Pendidikan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan zaman. Pada dunia pendidikan, seorang pendidik memiliki peran yang sangat penting. Pendidik merupakan sosok yang menjadi pusat perhatian dalam proses pembelajaran.

Peran pendidik sangat menentukan keaktifan peserta didik pada proses pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh pendidik terhadap peserta didik perlu adanya unsur ketertarikan atau minat terhadap materi yang disampaikan, sehingga peserta didik dapat memperoleh sesuatu yang bermakna.

Jika selama proses penyampaian materi seorang pendidik hanya terpusat pada buku, maka tujuan pembelajaran belum sepenuhnya dapat tercapai. Dalam pembelajaran, peserta didik dituntut aktif agar hasil pembelajaran dapat maksimal. Keaktifan peserta didik ditentukan berdasarkan cara yang dibawakan oleh seorang pendidik dalam proses pembelajaran.

Salah satu cara untuk meningkatkan keaktifan peserta didik, yaitu menggunakan media dalam pembelajaran. Media pembelajaran adalah sebuah alat bantu untuk menyalurkan materi atau bahan pembelajaran dari pendidik terhadap peserta didik. Media pembelajaran dapat bermanfaat bagi guru dan siswa.

Manfaat media bagi guru, yaitu memberikan pedoman untuk mencapai tujuan pembelajaran dan membantu dalam penyajian materi yang menarik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sedangkan, manfaat media bagi siswa, yaitu meningkatkan motivasi dan minat belajar serta dapat memahami materi pembelajaran dengan mudah.

Media pembelajaran terbagi menjadi tiga jenis, yaitu media auditif (menggunakan suara), visual (menggunakan penglihatan), dan audio visual (menggunakan suara dan gambar). Pemanfaatan media dapat membuat suasana pembelajaran menjadi nyaman, sehingga peserta didik menjadi fokus terhadap materi yang disampaikan dan tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.

Media pembelajaran dapat disesuaikan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat tujuan, model, dan metode pembelajaran sehingga menjadi acuan untuk melakukan pembelajaran. Hal tersebut sesuai dengan teori Wakhidah, N., dan Azizah, N.N (2019) yang menyatakan bahwa RPP adalah acuan bagi guru untuk dapat menjalankan proses pembelajaran yang terstruktur dan dapat terdokumentasi dengan baik.

Adanya media digunakan sebagai alat perantara untuk menyampaikan pesan dalam pembelajaran sehingga peserta didik dapat berperan aktif. Menurut teori Am, S (2011) menyatakan bahwa media pembelajaran mempunyai fungsi memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalisme, mengatasi keterbatasan waktu, ruang dan daya indra, serta penggunaan media dapat mengatasi sifat pasif pada siswa.

Oleh karena itu, pada proses pembelajaran pendidik harus menggunakan sebuah media agar materi dapat tersampaikan dengan baik. Dalam menciptakan keaktifan, seorang pendidik dapat memberikan stimulus berupa gambar, grafik, video, dan lain-lain yang selanjutnya akan didiskusikan secara berkelompok.

Pada akhir pembelajaran peserta didik diminta untuk memberikan kesimpulan terhadap materi yang telah dipelajari. Sebagaimana yang tertuang pada pernyataan Putriyanti, C.C., dan Fensi, F (2017) bahwa pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif.

Media dalam pembelajaran dapat disusun dengan melihat topik pembelajaran. Kriteria untuk menyusun topik pembelajaran, yaitu merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Topik pembelajaran dapat digunakan untuk menerapkan media yang akan dipakai untuk menyampaikan materi.

Adanya media pembelajaran dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran, membuat peserta didik berperan aktif dalam pembelajaran, memudahkan dalam menyampaikan materi, dan menambah keterampilan peserta didik dalam penggunaan media pembelajaran.

Kerumitan materi yang akan disampaikan oleh pendidik kepada peserta didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media pembelajaran lebih disukai oleh peserta didik karena dapat membuatnya lebih tertarik, mudah memahami setiap materi yang disampaikan, menambah referensi, menumbuhkan motivasi belajar, lebih sistematis, dan proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.

Adapun alasan peserta didik tidak menyukai proses pembelajaran tanpa media yaitu sulit untuk dipahami, membuat jenuh, mudah mengantuk, kurang menarik dan interaktif, serta proses pembelajaran menjadi monoton dan tidak bervariasi. Hal tersebut karena pendidik lebih banyak menjelaskan secara langsung materi (metode ceramah).

Penjelasan menggunakan metode ceramah akan membuat peserta didik merasa cepat bosan dengan pembelajaran dan dapat berpengaruh terhadap keaktifannya dalam berinteraksi dengan pendidik. Penggunaan media dapat mempermudah komunikasi antara pendidik dengan peserta didik serta menjadi fasilitas bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya.

Media pembelajaran yang berbasis dengan gaya belajar peserta didik dapat membantunya untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Adanya media pembelajaran diharapkan dapat menciptakan interaksi pembelajaran antara pendidik dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik lainnya, dan peserta didik dengan materi pembelajaran.

Semakin tinggi interaksi yang tercipta dalam pembelajaran, maka akan semakin efektif kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. Interaksi tersebut dapat membuat pembelajaran menjadi menarik sehingga motivasi belajar peserta didik tetap terjaga dari awal sampai akhir pembelajaran. Oleh karena itu, penggunaan media dalam pembelajaran ini sangat menentukan keberhasilan bagi pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran.