Beberapa hari yang lalu saya melihat video yang membahas mengenai panic attack atau serangan panik. Ketika saya membuka kolom komentar video tersebut, saya sangat terkejut karena melihat komentar warga tik-tok yang menyatakan bahwa dirinya ingin mempunyai panic attack. Komentarnya seperti, "ingin punya panic attack" dan "gimana si caranya kena panic attack."

Serangan panik atau sering disebut panic attack ini bisa terjadi pada siapa saja. Pada orang biasa panic attack akan terjadi hanya dua hingga tiga kali seumur hidup dan gejalanya ringan, seperti deg-degan, tangan dingin dan berkeringat, mules, dan ingin buang air kecil.

Sedangkan yang gejala berat kita akan merasakan takut secara tiba-tiba, cemas, jantung berdebar-debar sangat kencang, merasa melayang seperti keluar dari tubuh yang lama-lama akan membuat kita kesulitan untuk bernapas. Durasi waktu serangan panik beragam, bisa hitungan detik, 5-10 menit, dan paling parah bisa terjadi lebih dari satu jam. 

Jika panic attack terjadi dengan durasi lama maka harus segera konsultasi ke profesional. Serangan panik bisa menjadi gangguan panik jika sudah terjadi setiap hari, dengan durasi waktu lama, serta sangat sulit dikendalikan. Lalu, jika sudah tidak bisa terkendali jangan ragu untuk datang ke profesional dan jangan self diagnose.

Panic atack ini merupakan masalah serius dan tidak boleh disepelekan. Pernah saya temui seorang teman yang menderita panic attack. Panggil saja dia Lisa. Lisa ini tipikal orang yang tidak mudah tenang sebelum dia terkena panic attack.

Pada waktu dia akan ujian, ingin melamar sebuah organisasi, dan mau presentasi dia sangat tidak tenang. Jadi, semalaman dia tidak tenang dan tidak bisa tidur karena memikirkan rencana bagaimana dia besok dengan sedetail-detailnya.

Lisa juga tipikal orang yang harus mengecek sesuatu berulang-ulang dan takut salah. Contohnya pernah dia menutup pintu rumah dan beberapa menit kemudian dia mengecek pintunya apakah sudah terkunci atau belum sampai beberapa kali. Begitu pula ketika ujian berlangsung.

Puncak Lisa mengetahui bahwa dia terkena panic attack adalah ketika dia mendengar kabar kematian dari saudaranya yang meninggal dalam usia muda karena terkena serangan penyakit jantung. Setelah mendengar kabar duka tersebut Lisa dibawa ke rumah sakit dan di oksigen. Dari situ awal mula Lisa menderita panic attack selama dua tahun.

Selanjutnya, ketika ada berita kematian dan apapun yang membuat dia merasa stress maka gejala panic attack akan muncul. Awal mulanya, kaki dia merasa dingin dan kesemutan kemudian rasa itu akan beranjak ke seluruh tubuh dan diikuti sesak napas.

Setelah Lisa pergi ke banyak dokter akhirnya dia bisa sembuh. Dokter yang menangani Lisa memberikan saran bahwa afirmasi sangatlah penting untuk penyakit panic attack ini.

Afirmasi seperti, kita masih muda, kita ini sehat, kita tidak memiliki gangguan dan itu hanyalah pikiran kita. Ketika kita memiliki pikiran bahwa kita sehat maka kita akan sehat dan juga sebaliknya.

Banyak video yang membahas mengenai macam-macam gangguan jiwa dan cara mengatasinya yang merupakan bentuk campaign mental health. Campaign ini sendiri memiliki tujuan agar masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai kesehatan mental dan masyarakat menjadi lebih aware atau perhatian terhadap orang di sekitarnya.

Sehingga ketika seseorang menganggap bahwa gangguan jiwa dianggap keren, indah, dan artistik bahkan justru banyak orang ingin mempunyai gangguan jiwa tersebut maka kita sedang kehilangan esensi dari campaign mental health itu sendiri. Bahwa gangguan jiwa ini adalah masalah kesehatan yang perlu diselesaikan. Bukan untuk keren-kerenan.

Jika komentar seperti “saya ingin punya panic attack” masih ada maka banyak orang yang terjebak dalam stigma bahwa orang dengan gangguan jiwa itu sama halnya dengan “cari perhatian”. Padahal bukan, gangguan kejiwaan adalah masalah kesehatan yang serius yang membuat penderitanya mengalami kesulitan berfungsi seperti manusia biasanya dan justru harus diobati segera.

Komentar seperti itu sangatlah disayangkan, bagaimana jika penderita panic attack melihat komentar tersebut? mereka akan merasa kecewa dan sedih. Orang yang punya panic attack sebenarnya tidak ingin mempunyai gangguan tersebut. Mereka ingin sembuh dari gangguan tersebut namun melihat komentar seperti itu mereka akan merasa dikecilkan dan diremehkan.

Saya pernah melihat video Youtube Dr. Andri mengenai tips mengendalikan serangan panik atau panic attack, yaitu pertama, mengatakan kepada diri kita bahwa ini semua akan berakhir. Serangan panik ini memang sangat tidak nyaman tetapi biasanya berlangsung 10-15 menit saja. Jadi otak kita harus berpikir bahwa kita akan baik-baik saja jangan sampai kita memikirkan hal-hal buruk yang mengakibatkan kekhawatiran semakin bertambah.

Kedua, meyakinkan diri kita bahwa ini tidak akan membuat saya mati. Takut mati adalah hal yang sering dialami saat serangan panik. Pada dasarnya orang yang terkena serangan panik ini kekawatirannya adalah kekhawatiran akan mati. Padahal, serangan panik ini adalah reaksi sesaat dan merupakan reaksi yang berlebihan dari otak, terutama di sistem amigdala kita yang terlalu aktif.

Ketiga, yakin  bahwa kita bisa mengatasinya. Saat serangan panik terjadi maka yang bisa kita lakukan adalah berpikiran positif sebisa mungkin, seperti berpikiran bahwa saya baik-baik saja dan saya bisa mengatasi kondisi ini. 

Keempat, yang paling penting adalah kita bisa menilai bahwa ini hanya reaksi fisik tubuh. Serangan panik ini adalah respon syaraf otonom yang berlebihan akibat adanya signal yang berlebihan di otak. Bukan sesuatu hal yang terlalu berlebihan tetapi merupakan suatu reaksi tubuh yang bisa terjadi pada kondisi kita yang mengalami kecemasan panik.

Maka dari itu kita harus tetap menjaga diri kita dengan baik, mengelola pikiran dan perasaan kita dengan menerapkan ikhlas, sabar, dan sadar secara penuh bahwa ini adalah suatu hal yang dapat diatasi. Pikiran yang rileks akan membantu diri kita menjadi lebih baik.

Panik attack itu perlu untuk diobati dan perlu proses yang panjang. Komentar seperti “saya ingin punya panic attack” bisa menyakiti perasaan penderita panic attack karena dianggap mengecilkan dan meremehkan kondisinya. Jadi hati-hati berkomentar, gangguan kejiwaan adalah masalah kesehatan bukan untuk keren-kerenan.