Perekonomian Indonesia Pasca Pandemi
Pertumbuhan ekonomi biasanya selalu erat dikaitkan dengan kesuburan indeks. Namun kenyataannya tidak selalu begitu.

Karena peran investasi dalam pemulihan perekonomian Indonesia, yang sangat memainkan peran.

investasi itu sendiri merupakan akar dari segala upaya yang dilakukan untuk menyetabilkan serta menumbuhkan perekonomian di Indonesia. Khususnya pasca mengalami masa pandemi.
Terbukti pada masa pandemi yang lalu, perekonomian Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Dilansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat pada Triwulan II-2020 pertumbuhan perekonomian Indonesia mengalami penurunan menjadi negatif (-5,32%).

Jika dibandingkan dengan pada Triwulan I-2020, tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 2,97% atau bisa dibilang mulai menunjukkan adanya perlambatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mengungkapkan pertumbuhan ekonomi kuartal I/2020 ini, merupakan posisi yang terendah sejak 2001.

Memasuki triwulan II-2021 perekonomian Indonesia kembali mengalami pertumbuhan sebesar 3,31% dari triwulan sebelumnya.

Tentunya peningkatan ini merupakan hasil kinerja dari pemerintah dengan beberapa upaya.
Peningkatan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2021 terutama didorong oleh peningkatan kinerja ekspor, konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah.

Langkah Pemerintah Dalam Upaya Peningkatan Investasi 
Tentunya keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan jumlah investasi dalam negeri maupun investasi asing merupakan hasil kinerja pemerintah dalam upaya bangkit pasca pandemi.
Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia bahkan seluruh dunia mengalami masa pandemi, yang membuat perekonomian negara porak poranda.

Maka dari itu untuk bangkit dari keterpurukan itu pemerintah Indonesia berusaha dengan beragam kebijakan yang dibuat.

Seperti pengesahan UU Cipta Kerja (Omnibus Law). Meskipun UU ini sempat menjadi kontroversi, nyatanya dengan adanya UU ini memudahkan penanaman modal investasi di Indonesia.

Sehingga membuat para investor tertarik untuk menanamkan modal kepada Indonesia.

Berbagai proyek-proyek infrastruktur yang massif telah berhasil dikembangkan di berbagai penjuru Indonesia.
Beberapa proyek pembangunan tersebut diantaranya, Pembangunan Blok Masela di Maluku Tenggara Barat (MTB) proyek ini  diharapkan dapat meningkatkan cadangan migas untuk Indonesia sebesar 300 persen.
Ada juga proyek peningkatan kegiatan.

 infrastruktur yang ditujukan untuk masyarakat (padat karya).
Seperti proyek pembangunan irigasi kecil, lalu pengembangan air mium dan sanitasi. 

Kemudian proyek pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Dan proyek penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Kemudian, preservasi jalan Lintas Timur, Barat, dan Tengah Sumatera.

Serta peningkatan preservasi jalan Trans Papua yang ditujukan untuk mengurangi disparitas harga kebutuhan bahan pokok dan untuk mengatasi ketimpangan pembangunan antar wilayah di Indonesia.

Tingkat kemajuan infrastruktur dari suatu negara merupakan cerminan dari tingkat efisiensi perekonomian dari negara itu sendiri.
 
Kaitan Investasi Terhadap Pemulihan Ekonomi Indonesia 
Adanya peningkatan perekonomian ini merupakan pertanda yang baik.

Yang menjadi fokus pemerintah Indonesia selanjutnya ialah untuk memastikan bahwa tidak akan terjadi penurunan kembali pada triwulan berikutnya.

Dan salah satu aspek yang cukup memainkan peran dalam kesuksesan pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah investasi.

Tidak bisa dipungkiri bahwa investasi merupakan salah satu indikator yang cukup  penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang notabene Indonesia merupakan negara industri berkembang.

Penulis memiliki alasan kenapa investasi sangat memainkan peranan penting dalam perkembangan perekonomian negara Indonesia. 

