Kehidupan senantiasa menyumbang berbagai masalah untuk dijauhi, dihadapi ataupun diselesaikan oleh manusia. Masalah tersebut hadir dalam bentuk yang beragam, baik berupa suatu keadaan yang belum sesuai dengan yang diharapkan maupun keadaan yang sedih dan menyakitkan.

Sehingga, manusia dengan akal pikirannya akan berusaha mencari jawaban untuk memecahkan masalah tersebut, di mana pemecahan masalah tidak akan terjadi jika pemikiran tidak sistematis dan teratur. Oleh karena itu, diperlukan adanya kemampuan berpikir logis.

Logis berasal dari kata logika. Menurut Irving, logika adalah ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang benar atau penalaran yang salah. Sehingga dalam berpikir logis terdapat proses berpikir yang menggunakan penalaran secara konsisten untuk menghasilkan kesimpulan yang baik.

Romauli mendefinisikan berpikir logis sebagai kegiatan berpikir yang didasarkan atas kaidah-kaidah, aturan-aturan sistematis, dan teknik berpikir yang tepat dan benar, sehingga tidak mengandung kesalahan dan dapat mengambil kesimpulan yang benar. 

Selain itu, Khasanah menjelaskan bahwa berpikir logis adalah kemampuan menemukan suatu kebenaran berdasarkan aturan, pola atau logika tertentu sehingga diperoleh kebenaran secara rasional.

Berpikir logis berhubungan erat dengan penalaran dalam menarik kesimpulan dimana seseorang harus berpikir secara tepat, baik dalam kerangka maupun materi. Hal ini sesuai dengan pendapat Yin bahwa berpikir logis berarti suatu proses di mana seseorang menggunakan penalaran sebagai kemampuan untuk menemukan kebenaran dan menuju kesimpulan berdasarkan aturan, pola atau logika tertentu. 

Kemampuan berpikir logis dapat terlihat ketika seseorang mampu menyimpulkan hasil tertentu yang dicapai dengan menerapkan argumentasi dari dasar pemikiran yang digunakan.

Yaman dalam penelitiannya menjelaskan bahwa kemampuan berpikir logis mengacu pada kemampuan individu untuk memecahkan masalah dengan menggunakan kerja pikiran untuk mencapai prinsip-prinsip atau aturan tertentu. Sedangkan menurut Syafmen dan Marbun, kemampuan berpikir logis adalah kemampuan manusia untuk memperoleh suatu pengetahuan menurut suatu pola atau logika tertentu.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa konsep berpikir logis akan mengantarkan seseorang untuk menuju kesuksesan. Karena, dengan adanya kemampuan tersebut seseorang dapat merespon fenomena yang terjadi di sekitar dengan cepat dan tepat melalui aturan, pola serta prinsip tertentu dalam logika. 

Terlebih di era modern seperti saat ini, peluang dan tantangan bukan tentang mengambil dan menjauhi tapi bagaimana berpikir dengan benar untuk menghadapi dan memaksimalkannya.

Menurut Albrecht, agar dapat berpikir logis maka harus dipahami terlebih dahulu tentang dalil logika sebagai peta verbal yang terdiri dari tiga bagian yang menunjukan gagasan progresif yakni; (1) dasar pemikiran atau fakta sebagai tempat berpijak. (2) argumentasi atau cara menempatkan dasar pemikiran bersama yakni proses sistematis yang menghubungkan dasar pemikiran satu dengan yang lain. (3) kesimpulan atau hasil yang dicapai dengan menerapkan argumentasi pada dasar pemikiran.

Sedangkan menurut Ni’matus, karakteristik berpikir logis meliputi; (1) keruntutan berpikir, yakni seluruh informasi yang diketahui dapat diungkapkan secara umum berdasarkan langkah yang akan digunakan dalam menyelesaikan masalah.  (2) kemampuan berargumen dengan mengungkapkan alasan logis mengenai langkah-langkah penyelesaian masalah yang akan digunakan dari awal hingga mendapat kesimpulan dengan benar. (3) penarikan kesimpulan, mendapat kesimpulan yang tepat berdasarkan seluruh rangkaian kerja pikiran.

Adapun indikator berpikir logis secara umum menurut setiawati adalah; (1) mampu menginterpretasikan informasi agar keterkaitan antar variabel tetap terjaga. (2) mampu menentukan kemungkinan terjadinya suatu kejadian. (3) mampu menetapkan seluruh  alternatif yang mungkin dalam kejadian tertentu. (4) mampu menarik kesimpulan berdasarkan hubungan sebab akibat dari pernyataan-pernyataan yang diberikan.

Kemampuan berpikir logis sangatlah penting ada dalam diri seseorang. Karena, kecanggihan media informasi dan komunikasi khususnya media sosial seperti saat ini serta hiruk pikuk masalah kehidupan yang menyelimutinya akan membuat seseorang menghadapi berbagai masalah hingga akhirnya menimbulkan stress. Sehingga kamampuan berpikir logis akan dapat mengarahkan seseorang untuk selalu berpikir positif dan bijak bermedia sosial.

Berpikir positif berarti proses berpikir yang menekankan pada hal-hal yang positif, sehingga tidak mudah terpengaruh dan putus asa oleh berbagai tantangan ataupun hambatan yang dilaluinya. Seseorang dengan pemikiran positif biasanya melihat masalah berdasarkan fakta dan keyakinan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.

Hal ini sejalan dengan tata aturan berpikir logis yang telah disebutkan sebelumnya bahwa dasar pijakan dalam setiap berpikir adalah fakta lapangan sebagai informasi faktual dan akurat. Sehingga dapat dikatakan bahwa keruntutan berpikir logis akan mampu melahirkan pikiran-pikiran positif yang dapat mengarahkan kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Selain itu, kemampuan berpikir logis juga akan menciptakan sikap bijak dalam bermedia sosial. Karena, dengan pemikiran yang sistematis dan teratur akan dapat mengarahkan seseorang untuk melakukan tindakan yang lebih bermanfaat seperti menyebarkan informasi penting dibanding menyebar kebencian yang dapat mengundang hujatan pengguna lain.