Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Pendidikan adalah kehadiran pendidik dengan peserta didik dan interaksi atau hubungan yang terjalin antara keduanya di luar kelas. proses pembelajaran yang berlangsung selama pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, termasuk menghasilkan peserta didik yang cerdas, bermoral, dan bermanfaat bagi agama, negara, dan negaranya.

Ini melayani tujuan pendidikan dalam kaitannya dengan pendidikan dengan membantu siswa mencapai potensi penuh mereka dalam hal sikap, pengetahuan, keterampilan, dan interaksi sosial. Belajar membaca adalah mengembangkan ilmu pengetahuan serta menerapkan simbol tertulis dengan makna untuk mempengaruhi perubahan pada anak.

Akibatnya, stimulus dibuat, sehingga lebih mudah bagi siswa untuk belajar membaca dengan membaca. Dalam rangka mendidik siswa bagaimana membaca nyaring menggunakan kaidah bahasa Indonesia, pembelajaran membaca nyaring merupakan salah satu syarat di sekolah dasar.

Guru diharapkan di sekolah dapat mengembangkan kemampuan membaca dan menulisnya dengan berbagai metode yang dapat menginspirasi siswa. sehingga kemampuan menulis dan membaca mereka akan meningkat.

Keterampilan membaca terdiri atas menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Dalam situasi ini, guru perlu memberikan perhatian lebih pada keterampilan membaca.

Siswa di sekolah dasar harus memperoleh keterampilan membaca karena mereka sangat penting untuk seluruh proses pembelajaran yang berlangsung di kelas. Membaca nyaring merupakan salah satu teknik membaca yang perlu dikuasai oleh siswa Sekolah Dasar.

Keterampilan membaca merupakan komponen utama dari banyak mata pelajaran di sekolah, keterampilan membaca merupakan dasar untuk belajar dan sukses baik dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari. Anak-anak akan menghadapi banyak tantangan dalam proses pembelajaran lainnya jika membaca masih sulit bagi mereka.

Namun, ternyata masih banyak permasalahan pada anak yang kesulitan membaca atau belajar. Setiap orang, terutama siswa, harus dapat membaca dengan baik untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas. Seorang pembaca dapat mempelajari pesan penulis dengan membaca apa yang telah mereka tulis.

Bahasa adalah alat komunikasi manusia yang berbentuk simbol-simbol untuk bunyi ujaran. Komunikasi manusia memiliki dua komponen utama: bentuk (arus ujaran) dan makna (isi). Salah satu elemen dasar pendidikan, bahasa memainkan peran penting dalam proses belajar mengajar. Kita dapat mengungkapkan keinginan, pendapat, dan perasaan kita melalui kata-kata.

Keterampilan membaca nyaring merupakan salah satu yang harus diajarkan kepada siswa karena memiliki banyak nuansa yang perlu diperhatikan, seperti kelancaran, intonasi, kejelasan, pengucapan, dan faktor lainnya.

Pengucapan yang jelas dan akurat, kecepatan mata dan suara, intonasi yang tepat, dan kemampuan untuk berhenti dengan baik adalah keterampilan membaca nyaring yang diperlukan karena jeda yang buruk dapat merubah makna dari apa yang dibaca.

Aspek - aspek yang perlu diperhatikan ketika melakukan kegiatan membaca nyaring yaitu:

  1. Metode seseorang dalam menafsirkan bunyi Bahasa adalah melalui pengucapan. Saat membaca dengan nyaring, penting untuk fokus melafalkan setiap huruf, kata, dan kalimat dengan jelas dan akurat. Metode seseorang dalam menafsirkan bunyi Bahasa adalah melalui pengucapan. Saat membaca dengan nyaring, penting untuk fokus melafalkan setiap huruf, kata, dan kalimat dengan jelas dan akurat.
  2. Nada tinggi dan rendah yang kita gunakan dalam berbicara disebut intonasi atau kalimat lagu. Pasti akan lebih mudah bagi teman atau keluarga untuk mendengarkan apa yang kita baca jika kita berbicara dengan intonasi yang baik;
  3. Jeda adalah waktu berhenti atau hentian sebentar dalam membaca. Panjangnya jeda dapat mempengaruhi bagaimana suatu bacaan dipahami oleh pendengar. Jeda juga memberi kesempatan kepada pembaca untuk mengontrol pernapasannya dan membuatnya lebih teratur.Siswa perlu memperoleh kemampuan tertentu sebelum mereka dapat membaca dengan suara keras di sekolah dasar. Siswa kelas 1 belajar bagaimana menggunakan tata bahasa yang tepat, ucapan yang tepat, memiliki sikap yang baik, merawat buku mereka dengan baik, dan memahami tanda baca dasar seperti titik (.), koma (,), dan tanda tanya (?). Membaca dengan perasaan dan ekspresi, serta membaca tanpa gagap, semuanya tercakup dalam Kelas II.