Dengan adanya investasi yang ditanamkan di suatu negara khususnya negara berkembang, pastinya itu akan menjadi salah satu pendongkrak perekonomian bagi negara tersebut.
Karena negara berkembang biasanya tidak memiliki dana yang cukup dalam memajukan dunia perindustrian nya.

Maka dari itu peranan para investor lokal maupun asing dalam membantu pemerintah sangat diperlukan.

Dengan adanya investasi akan memili dampak positif terhadap proses produksi dalam bisnis yang semakin giat.

Selain itu juga akan berimbas pada peningkatnya konsumsi rumah tangga negara.
Investasi juga memiliki peranan dalam pemulihan ekonomi serta memiliki korelasi positif terhadap pembangunan infrastruktur negara.

Dengan adanya persaingan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) memberikan dampak positif bagi Indonesia.

Sehingga semakin meningkatnya persaingan investasi, maka semakin banyak pula penyerapan tenaga kerja Indonesia.

Tentunya itu akan semakin mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Dan diharapkan mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.
Lalu bagaimana investasi dapat dikatakan memainkan peranan yang cukup signifikan terhadap pembangunan perekonomian Indonesia.

Harus diketahui bahwa investasi ini memiliki korelasi positif terhadap adanya pembangunan infrastruktur negara Indonesia.

Jika PDB Indonesia naik maka akan mendukung upaya pembangunan dari pemerintah.
Sehingga pemerintah  akan lebih giat membangun infrastruktur guna mendorong dan menarik investor.

Dengan adanya penanaman modal dari para investor ini juga akan menumbuhkan iklim bisnis.
Jadi jika semakin banyak investasi atau penanaman modal yang dilakukan, maka akan semakin banyak juga kemunculan dari bisnis-bisnis baru.

Dan jika dengan banyaknya bisnis yang bermunculan maka akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan juga.

Yang hal itu  secara jelas akan mendukung pertumbuhan daya beli konsumen serta konsumsi rumah tangga.

Selain itu juga ada dari tiga komponen penting yang memainkan peran, yakni konsumsi rumah tangga negara, lalu sektor bisnis untuk investasi, kemudian sektor luar negeri untuk ekspor-impor.
Jadi apabila ada dari salah satu komponen tersebut mengalami penurunan, maka akan memiliki dampak terhadap dua komponen lainnya.
Dan inilah yang membuktikan bahwa peranan investasi dalam pemulihan ekonomi Indonesia, terutama pasca pandemi sangat berpengaruh.

Hasil Implementasi dari Upaya Pemerintah 
Dilansir dari laporan Bank Dunia, berdasarkan kategori Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia menduduki peringkat 72 dari 190 negara.

Jika dilihat dalam rentang waktu ke belakang investasi  tumbuh hampir 6 kali lipat dari tahun 2016 ke 2018.

Yang di mana pada awalnya hanya sebesar 3,92 miliar dollar AS menjadi 23 miliar dollar AS.

Pendapatan nasional atau yang dikenal dengan PDB juga yang meningkat, yang kemudian akan mendukung upaya pembangunan yang akan dilakukan oleh pemerintah.

Jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp 191,9 triliun.
Realisasi investasi di Indonesia selama triwulan II-2021 ini, telah mengalami peningkatan sebesar 16,2%.

Lebih lanjut menurut data yang di publikasikan oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)  menyebutkan investasi pada triwulan II-2021 (April – Juni) yang mencapai Rp 223,0 triliun.

Selain itu, terdapat juga data mengenai realisasi investasi kumulatif sepanjang periode Januari hingga Juni 2021 yang mencapai Rp 442,8 triliun.
Menteri Investasi/Kepala BKPM menuturkan bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hampir menyamai Penanaman Modal Asing (PMA).
Tentunya dengan adanya peningkatan jumlah Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ini memiliki dampak terhadap meningkatnya penyerapan tenaga kerja Indonesia.

Terhitung penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 165.684 orang atau 53,1%,  dari total penyerapan tenaga kerja terjadi.

Sedangkan total capaian dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 117.798 orang yang dihasilkan oleh adanya realisasi PMA.