Islam adalah agama yang dirahmati oleh Allah SWT. Di dalamnya, terdapat ajaran-ajaran kebenaran kepada setiap manusia Dan di agama Islam terdapat kitab suci terakhir yaitu Al-qur’an kitab yang di turunkan oleh Allah SWT pada 17 ramadhan melalui perantara malaikat Jibril kepada nabi Muhammad SAW. Kitab yang menjadi penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya yang mempunyai 6666 ayat, 114 surah dsb.

Al qur’an adalah kalamullaah (kalam Allah). Al qur’an merupakan petunjuk bagi manusia yang di dalamnya terdapat berbagai macam intruksi untuk mengatur seluruh kehidupan manusia. Allah swt berfirman dengan artinya : “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (2:2). Ayat ini menegaskan bahwasannya keberadaan Al-qur’an menjadi petunjuk untuk orang-orang yang bertakwa

Kebanyakan kaum Muslim lebih banyak memelihara Al qur’an dengan sekedar membaca, tanpa pernah tau bagaimana artinya apalagi cara mengamalkannya. Seperti  halnya kebanyakan orang pada jaman sekarang .

Hal itu memang tidak salah, hanya saja jika kita pahami memelihara Al qur’an bukan sekedar membaca, lebih dari itu kita diwajibkan untuk memahami dan mengamalkan Al qur’an pada diri kita dan mendakwahkan pada orang lain. Karena Al qur’an bukan sekedar Allah turunkan utk menjadi sebuah bacaan, tetapi untuk mengatur kehidupan ini. Dalam Al qur’an semua aturan telah Allah sampaikan. Tinggal bagaimana cara kita menerapkannya. Akan tetapi memahami atau menafsiri Al-qur’an di perlukan referensi seperti kitab jalalain dsb. Mengapa harus di perlukan referensi tersebut?.

Fenomena kebanyakan orang pada zaman sekarang banyak yang hanya menggunakan arti saja tanpa memahami lebih lanjut . Al-qur’an mempunyai bahasa dan sastra yang sangat mendalam jadi tidak bisa hanya dengan menggunakan penerjemah saja, kita juga harus memahaminya lewat kitab” yang mengkaji tersebut agar tidak terjadi salah pemahaman .

Karena jika sampe salah pemahaman itu bisa bahaya dalam kehidupan apalagi jika sudah di dakwahkan itu bisa berakibat fatal . Seperti contoh kemarin pemerintah yang sempat akan melegalkan miras itu membuktikan bahwa kurangnya pemahaman tentang isi Al-Qur’an .

Padahal sudah jelas tertera dalam Al-qur’an bahwasannya Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 219 yang artinya:

"Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir."

Tidak hanya larangan dari agama saja menurut ilmu kedokteran pun alkohol banyak ke madharatannya seperti contoh membuat kita jadi hilang akal sejenak . maka dari itu minum-minuman beralkohol di haramkan dalam Islam . Allah tidak akan mengharamkan sesusatu tanpa sebab dan akibatnya . Setiap larangan pasti ada madharatannya bagi kita umat manusia .

Adapun beberapa upaya kita untuk merawat Al-qur’an :

  • Pertama : Mengimani, Kita harus mengimani semua bagian Al Qur’an tanpa terkecuali. Jangan sampai kita hanya mengimani sebagian isi Al Qur’an, yang sesuai dengan selera dan kehendak kita saja, dan mengingkari sebagian yang lainnya, jika tidak sesuai dengan selera dan kehendak kita. Sikap kita terhadap Al-Qur’an adalah: Sami’na wa atha’naa “Kami mendengar dan kami mentaati”.

  • Kedua : membaca (tilawah), Agar dapat membaca dengan baik dan benar, maka harus mempelajari ilmu tajwid. Barangsiapa yangmembaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur’an) maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala). Aku tidak mengatakan ”Alif Laam Mim adalah satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf” (HR. Tirmidzi). Dan bagi orang-orang yang bisa membaca Al Qur’an dengan baik, kelak di Hari Qiyamat akan diberi kehormatan untuk membacakan Al Qur’an dihadapan para penduduk Surga (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasai).


Ketiga : Menghafal (al hifzu), sesuai kemampuan. Tujuannya agar mempermudah dalam pengamalannya, seperti pada bacaan Shalat, maupun disampaikan pada waktu ceramah. Kemampuan manusia dalam menghapal Al Qur’an, merupakan salah satu cara dari menjaga keutuhan Al Qur’an itu sendiri. Bahkan orang buta (tuna netra) juga diberi kemampuan untuk menghapal Al Qur’an. Sebab, jika terdapat bacaan (lafadz) atau tulisan (kitab) yang salah, maka para penghapal Al Qur’an akan mengingatkan kesalahannya. Sehingga menjadi benar kembali. Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang didalam hatinya tidak ada sesuatupun dari Al-Qur’an ibarat rumah yang rusak (HR At-Tirmidzi).

  • Keempat : memahami (al fahmu), Setiap muslim wajib memahami isi yang terkandung dalam Al Qur’an. Tanpa pemahaman yang baik dan benar, maka akan menjadi sulit untuk mengamalkan. Sebelum kita mengamalkan sesuatu, kita harus memahami dulu sesuatu itu, supaya tidak salah dalam mengerjakannya. Sebagai pedoman hidup yang paling lengkap, jika kita memahaminya, maka akan mempermudah kita dalam mengamalkan isinya. Karena Al Qur’an ditulis dengan menggunakan bahasa Arab, maka cara ideal untuk memahami Al Qur’an adalah dengan mempelajari bahasa Arab.

  • Kelima, diamalkan (al a’mal), Seorang yang memahami dan mengerti sebuah kebaikan namun tidak mengamalkan bagaikan lebahyang tidak menghasilkan madu. Al Qur’an adalah pedoman hidup manusia yang wajib untuk diamalkan isinya, baik dalam kehidupan diri, keluarga, masyarakat dan bangsa. Tujuannya agar manusia dapat menjalani hidup ini dengan baik sesuai petunjuk Allah Swt. Sehingga setiap langkahnya akan dibimbing dan mendapatkan ridho dari Allah Swt.


Keenam : disampaikan (ad dakwah). Kebaikan bukanlah hanya untuk diri sendiri saja. Alangkah baiknya apabila ia dapat dirasakan oleh orang lain. Kebaikan yang terus menyebar ini akan menjadi ladang amal yang terus mengalir bahkan apabila kita sudah meninggal sekalipun, laksana air zamzam yang tak pernah berhenti memancar.

  • Masih banyak umat Islam yang belum mengetahui kewajiban-kewajiban ini. Sebagai sesama muslim tentu kita wajib menyampaikannya. Sabda Nabi Muhammad Saw “Sampikanlah dariku walaupun hanya satu ayat”.

walaupun kita belum bisa melakukan semua upaya-upaya di atas setidaknya kita sudah berusaha sebisa kita . karena sudah banyak orang yang sudah menyepelekan Al-qur’an seperti contoh Al qur’an di bakar di california, di multitafsirkan di Indonesia.

itu semua menunjukkan kelalaian kita atas penjagaan dan pemeliharaan terhadap Al qur’an. Bahkan para kafir musta’mir akan senantiasa menjauhkan kaum Muslim dari Al qur’an karena selama Al qur’an ada di hati kaum Muslim, akan menjadi penghalang besar bagi para kafir musta’mir utk menghancurkan kaum Muslim.

Semoga dengan  memelihara Al-qur’an kita bisa mendapakan manfaat dan barokah tersebut.  

                                                ~ Muhammad Fahmi Mubarok ~