“Buka Pintu”

Itulah yang diucapkan Kevin yaitu aktor Home Alone 4 saat ingin memasuki rumah calon ibu Tirinya Natalie. Setelah mengucapkan kata tersebut ke arah sebuah remote kontrol maka pintu rumahnya akan terbuka.

Selain itu, perintah lain seperti menyalakan tv, menyalakan lampu hingga menyalakan perapian dapat dilakukan Kevin di rumah tersebut hanya dengan menggunakan suara tanpa menyentuhnya. Hal tersebut merupakan suatu keunikan yang diperlihatkan oleh film yang dirilis pada tahun 2002 tersebut.

***

Kemajuan teknologi saat ini seperti tak ada habisnya. Dari akses komunikasi yang dulu sangat sulit hingga saat ini sangat mudah berkomunikasi. Bahkan bekerja dan kuliah bisa dilakukan sambil rebahan tanpa harus hadir ke kampus.

Ya, fungsi teknologi adalah memudahkan umat manusia untuk melakukan segala aktivitas, dari belajar hingga belanja online sehingga tidak memerlukan waktu banyak untuk keluar rumah dan bermacet-macet ria di jalan.

Selain dari dampak Covid-19, namun perubahan akibat revolusi industri 4.0 terus terlihat di Indonesia. Munculnya berbagai perusahaan startup yang diciptakan oleh anak muda Indonesia merupakan suatu kemajuan yang pesat.

Internet Of Things (IOT) adalah salah satu poin revolusi Industri 4.0 yang membawa perubahan kepada dunia digital. IOT perlahan sudah kita rasakan walaupun belum sampai kepada penggunaan keseharian.

IOT adalah konsep yang menghubungkan perangkat dengan internet dan memungkinkan untuk manusia berkomunikasi dengan perangkat, perangkat dengan perangkat melalui koneksi serta sambungan internet.

Internet Of Things juga bisa disebut remote kontrol jarak jauh untuk mengendalikan suatu benda melalui internet baik dikendalikan menggunakan tombol ataupun menggunakan suara sehingga benda tersebut dapat bergerak atau melakukan sesuatu.

Contoh IOT yang sudah kita gunakan di Indonesia adalah Smart Watch atau Jam tangan pintar. Berbagai produk jam tangan ini bisa kita dapat dengan berbagai fasilitas seperti menghubungkan ke ponsel hingga menghitung alat detak jantung dan langkah kaki kita.

Perkembangan IOT akan terus kita rasakan dan kita akan terbiasa menggunakannya dengan koneksi internet sehingga berbagai benda bisa kita kendalikan menggunakan teknologi IOT yang terhubung satu dengan yang lainnya.

Saya membayangkan jika IOT telah diterapkan kepada kehidupan keseharian kita. Contohnya, kita bisa memasak nasi dengan menekan tombol ponsel dari jarak jauh, bisa mengontrol suhu ruangan ketika lupa mematikan alat pendingin ruangan dan membuka pintu secara otomatis seperti yang digambarkan pada film Home Alone 4 yang saya ceritakan di atas.

Bahkan saya membayangkan, saya bisa memasak kopi hangat dari perjalanan pulang kerja sehingga saat sampai di rumah kopi yang kita masak siap minum dan juga sudah tertuang dalam gelas karena semua peralatan sudah terhubung ke internet.

Belum lagi, nanti ke depan seperti mobil, lampu lalu lintas, lampu jalanan semua terhubung ke internet dan memudahkan petugas dalam mengatur lalu lintas dari jarak jauh tanpa harus terjun langsung ke lapangan.

Oh sangat hebat sekali jika IOT diterapkan di seluruh kehidupan manusia. Semua kemudahan dan kepuasan akan didapat dengan cepat dan tidak perlu menunggu lama jika dilakukan dengan cara-cara manual seperti saat ini.

***

Membayangkan kemudahan di atas membuat saya cukup terlena, apalagi betul IOT akan diterapkan di seluruh kehidupan masyarakat dalam waktu dekat. Namun tetap mental dan juga kesiapan masyarakat harus disiapkan jika IOT benar-benar diterapkan secara maksimal.

Salah satu usahanya adalah dengan literasi digital. Ini sangat penting mengingat belum semua masyarakat hijrah dari kebiasaan manual menuju kebiasaan digital. Sehingga masih ada yang harus dipahami.

Contohnya adalah memahami masalah peralatan. Saya yakin dalam transisi nanti akan ada banyak masalah yang disebabkan oleh peralatan yang tidak bekerja maksimal seperti adanya kemacetan ketika membuka pintu, atau air tidak keluar dan sebagainya.

Jika masyarakat tidak paham dengan cara kerja alat-alat yang terhubung dengan IOT, saya memprediksi bahwa akan sulit menerapkan IOT di kehidupan sehari-hari. Karena jika ada satu saja alat yang rusak dan kita tidak paham dengan penggunaannya, semua akan mengganggu kerja alat lain.

Selanjutnya dengan literasi digital ini, diharapkan masyarakat meningkatkan keamanan dalam menggunakan peralatan berbasis IOT ini. Tidak bisa dipungkiri semakin maju teknologi dibarengi dengan semakin canggihnya perilaku kejahatan.

Saya kembali membayangkan, jika saluran gas, peralatan masak dikendalikan menggunakan internet apakah minim terjadi pembobolan? Tentu saja tidak, pasti ada kemungkinan dibobol oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Saya khawatir jika internet untuk pengendalian peralatan yang berhubungan dengan gas dibobol, maka peledakan suatu tempat seperti rumah, hotel, restoran hingga mall akan sangat mudah. Bahkan pelaku tidak perlu ke lokasi untuk meledakan tempat-tempat tersebut.

Maka untuk menghindari hal-hal tersebut, masyarakat harus diberi pemahaman untuk meningkatkan keamanan dengan literasi digital sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Apalagi masyarakat kita butuh waktu yang lama untuk beradaptasi.

***

Penggunaan IOT tentu perlahan akan diterapkan di berbagai negara termasuk di Indonesia karena merupakan tuntutan kemajuan zaman. Apabila kita tidak bisa beradaptasi maka saya yakin kita semua akan tertinggal dengan negara-negara lain dalam hal teknologi.

Saya yakin, Indonesia dalam segi infrastruktur sudah siap untuk penggunaan IOT dan diterapkan di berbagai sektor termasuk rumah tangga. Namun pertanyaannya, kapan masyarakat siap untuk menggunakan IOT?