Keterampilan membaca dapat dikembangkan secara tersendiri, terpisah dari keterampilan mendengarkan dan berbicara. Minat membaca adalah keinginan untuk memperhatikan atau melakukan kegiatan membaca serta memahami isi dari apa yang tertulis. Dengan membaca, banyak informasi yang akan diperoleh sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar.


Membaca nyaring (read aloud) merupakan jenis kompetensi membaca yang menuntut persyaratan yang ketat. Membaca nyaring bukan sekedar menyuarakan huruf. Jika hal ini yang terjadi maka pemahaman akan materi yang dibaca akan gagal diperoleh. 

Membaca nyaring (read aloud) difokuskan pada tekanan kata, lagu kalimat atau intonasi, jeda, dan menguasai tanda baca. Keempatnya harus tepat. Jika ketepatan ini diabaikan, maka pendengar akan mengalami kesulitan pada waktu membaca dalam hati atau membaca intensif. Mereka hanya bisa membaca tetapi sulit menemukan pemahaman yang dikandung dalam bacaan.


Tarigan menuliskan dalam bukunya yang berjudul “Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa” bahwa membaca nyaring (read aloud) adalah kegiatan dimana seseorang membaca atau melafalkan bunyi bahasa dengan suara yang cukup keras sehingga orang lain dapat mendengarnya. 

Dalam penjelasan buku lain pun tidak jauh berbeda definisi mengenai membaca nyaring, membacakan buku dengan suara nyaring/dikeraskan, intonasi yang jelas, pelafalan bunyi konsonan, nada yang sesuai. Cara membaca seperti ini merupakan salah satu bentuk strategi dalam upaya membantu fokus pada perhatian anak.


Bagaimana jika orang tua tidak terlalu bisa membaca dengan intonasi yang baik? Sederhanannya orang tua penting dapat membaca buku sesuai dengan tanda titik dan koma, lalu dapat memberdakan kalimat pertanyaan dengan pernyataan juga ekpresi ketika membacakannya. 

Dengan adanya kegiatan membaca nyaring ini dapat menstimulasi tumbuh kembang anak, karena anak tidak hanya diajak untuk mendengarkan saja. Dijadikan sebagai cara untuk menjalin ikatan antara orang tua dengan anak, menghibur, memberikan informasi dan penjelasan, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan memberikan inspirasi. 

Ketika dalam membaca nyaring anak banyak memberikan pertanyaan, maka tanggapi dan jawablah rasa ingin tahu mereka dengan baik dan tulus. Karena pada saat itulah terjadi jalinan ikatan antara anak dengan orang tua dan juga terjadi proses penerimaan informasi.

Proses membaca nyaring dilakukan tidak terlalu lama dalam sehari, orang tua dapat menyediakan waktu 10-15 menit untuk sang anak. Nah, berbeda kondisi ketika sang anak sedang tidak ingin dibacakan buku. Berikut cara-cara yang dapat dilakukan:

1. Ajak sang anak dengan penuh kasih sayang (jangan memaksanya)

2. Pilihlah tempat yang nyaman bagi anak dan coba untuk dengarkan pendapatnya.

3. Ambillah buku yang disukai anak (buku bergambar atau buku berwarna)

4. Mulai bacakan dari bagian yang anak suka

5. Tanggapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan antusias anak

Ada juga beberapa tahapan untuk membacakan cerita pada anak, yaitu:

1. Pilih buku yang sesuai dengan tahun pertama usianya yang dapat menstimulasi ingatan, penglihatan dan juga pendengarannya (buku dengan berbagai gambar dan warna yang mudah menarik perhatian anak)

2. Pada saat anak balita dibutuhkan buku bergambar dan berikan penjelasan pada setiap gambar lalu minta si anak untuk coba melafalkannya dan berikan pujian yang tulus.

3. Lalu setiap perkembangannya tingkat ilustrasi tulisannya akan bertambah.Pada usia sekolah anak dapat diberikan cerpen atau novel mulai dari yang tipis hingga tebal.  

Dengan adanya penjelasan ini sebagai calon orang tua di masa yang akan datang, sudah patutlah memahami pentingnya membaca bagi tumbuh kembang anak. Pada zaman ini kebanyakan anak dikenalkan dengan gadget menyebabkan adanya interaksi satu arah yang mungkin saja dapat memperlambat komunikasi sang anak. 

Buku di rumah, sekolah, dan perpustakan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang (intelektual) anak. Dunia semakin pesat dengan adanya teknologi yang mumpuni, bahkan buku saja sudah bisa kita dapatkan dalam media online (elektronik). Namun, tetap saja buku tradisional pun masih sangat dibutuhkan. Khususnya balita atau anak yang belum cukup mengenal dunia online, anak tetaplah anak-anak dengan segala keingintahuannya. 

Perkenalkanlah anak dengan buku sejak dini melalui membaca nyaring kemudian membesarkannya dengan rasa cinta kepada bacaan, hingga ia akan terus membaca jauh setelah lulus sekolah.  


Membacakan nyaring sama berharganya dengan kehangatan pelukan.

Membacakan nyaring sama bermanfaatnya dengan mengajarkan Pendidikan.

Membacakan nyaring sama nilainya dengan harta warisan.

Karena membacakan nyaring adalah bukti cinta dan kasih sayang.

Mari membacakan nyaring untuk Ananda kita, minimal sepuluh menit setiap malam.”

(Wulan Mulya Pratiwi)

Founder Wonderland Family dan Penulis Nasional

Sumber:

Tarigan, H. G, Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, Bandung: Angkasa, 2008

Trelease, J., The Read Aloud Handbook: Membaca Buku dengan Nyaring Melejitkan Kecerdasan Anak, Jakarta: Noura Books, 2017

Wulan Mulya Pratiwi, Z. M, The Book Of Read Aloud, Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2021