Air adalah sumber kehidupan kedua setelah udara. Sangat membantu proses metabolisme pada tubuh makhluk hidup. Bila tubuh kekurangan air maka tubuh akan kesulitan memproses segala aktifitas dalam tubuh.

Fungsi air adalah sebagai pelarut yang kuat secara unirversal, air melarutkan zat kimia. Memfasilitasi proses biologi yang dapat melarutkan limbah. Mikroorganisme yang ada dalam air dapat membantu memecah limbah menjadi zat-zat dengan tingkat polusi yang lebih rendah.

Kandungan air pada pria dewasa 60-63% dan wanita 52-55% namun bervariasi menurut usia, jenis kelamin dan adipositas (jumlah lemak dalam komposisi tubuh). Air tubuh mencapai 75% dari berat badan bayi yang baru lahir. Sedangkan beberapa orang yang mengalami obesitas hanya mengandung air sebanyak 45% disebabkan jaringan lemak tidak dapat menahan air.

Orang akan menjadi sakit akibat tubuh kekurangan air. Tubuh mengalami dehidrasi tingkat ringan hingga berat. Tubuh mengalami gangguan proses metabolisme, menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit di dalam tubuh seperti tingginya kandungan ion natrium di dalam darah (hipernatremia).

Air mudah menguap dari tubuh melalui pernafasan (350ml), melalui penguapan pada kulit (100ml) dan melalui keringat (350ml). melalui ginjal dalam bentuk air seni (1000-2000ml), melalui BAB (150ml-200ml). Melakukan kegiatan yang berat dan tengah berada pada cuaca yang lembab dan hangat, tubuh akan kehilangan air 10 kali lipat atau lebih.

Kehilangan air ini diharuskan untuk mengganti kembali agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Efek dehidrasi sangat besar, dapat menimbulkan berbagai penyakit. Bila dalam organ tubuh tidak dapat air yang cukup semua proses tidak dapat berjalan dengan lancar.

Kapan Tubuh Membutuhkan Pengganti Air

Setiap kegiatan makan dan minum, tubuh membutuhkan proses pencucian kembali seperti, setelah meminum teh, kopi atau minuman pekat berwarna lainnya. Dibutuhkan 3 gelas air putih untuk membilas ginjal dari kepekatan zat pada minuman tersebut. Untuk menghindari terbentuknya batu ginjal, pengentalan darah dan kekurangan cairan.

Mengapa setelah meminum kopi perlu diganti air putih 3 gelas?. Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat mencatat kandungan kafein dalam kopi memiliki efek diuretic ringan, memicu tubuh untuk buang air kecil lebih sering. Efek diuretik tersebut membuat tubuh mengeluarkan natrium dan air dari tubuh.

Semua aktivitas yang mengeluarkan keringat harus diganti kembali untuk menghindari dehidrasi. Para pembicara seperti guru, motivator, mentor, penceramah dan orang yang sering berbicarapun harus mengganti air yang menguap melalui pernafasannya. Orang-orang yang sedang menderita sakitpun sangat perlu mengkonsumsi air lebih banyak untuk melancarkan sistem metabolisme.

Sistem eksresi berfungsi mengelolah pembuangan dan pengeluaran zat sisa pada makhluk hidup. pengeluaran sisa metabolisme berupa Karbon dioksida, urea, racun dan lainnya yaitu organ ginjal, paru-paru, hati dan kulit dalam bentuk urine dan keringat sangat membutuhkan air untuk memproses pembuangannya. Air putih Sebagai zat pelarut utama dalam metabolisme. 

Efek Tubuh Kekurangan Air

Susah Berpikir dan sakit kepala, kinerja otak kurang maksimal karena otak manusia didominasi oleh 80% air. Sulit untuk mengingat sesuatu, susah untuk fokus, mengantuk dan sakit kepala. Asupan air yang cukup sangat membantu otak agar bekerja lebih optimal.

Stroke, natrium yang berlebih dalam darah membuat darah mengental dan dapat menimbulkan stroke. Memberi tubuh cukup air dapat menghindari tubuh dari dehidrasi dan mencegah pengentalan darah yang dapat berakibat fatal pada kesehatan jantung dan pembuluh darah. Proses pemulihan pada strokepun akan terganggu bila tubuh kekurangan air.

Sedih dan Murung, darah kelebihan zat asam dapat menimbulkan efek sedih dan murung. Peran air dapat mengurai zat asam dan mengeluarkannya dari dalam darah melalui urin. Perasaan sedih adalah cara tubuh untuk memancing air mata keluar dan mengangkut zat asam dari dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan mood seseorang.

Kepala dan tubuh panas, tubuh sangat membutuhkan air untuk menetralkan panas dari proses metabolisme. Bila tubuh kekurangan air maka tubuh dan area kepala akan mengalami panas sehingga menimbulkan dampak lebih lanjut seperti sakit kepala, migren, dan peningkatan suhu tubuh.

Kulit Kering, efek kurang air dalam tubuh membuat kolagen pecah sehingga membuat kulit menjadi kerut dan menampakan garis halus pada permukaannya. Kulit harus tetap terhidrasi, lebih cerah, berkilau dan lebih lembab.

Batu Ginjal dan Infeksi saluran Kencing, endapan kalsium dan natrium pada ginjal akan membentuk batu pada ginjal bila tidak mendapat cukup air untuk mengeluarkannya dari dalam. Bakteri sumber infeksi juga sulit terangkut keluar sehingga menyebabkan kantung kemih mengalami masalah dalam proses berkemih.

Tubuh Lemas dan Tidak Bertenaga, bila kekurangan air tubuh akan mengalami lemas pada otot dan tidak bertenaga. Seluruh proses metabolisme terhambat, mempengaruhi kesimbangan cairan dalam tubuh. Tentu berdampak pada merosotnya energi untuk melakukan aktifitas.

Kebutuhan Air Sesuai Berat Badan

Pentingnya asupan air yang cukup membuat seluruh aktifitas tubuh dan luar tubuh menjadi lancar. Terhindar dari gangguan kesehatan, namun jangan terlalu berlebihan mengkonsumsi air. Sesuaikan dengan aktifitas yang dilakukan dan sesuai berat badan seseorang.

Menurut pakar kesehatan, kebutuhan air minum sesuai dengan berat badan seseorang terkait metabolisme tubuh. Semakin berat tubuh seseorang, semakin tinggi metabolisme tubuhnya. Air yang keluar melalui keringat dan urine juga melalui percakapan akan lebih banyak hilang dari tubuh dan harus segera diganti kembali.

Menurut rumus Watson untuk menghitung kebutuhan air manusia, BB dikali 30ml. Dan untuk mengetahui tubuh cukup cairan atau tidak, dengan melihat warna urin, bila urin berwarna pekat atau kuning menandakan tubuh kurang cairan. Bila mendekati jernih maka pertanda tubuh telah cukup cairan.