"Mempertajam ide dan gagasan untuk merangkai kata dan kosakata"

"Membongkar isi memori pikiran dalam menyusun kalimat dan paragraf"

Penggunaan 5W + 1H tidak hanya digunakan ketika adalah masalah saja. Namun bisa juga digunakan dalam mengidentifikasi sebuah tulisan untuk menjadi lebih tertata dan rapi.

Konsep ini untuk membangun semangat penulis lebih mudah dalam menyusun kosakata dan bahasa sehingga menjadi kalimat yang enak dibaca, lebih terstruktur dan setiap paragraf juga bisa disajikan secara luas dan mendalam.

Pemilihan kata-kata penting juga dibahas. Kenapa demikian, seorang penulis saat membuat outline atau kerangka tulisan tentukan kata-kata kunci yang akan diuraikan atau digabungkan dengan kata-kata lain.

Yang paling penting adalah penulis sudah mengetahui fenomena, kejadian, atau peristiwa tertentu sesuai dengan tema atau judul yang ditentukan.

Jangan sampai terjadi saat akan menulis, baru memikirkan fenomena, nanti pasti bingung untuk menyusun tulisan yang akan disajikan terutama untuk dibaca oleh publik umum.

Kecerdasan penulis akan diuji dalam setiap cerita atau kisah dalam menggunakan konsep 5W + 1 H. Kekuatan berpikirlah yang mampu membantu dalam merangkai sebuah cerita atau kisah.

Tidak hanya ceritanya saja, namun mengemas sebuah tulisan harus bisa dirasakan oleh pembaca baik umum, penulis pemula, yang akan belajar menulis, dan lain sebagainya.

Selanjutnya saya akan uraikan konsep 5W + 1H dalam makna dilengkapi dengan contohnya. Sehingga akan lebih mudah dalam menyusun setiap kalimat yang ada di dalam paragraf.

1. Konsep WI = What : Apa?

Saat akan menulis, kita harus menemukan "Apa" yang mau kita tulis. Apa itu berupa tema atau judul yang mau kita tulis, isi tulisan, dan lain sebagainya.

Contoh :

  • Apa yang sebenarnya terjadi?
  • Apa yang sedang dilakukan olehnya?
  • Apa yang dibawa oleh si pelaku?
  • Apa yang digunakan oleh si pelaku?
  • Apa penyebabnya kejadian tersebut?


2. Konsep W2 = Who : Siapa?

Kita akan menentukan pemeran atau tokoh akan menjadi atau mengisi isi tulisan yang kita buat. Tentang siapa yang terlibat dalam suatu kejadian atau peristiwa, yang nantinya akan kita tulis juga.

Contoh :

  • Siapa yang melakukan perbuatan ini?
  • Siapa yang menjadi korban dari perbuatan ini?
  • Siapa yang merasa dirugikan olehnya?
  • Siapa yang menyuruhnya melakukan perbuatan itu?
  • Siapa yang bertanggung jawab, terhadap kejadian tersebut?


3. Konsep W3 = When : Kapan?

When menyatakan tentang waktu kejadian dari cerita yang akan kita tulis. Waktu kejadian tersebut memberikan kita imajinasi dari pembaca untuk masuk ikut terbawa dalam tulisan suatu peristiwa yang kita sajikan.

Contoh :

  • Kapan peristiwa itu terjadi?
  • Kapan dia melakukan perbuatan itu?
  • Kapan peristiwa itu mulai terkuak?
  • Kapan dia datang ke tempat itu?


4. Konsep W4 = Where : Dimana?

Menceritakan tempat kejadian dimana peristiwanya yang akan kita tulis saat terjadi. Kita sedang berada dirumah, disekolah, dijalan, atau disuatu tempat tertentu dan dimana tempat kejadian dari cerita yang mau kita tulis.

Contoh :

  • Di mana peristiwa itu terjadi?
  • Di mana berita itu dimuat?
  • Di mana dia bertemu dengan korbannya?
  • Di mana dia menyimpan barangnya?


5. Konsep W5 = Why : Mengapa?

Sebuah alasan-alasan yang menjadi penyebab peristiwa dan latar belakang terjadinya peristiwa, akan menjadi bagian yang sangat menarik bila kita bisa menceritakan secara detail dan mendalam.

Contoh :

  • Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
  • Mengapa dia melakukan itu?
  • Mengapa tidak ada yang mengetahui peristiwa itu?
  • Mengapa dia pergi ke tempat itu?
  • Mengapa semua bisa terjadi?


6. Konsep H = How : Bagaimana?

How adalah tentang bagaimana peristiwa dari cerita kita bisa terjadi, penjelasan tentang uraian atau kronologis kejadian dengan baik. Bila kita merangkai bagaimana bisa terjadi, maka kita akan membuat pembaca seolah-olah melihat kejadian dari cerita yang kita tulis.

Contoh: 

  • Bagaimana peristiwa itu bisa terjadi?
  • Bagaimana dia melakukan perbuatan itu?
  • Bagaimana dia bertemu dengannya pertama kali?
  • Bagaiman reaksi dirinya ketika diberikan pertanyaan itu
  • Bagaimana masalahnya bisa diselesaikan dengan baik?
  • Bagaiman setiap peristiwa bisa dibuatkan tulisan secara detail dan mendalam?


Uraian diatas sebagian mengutip dari "ebook menulis tim aleniaku dengan judul buku langkah mudah membuah tulisan non fiksi Yogyakarta tahun 2019". Untuk terjemahan dan uraian tulisanya berdasarkan pengalaman penulis.

Analisa diatas sering digunakan oleh wartawan atau jurnalistik untuk mengungkapkan sebuah kasus dari sebuah kejadian. Sehingga membutuhkan wawasan dan ide yang cemerlang terutama dari pertanyaannya.

Selain itu 5W +1H digunakan juga untuk mengungkapkan sebuah kasus tertentu. Kemudian dibuatkan pertanyaan dan dibuatkan berita acara kejadian suatu peristiwa tersebut.

Tentunya hasil akhirnya bentuk tulisan sesuai dengan fakta dan data serta analisa ditempat kejadian. Bisa digunakan oleh instansi perusahaan, organisasi , swasta, pemerintah, dan lain sebagainya.

Pertanyaan dan analisa menjadi pondasi seorang penulis. Maka dari itu, setiap uraian kata-kata menjadi kalimat, perlu jam terbang menjadi sebuah tulisan yang enak dibaca.

Dengan demikian, analisa dan konsep 5W + 1H mendukung kecepatan dalam mengumpulkan ide dan bahan tulisan. Selamat mencoba semoga bermanfaat.