Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupannya. Lingkungan yang bersih menjadi harapan semua orang. Tentu saja dengan lingkungan yang bersih membuat seseorang menjadi nyaman, bebas dari penyakit, dan kesehatannya bisa terjaga.

Menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab dari setiap orang, namun tidak mudah untuk menciptakan lingkungan yang bersih karena kurangnya kesadaran seseorang terhadap kebersihan lingkungan di sekitarnya.

Sebagai contoh tingkat kesadaran seseorang dapat dilihat dari cara membuang sampah, apakah membuang sampah pada tempatnya atau bahkan membuang sampah sembarangan. Nah, kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi permasalahan yang menyebabkan sulit dicapainya lingkungan yang bersih.

Sebenarnya ada banyak cara untuk menciptakan lingkungan yang bersih, salah satunya dengan mengelola sampah yang dapat dilakukan dengan Reduce, Reuce, dan Recyler untuk mengurangi sampah dilingkungan sekitar.

Pasti kita tidak asing lagi dengan sampah, Sampah merupakan benda yang sudah tidak disenangi, tidak terpakai oleh makhluk hidup dan menjadi benda buangan. Semakin banyak kegiatan manusia akan menghasilkan material berupa benda sisa yang secara terus menerus akan menjadi tumpukan sampah.

Berdasarkan sifatnya sampah dapat dibedakan menjadi tiga jenis, diantaranya sampah organik, sampah anorganik dan sampah beracun.

  1. Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup yang bisa terurai secara alami, dapat dikatakan sebagai sampah yang ramah lingkungan karena bisa diolah kembali. Sampah organik dapat bermanfaat sebagai pupuk dan pakan ternak. Contohnya kulit buah, sayuran busuk, dan kotoran hewan.
  2. Sampah anorganik merupakan sampah yang sudah tidak dipakai dan sulit terurai, semakin banyak sampah anorganik yang tertimbun dapat menyebabkan pencemaran tanah dan lingkungan menjadi tidak bersih. Sampah anorganik ini dapat dimanfaatkan kembali untuk membuat produk baru. Contohnya seperti plastik, kaleng, botol bekas, dan ban bekas.
  3. Sampah beracun merupakan sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, sampah beracun dapat merusak dan mencemari lingkungan sekitar. Contohnya seperti limbah pabrik dan limbah rumah sakit.


Bagaimana cara mengelola sampah? Mengelola sampah dapat dilakukan dengan cara Reduce (Mengurangi sesuatu yang menyebabkan sampah), Reuse (Menggunakan kembali sampah yang masih bisa digunakan) dan Recycle (Mendaur ulang sampah menjadi produk yang bermanfaat)

Jika kita dapat mengelola sampah maka akan memberikan manfaat, tetapi jika membiarkan sampah yang tidak dapat terurai menumpuk akan berdampak buruk pada kita dan lingkungan sekitar. Banyaknya sampah disebabkan oleh jumlah penduduk yang meningkat karena banyaknya kebutuhan konsumsi masyarakat.

Banyak slogan di suatu tempat untuk menghimbau agar tidak membuang sampah sembarangan, tetapi beberapa orang mengabaikannya. Tempat yang kotor dan banyak sampah itulah yang menjadi awal mula banyaknya sampah yang menumpuk karena kebiasaan membuang sampah di tempat tersebut.

Lalu, apa dampak yang ditimbulkan dari sampah dibiarkan menumpuk? Sampah akan berdampak mencemari lingkungan, karena sampah dapat mempermudah penyebaran dan menjadi tempat berkembangnya penyakit dan juga dapat menyebabkan kerusakan atau melukai fisik yang membahayakan manusia.

Selain itu sampah berdampak pada pencemaran udara sehingga mengakibatkan bau yang menyengat serta dapat menyebabkan pencemaran air dan tanah yang bisa menyebabkan banjir dan akan mengganggu estetika suatu tempat, karena tempat yang banyak sampah akan memberikan kesan yang buruk.

Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab dari setiap orang, untuk mewujudkan hal tersebut membutuhkan proses dan langkah yang nyata. Upaya menciptakan lingkungan yang bersih dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya.

Menumbuhkan kesadaran pada masyarakat tentang arti pentingnya lingkungan yang bersih, kesadaran ini akan muncul melalui kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang tersebut. Kemudian membiasakan hidup bersih pada anak usia dini dan memberikan contoh serta pemahaman tentang pentingnya kebersihan.

Upaya selanjutnya dilakukan dengan membuat tempat sampah dan memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya agar dapat di daur ulang dengan baik, hal ini bertujuan untuk menanggulangi timbunan sampah, setelah adanya tempat sampah harus membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya.

Kemudian membiasakan diri untuk membersihkan lingkungan sekitar dengan rutin dan melakukan kegiatan yang produktif seperti mengelola sampah anorganik menjadi produk baru yang bermanfaat sehingga dapat menghasilkan uang.

Jadi, sangat penting menjaga kebersihan lingkungan agar merasa nyaman dilingkungan tersebut dan agar terbebas dari penyakit. Lingkungan yang ditempati akan mempengaruhi kehidupan manusia, misalnya lingkungan yang sehat atau lingkungan yang kotor.

Jika lingkungan yang ditempati membiasakan hidup sehat akan memberikan dampak positif bagi orang tersebut. Tetapi sebaliknya jika lingkungan yang di tempati membiasakan hidup kotor, banyaknya sampah di tempat tersebut akan berdampak buruk bagi orang yang tinggal di tempat tersebut.

Lingkungan yang bersih ditandai dengan adanya tempat pembuangan sampah di berbagai tempat, adanya sirkulasi udara karena manusia memerlukan udara yang segar untuk memperlancar kerja paru - paru, dan adanya tumbuhan hijau di lingkungan sekitar.