3 tahun lalu · 323 view · 1 menit baca · Saintek petainternet.png
Peta pengguna internet di dunia [Image: Pewglobal.org]

Pengguna Internet Kita Masih Rendah

Laporan PewResearch

Indonesia boleh berbangga karena menjadi salah satu negara terbesar dalam jumlah pengguna Facebook dan Twitter di dunia. Tapi, pencapaian ini sebetulnya hanya superficial, karena kenyataan itu tidak mencerminkan bahwa Indonesia adalah negara yang cukup besar dalam hal penggunaan internet. Sebaliknya, pengguna internet Indonesia masih terbilang rendah jika dibanding dengan negara-negara lain di dunia.

Laporan terbaru Pew Research Centre (2016) menemukan bahwa pengguna internet di Indonesia hanya 30%, jauh berada di bawah rata-rata negara maju, yakni 87%. Posisi Indonesia juga lebih rendah dari beberapa negara di Asean, seperti Malaysia (68%) dan Vietnam (50%).

Indonesia hanya lebih maju dari negara-negara terbelakang di Afrika, seperti Ethiopia (8%), Uganda (11%), dan Burkina Faso (18%). Tapi, Indonesia kalah dari Nigeria (39%) dan Kenya (40%) yang juga merupakan bagian dari negara-negara di Afrika.

PewResearch menjelaskan bahwa ada korelasi yang kuat antara kondisi ekonomi suatu negara dengan penggunaan internet, Negara-negara yang ekonominya relatif bagus memiliki pengguna internet yang cukup tinggi. Survey itu menempatkan Australia sebagai negara tertinggi dalam hal penggunaan internet, yakni sebesar 93%, sedikit di atas Amerika (89%) dan Kanada (90%).

Temuan PewResearch ini sebaiknya dijadikan rujukan bagi pemerintah Indonesia, yang belakangan sangat gencar menggulirkan isu yang berpotensi menghambat laju pertumbuhan pengguna internet. Isu soal pemblokiran yang terus-menerus disuarakan Menkominfo sama sekali tidak kondusif bagi pertumbuhan internet.

Baru-baru ini, Menkominfo, Rudiantara, juga menggulirkan ide lain, yang tak sedap didengar, yakni tentang pemberlakukan pajak bagi pemasang iklan, termasuk iklan-iklan yang tak signifikan yang berasal dari Adsense. Tentu saja, ide semacam ini bukan menambah gairah orang untuk membangun bisnis di internet, tapi malah menghambatnya.

Sungguh ironis, di tengah gencarnya Presiden Jokowi mengkampanyekan industri kreatif, yang salah satunya adalah pengembangan bisnis digital, Menkominfo dan segala jajarannya terus-menerus menghambat laju internet dengan menggulirkan beragam isu yang tak perlu.

Artikel Terkait