Saat ini, kemajuan suatu bangsa dilihat berdasarkan beberapa indikator, salah satunya adalah kualitas pendidikan suatu negara. Masyarakat memiliki persepsi bahwa negara maju memiliki tingkat kualitas pendidikan yang lebih baik dibandingkan dengan negara berkembang. 

Tinggi rendahnya mutu pendidikan tersebut tentunya akan berdampak pada kualitas atau mutu dari sumber daya manusia yang dimiliki oleh suatu negara. Hal tersebut menjadi asumsi dasar bahwa kemajuan pendidikan memiliki pengaruh yang besar terhadap kemajuan suatu negara.

Dalam meningkatkan kualitas pendidikan suatu negara, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang menunjang kemajuan pendidikan, di mana salah satu faktor tersebut adalah tersedianya media pembelajaran. 

Media pembelajaran merupakan seperangkat alat atau fasilitas yang dapat membantu penyaluran pesan dari guru kepada siswa, agar tercapainya tujuan dari suatu pembelajaran.

Tersedianya media pembelajaran di beberapa sekolah masih tergolong rendah, hal ini menyebabkan terhambatnya siswa untuk dapat memahami materi dengan optimal. Tidak tersedianya media pembelajaran di beberapa sekolah disebabkan oleh asumsi negatif pada media pembelajaran. 

Pendidik cenderung menganggap bahwa media pembelajaran itu tidak penting dikarenakan memerlukan biaya yang mahal dan meyakini bahwa metode pembelajaran konvensional dinilai masih lebih efektif. 

Oleh sebab itu, tidak tersedianya media pembelajaran menjadi penghambat kemajuan pendidikan, padahal media pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang pendidikan.

Berdasarkan beberapa data penelitian yang dilakukan di beberapa sekolah menyatakan bahwa media pembelajaran berpengaruh baik terhadap mutu pendidikan. 

Siswa cenderung tertarik dengan pembelajaran yang disampaikan dan juga dapat berkonsentrasi penuh sehingga pesan yang disampaikan oleh guru dapat diterima oleh siswa secara optimal. 

Selain itu, penggunaan media pembelajaran memiliki dampak yang positif bagi siswa, salah satunya adalah meningkatnya hasil belajar siswa sehingga siswa berhasil menjadi siswa yang berprestasi. 

Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran memberikan pengaruh yang besar dalam proses pembelajaran antara siswa dan gurunya.

Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran baik berupa gambar, maupun animasi sangat dianjurkan agar siswa tidak mudah bosan ketika belajar. Media pembelajaran yang tidak monoton tersebut tentunya akan membuat siswa tidak mudah bosan dan justru termotivasi untuk belajar. 

Dengan asumsi tersebut, pastinya siswa akan mudah memahami pembelajaran yang disampaikan dan mengoptimalkan proses belajarnya. 

Media pembelajaran juga sangat membantu pemerataan dalam proses belajar-mengajar, karena media pembelajaran tidak hanya membantu siswa yang memiliki gaya belajar auditori saja tetapi juga membantu siswa yang memiliki gaya belajar visual dan kinestetik. 

Sehingga siswa tidak perlu berangan-angan untuk memahami suatu materi pembelajaran. Dengan media pembelajaran siswa menjadi tahu secara pasti apa yang dimaksud dan diajarkan oleh gurunya.

Seiring berkembangnya zaman, penggunaan media pembelajaran sebagai sarana pendidikan akan selalu berkembang. Banyak media yang bisa didapatkan dengan mudah di berbagai layanan online secara percuma. 

Berdasarkan hal tersebut, tentunya kemajuan informasi, teknologi dan komunikasi (IPTEK) memiliki peran yang besar dalam pendidikan suatu negara. Perkembangan IPTEK menjadi peluang bagi para pendidik untuk meningkatkan kreativitas dan kualitasnya dalam menciptakan media dan metode pembelajaran yang lebih optimal. 

Media pembelajaran bisa lebih dikembangkan melalui platform-platform yang sering digunakan oleh siswa seperti YouTube, TikTok, dan media sosial lainnya sehingga siswa tidak hanya menggunakan platform tersebut sebagai media hiburan semata tetapi juga sebagai media pembelajaran.

Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar-mengajar tidak hanya sekedar menjadi sarana penghubung antara siswa dan guru, namun juga memiliki beberapa hal yang harus diterapkan. 

Media pembelajaran dikatakan tepat untuk digunakan jika media tersebut telah disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan dalam proses penyampaian materi pendidik mampu mengaplikasikan media tersebut secara jelas dan mudah dipahami. 

Dengan adanya media ini, pastinya akan membuka pikiran siswa untuk menjadi lebih kreatif dan cenderung mudah dalam mengingat materi yang ada pada media yang disajikan. 

Oleh karena itu, media pembelajaran berperan aktif dalam membentuk karakter belajar siswa yang berdampak pada proses pembelajaran. Hal tersebut juga berpengaruh besar pada kemampuan siswa. 

Dimana siswa yang belajar menggunakan media pembelajaran akan memiliki kualitas dan kemampuan lebih baik dibandingkan siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran.

Apabila sekolah-sekolah yang ada di Indonesia memiliki fasilitas yang mendukung tersedianya media pembelajaran tentunya akan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Hal ini karena, sekolah-sekolah tersebut akan menghasilkan generasi muda yang berkualitas sehingga tujuan pendidikan dapat direalisasikan. Selain itu, dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia suatu negara akan memiliki peluang untuk menjadi negara maju. 

Oleh karena itu, media pembelajaran berperan penting sebagai penunjang pendidikan. 

Untuk menjamin tersedianya media pembelajaran di setiap sekolah di Indonesia, maka diperlukan adanya kerjasama oleh berbagai pihak baik pemerintah, tenaga pendidik maupun masyarakat. 

Pemerintah perlu memastikan adanya alokasi dana untuk menunjang pendidikan di Indonesia termasuk dana untuk penyediaan media pembelajaran. Tenaga pendidik juga perlu meningkatkan kemampuan dan keterampilan agar mampu mengaplikasikan media pembelajaran dalam proses pembelajaran. 

Selain itu, peran masyarakat juga diperlukan untuk mendukung penyediaan media pembelajaran di sekolah, misalnya dengan membayar uang komite dan menyediakan perangkat elektronik yang menunjang ketersediaan media pembelajaran seperti laptop ataupun komputer.