Kesehatan mental menurut paham ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. 

Menurut Dr. Jalaluddin dalam bukunya, kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Kesehatan mental memengaruhi pikiran, perilaku hingga emosi dari setia individu. Setiap individu dari kita memiliki kesehatan mental yang berbeda-beda tergantung dengan bagaimana kita menghadapi permasalahan dan mental masing-masing. Kekuatan mental antar individu tidak bisa disamaratakan.

Fase remaja bisa juga dianggap dengan fase di mana pikiran, tindakan, sikap maupun kelakuan yang labil. Biasa juga disebut dengan masa transisi atau peralihan di mana remaja akan menjadi dewasa. Biasanya masa ini terjadi di antara usia 16-24 tahun.

Kesehatan mental pada remaja bisa terjadi karena mereka sedang berhadapan dengan banyak tantangan, dan pengalaman baru. Mereka juga memiliki legalitas hukum serta tanggung jawab yang lebih dari masa anak-anak. Beberapa remaja tiba-tiba harus hidup di lingkungan yang baru dan pertemanan yang makin luas karena tuntutan pendidikan atau karier. 

Masa remaja akan mengalami perkembangan biologis, psikologis, dan emosional hingga usia 20-an. Banyak remaja yang mengalami gejala kecemasan, ketakutan, kekhawatiran yang berlebihan yang bahkan hingga depresi. Ditambah dengan mereka belum bisa atau bahkan tidak bisa mengatasi permasalahan mental mereka sendiri.

Banyak yang menyepelekan kesehatan mental dan berpikir bahwa bisa sembuh dengan perlahan dengan sendirinya. Akan tetapi, bagi remaja yang sudah mengalami kerusakan kesehatan mental yang parah, hal ini tidak bisa dianggap remeh karena dapat menimbulkan hal-hal yang negatif misalnya stres atau gangguan jiwa hingga bunuh diri.

Diibaratkan jika mental kita sehat, kita bisa menghadapi dan menjalani masa transisi ini dengan baik dan tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang menyesatkan. Kita bisa memanfaatkan masa emas kita dengan maksimal misalnya dengan meraih prestasi atau penghargaan sebagai awal dari kesuksesan kita.

Mengatasi Kesehatan mental pada masa remaja bisa dilakukan dengan cara mengontrol emosi dan pikiran. Masa remaja ini pasti akan bertemu dengan banyak individu baru yang berbeda-beda. Perbedaan yang ada dari segi fisik, pikiran, pandangan, dan yang lainnya yang bisa menyebabkan kesalahpahaman. 

Kita juga harus bisa menerima diri kita sendiri. Kelebihan maupun kekurangan yang ada di diri kita yang harus kita syukuri sehingga kita bisa menggunakan kelebihan maupun kekurangan kita di jalan yang benar dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. 

Di masa remaja juga harus bisa menyibukkan diri dengan hal-hal yang karena tidak melakukan apa-apa selama ini seharian dapat membuat hormon stress menumpuk di dalam tubuh, hal ini membuat kita mudah cemas dan gelisah, hingga pada gilirannya saat mendapati masalah kita langsung seperti merasakan tekanan yang sangat berat.

Keadaan sosial di lingkungan sekitar juga dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Misalnya hubungan antar anggota keluarga di rumah yang kurang sehat atau lingkungan pergaulan sekolah, tetangga, maupun lingkungan sekitar yang lain. 

Dukungan dan perhatian dari orang lain sangat berperan penting juga saat mental seseorang sedang jatuh seperti saran atau masukan yang membangun. Jika rusaknya kesehatan mental seseorang sudah parah, bisa saja harus dibawa ke dokter kejiwaan seperti psikolog maupun psikiater.

Seseorang yang berobat ke dokter jiwa akan ditangani kesehatan mentalnya. Awal mulanya bercerita mengenai keluh kesah kehidupannya kemudian dokter akan memberikan solusi bagaimana caranya masalah tersebut bisa terselesaikan. Misalnya dengan upaya pencegahan, kuratif, dan rehabilitatif dengan pemberian konseling, psikoterapi, dan obat-obatan.

Seseorang yang terganggu jiwanya bisa saja tidak hanya berfokus kepada mental dan jiwa yang ada di dalam dirinya, tetapi juga berpengaruh ke perilaku dan sikapnya. Menjaga kesehatan mental sama juga dengan menjaga kesehatan fisik, sebab kita berusaha menjaga yang ada di dalam tubuh kita. Maka dari itu, secara otomatis jika mental kita sehat, kita akan menjaga fisik kita sendiri.

Dengan kata lain, menjaga kesehatan mental berarti menjaga kesehatan pikiran dan emosi. Jika kita menjaga pikiran tetap positif tentunya tubuh kita juga akan bertindak untuk mengerjakan hal-hal yang positif sehingga tubuh pun ikut sehat.

Kesehatan mental ini sangat penting di masa remaja karena kita merupakan generasi muda. Apalagi akhir-akhir ini Kesehatan mental pada masa remaja semakin meningkat dan sedihnya selama ini kita mengabaikan masalah kesehatan mental, mungkin hal ini disebabkan karena kita belum menyadari alasan pentingnya menjaga kesehatan mental.