingnya menyisipkan humor, gurauan dan canda dalam mengajar. Kita lanjut ke pentingnya humor dalam perkuliahan. Lingkungan kampus yang dinamika tinggi, dosen dengan segudang kegiatan mengajar, mahasiswa dengan segudang tugas dan matakuliahnya.

Tentunya penuh dengan ketegangan, terbukti banget kalau humor bisa mengurangi stress, kalau stress sudah hilang, penyakitpun susah menjangkit tubuh

7. Membuat Dosen dan Mahasiswa lebih nyaman

Tak perlu diragukan, kalau dosen punya keahlian memberikan joke yang fresh, pasti membuat rekan dosen lainnya dan mahasiswa lebih nyaman, walau sebenarnya di otak penuh dengan dateline atau sesuatu yang membuat garuk kepala. Humor membuat lingkungan kampus dan khususnya perkuliahan nyaman, lebih berenergik.

8. Meningkatkan Skill dan Produktivitas

Ingin menambah skill atau meningkatkan produktivitas? Tak hanya harus membuka berlembar-lembar buku, walau itu penting banget. Humor juga bisa membuat dosen dan mahasiswa lebih produktif.

Menjadi seseorang yang menyenangkan akan membuat orang nyaman, kalau orang sudah nyaman, orang akan gampang memberi info yang segar, info yang sebelumnya belum tahu. Ilmu semakin bertambah, skillpun mengikut.

Sebagai seorang dosen wajib menyisipkan humor, gurauan dan canda dalam mengajar tanpa melupakan untuk tetap fokus. Hal ini akan tetap membuat otak rileks walaupun segudang tugas dan kegiatan pendidikan dan pengajaran yang harus di kerjakan, begitupun dengan mahasiswa, akan lebih semangat, ceria, dan bahagia mengikuti perkuliahan.

Coba anda perhatikan, ketika anda mengajar atau mahasiswa mengikuti satu mata kuliah, atau pelajaran, mungkin ada satu hal yang bisa membuat setiap orang fokus. Menambahkan humor, gurauan, canda yang disisipkan dalam materi bisa membuat fokus terjaga.

Sebagai penutup, patut digaris bawahi, perkuliahan itu bukan hanya sekedar canda dan gurauan. Tapi pada akhirnya, setiap perkuliahan yang disisipkan dengan humor itu dirindukan.

Semoga bermanfaat!