Di Indonesia, trend investasi menunjukkan peningkatan dalam waktu beberapa tahun terakhir. Dikutip dari Kompas, tercatat 2.48 juta investor pada tahun 2019 di pasar modal.

Banyak akun sosial media (baik yang kredibel atau tidak) bermunculan yang membahas dunia keuangan dan investasi. Seperti kasus yang terjadi beberapa waktu lalu yang membuat perusahaan tersebut harus berhenti beroperasi.

Salah satu korban (klien) saat diwawancara di salah satu televisi mengaku tertarik berinvestasi lewat institusi tersebut hanya karena melihat akun instagram perusahaan ini membagikan konten dengan design menarik.

Ini membuktikan bahwa orang-orang mulai tertarik untuk melakukan investasi, namun tidak semua dari mereka memiliki basic knowledge tentang investasi. Dasar pengetahuan tentang investasi sebaiknya dimiliki sebagai fondasi masuk ke dunia pasar modal.

Kita sering mendengar kata investasi, tetapi apa yang dimaksud dengan investasi itu sendiri?

Secara umum, investasi adalah sebuah komitmen terhadap sumber yang kita miliki sekarang untuk diharapkan akan menghasilkan keuntungan di kemudian hari. Seorang investor membeli saham dari satu perusahaan yang diharapkan nilai saham tersebut akan naik. Ilustrasi ini adalah contoh arti dari investasi.

Ketika berbicara tentang investasi, secara luas tidak hanya diartikan dengan saham. Sebab, investasi memiliki korelasi dengan berbagai macam aset. Secara garis besar, aset terbagi menjadi dua kelompok, yakni real assets dan financial assets.

Apa arti dari real assets? Aset yang dimanfaatkan untuk memproduksi barang dan jasa. Investasi tanah dan bangunan (pabrik, rumah, dan perkantoran) masuk dalam kategori ini.

Investasi kategori kedua, yaitu financial assets. Jenis tipe aset yang tidak lebih dari selembar kertas, seperti shares, Bonds, dan Certificate of deposit.

Perbedaan mendasar dari kedua jenis aset ini, real assets memberikan penghasilan bersih (net income) yang berdampak pada ekonomi terhadap suatu negara, sementara financial assets lebih menekankan kepada alokasi kepemilikan real assets itu sendiri kepada investor.

Secara umum, financial assets dibagi menjadi tiga jenis. Debt securities atau fixed income merupakan salah satu dari tiga tipe aset yang memberikan suku bunga tetap dalam jangka waktu tertentu dengan risiko kecil.

Jenis aset kedua, yaitu equity (contohnya saham). Pemegang saham tidak dijanjikan pembayaran tertentu, namun mereka akan mendapatkan dividend.

Jika perusahaan menunjukkan penampilan baik, nilai ekuitas akan naik dan juga sebaliknya. Oleh sebab itu, tingkat risiko yang diterima lebih besar dari fixed income.

Jenis aset ketiga adalah derivatives. Produk yang ditawarkan yaitu options dan future. Jenis sekuritas ini tergantung kepada nilai dari suatu aset lainnya dan investor mengambil posisi spekulasi ketika bermain di dunia derivative.

Setelah memiliki gambaran tentang berbagai macam investasi, langkah berikutnya adalah untuk mencari manajer investasi yang sesuai. Hampir semua investor berkonsultasi dengan manajer investasi.

Sebelum masuk lebih dalam, kita sebaiknya memahami terlebih dahulu arti dari manajer investasi itu sendiri. Sekadar informasi, manajer investasi berbeda dengan perencana keuangan.

Apa arti dari manajer investasi? Suatu institusi atau perusahaan di bidang keuangan di mana terdapat orang-orang yang mengelolah portofolio milik klien.

Menurut Zvi Bodie dalam bukunya yang berjudul Principles of Investments, secara umum terbagi menjadi dua filosofi saat manajer investasi dalam mengelola portofolio seorang klien.

Filosofi pertama adalah passive management. Ketika melakukan analisis, seorang manajer akan mengandalkan pasar itu sendiri dengan selalu mengikuti pergerakan indeks pasar.

Filosofi kedua adalah active management. Seorang manajer melakukan analisis dengan mencari peluang untuk memperoleh keuntungan dari harga yang “terpeleset”. Mereka meluangkan waktu dan melakukan riset dari sumber lain agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Tentu filosofi ini hanya sebagai wawasan bagi kita untuk mengetahui cara mereka mengelola. Hal tersebut mungkin bisa dikonfirmasi lebih lanjut saat melakukan konsultasi dengan manajer investasi yang berpengalaman.

Dalam menentukan suatu institusi, yang terpenting adalah mencari tahu semua informasi tentang manajer investasi yang akan kita pakai. Jangan hanya melihat dari sosial medianya saja. Pastikan untuk mencari informasi yang terkait dari berbagai sumber.

Mungkin dapat melakuan riset terlebih dahulu, seperti pengecekan institusi tersebut apakah sudah resmi atau tidak dan apakah memiliki rekam jejak baik dalam mengelolah portfolio klien. Ketika melakukan konsultasi, apakah saran yang diberikan sudah sesuai dengan yang diharapkan.

Pengetahuan dasar akan hal ini sangat baik dimiliki untuk orang-orang yang ingin atau sudah melakukan investasi. Kita tidak perlu mengetahui sampai hal yang kompleks karena seorang manajer yang akan mengatur portofolio kita pada akhirnya. Kecuali saat kita memposisikan diri sebagai active investor.

Pengetahuan dasar akan investasi di atas hanya merangkum beberapa hal. Dengan kemajuan teknologi, kita dapat mencari informasi lebih dalam yang berkaitan dengan investasi.