Siswa perlu memperoleh kemampuan tertentu sebelum mereka dapat membaca dengan suara keras di sekolah dasar. Siswa kelas 1 belajar bagaimana menggunakan tata bahasa yang tepat, ucapan yang tepat, memiliki sikap yang baik, merawat buku mereka dengan baik, dan memahami tanda baca dasar seperti titik (.), koma (,), dan tanda tanya (?). Membaca dengan perasaan dan ekspresi, serta membaca tanpa gagap, semuanya tercakup dalam Kelas II.

Keterampilan membaca pemahaman dengan perasaan, ekspresi, dan pemahaman bahan bacaan tercakup dalam kelas III. Kemampuan membaca pemahaman dasar dan kecepatan mata dan suara 3 kata per detik tercakup di kelas IV.

Kelas V membahas pemahaman dan kemampuan membaca emosional, memvariasikan kecepatan membaca nyaring sesuai dengan membaca, dan membaca terus-menerus dengan memperhatikan teks. Kelas VI mencakup kemampuan membaca dengan percaya diri dan membaca keras dengan perasaan atau ekspresi (pada diri sendiri dengan menggunakan frase atau susunan kata yang tepat). Membaca dengan suara keras juga melibatkan penggunaan penglihatan dan ingatan secara aktif.

Permasalahan yang sering terjadi pada saat guru ingin meningkatkan membaca nyaring yaitu:

1. Banyak siswa yang kurang memperhatikan kegiatan pembelajaran akibat pengelolaan kelas yang kurang baik. Banyak siswa yang masih asyik mengobrol dengan teman-temannya tanpa menghiraukan penjelasan guru. 

Banyak siswa yang kurang memperhatikan kegiatan pembelajaran akibat pengelolaan kelas yang kurang baik. Banyak siswa yang masih asyik mengobrol dengan teman-temannya tanpa menghiraukan penjelasan guru.

2. Karena kurangnya dorongan guru, mayoritas anak-anak kurang terinspirasi untuk membaca. Dorongan guru sangat penting dalam membantu siswa memperoleh kepercayaan diri membaca puisi di depan teman-temannya. 

Kata-kata yang menginspirasi anak, seperti bagus, cemerlang, hebat, dan lain sebagainya, bisa dijadikan sebagai penguat.

3.  Kurang optimalnya demonstrasi yang diberikan guru dalam membaca teks bacaan dengan baik dan benar.

4. Karena mereka sering lalai memasukkan aspek-aspek ini ke dalam teks yang mereka baca, sebagian besar siswa tidak cocok untuk mengadopsi strategi membaca seperti pengucapan, intonasi, dan jeda ketika mereka membaca. 

Untuk membantu siswa mengingat untuk menggunakan pengucapan, intonasi, dan jeda yang tepat saat membacakan teks bacaan, guru diharapkan untuk menggunakan sejumlah tanda yang dapat mempermudah murid dalam mengingat penggunaan lafal, intonasi, dan jeda; dan

5. Karena tidak memahami dengan benar isi teks bacaan, mereka tidak menghayati sepenuhnya teks bacaan yang dibacakan. Hal ini sebagai akibat dari berkurangnya perhatian mereka terhadap penjelasan guru tentang isi bacaan. Akibatnya, guru harus mampu menjaga perhatian siswa saat menjelaskan isi teks bacaan.

Ada beberapa saran yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring, diantaranya: 1. Guru di sekolah lari cepat dapat membantu siswa dalam memahami pelajaran 2. Kepala sekolah perlu lebih serius dalam meningkatkan mutu pengajaran dan merumuskan strategi pengajaran khususnya dalam hal pengajaran membaca.

3. Guru harus selalu menggunakan materi pembelajaran yang menarik untuk memastikan bahwa siswa percaya diri saat mereka berpartisipasi dalam pembelajaran di kelas. 4. Guru harus selalu menggunakan LKS yang bervariasi dan lebih melibatkan siswa untuk mengurangi kebosanan siswa di kelas sebelum pelajaran berlangsung.