Dukungan sosial ataupun sosial support menjadi hal yang sangat penting bagi para penderita depresi karena dengan adanya hal ini membuat mereka merasa tidak kesepian. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial dimana pasti membutuhkan orang lain dan keterhubungan batin dengan manusia lain. 

Dukungan sosial mengacu pada hubungan interpersonal melindungi orang dari efek negatif stres. Kepedulian sosial penerimaan dapat membuat orang merasa tenang, diperhatikan, dicintai, membangkitkan rasa percaya diri dan kompeten. 

Dalam hal ini dukungan sosial dapat berpengaruh untuk mengurangi depresi seseorang yang diperkuat adanya pernyataan dari Jhonson (Davison, Neale & Kring2006) yang mengemukakan bahwa dukungan sosial memprediksi pemulihan yang lebih cepat serta berkurangnya simptom-simptom depresi.

Maka tidak ada salahnya untuk kita lebih peka dan tidak bersikap apatis terhadap lingkungan sekitar dengan memberikan dukungan sosial yang positif baik secara hal kecil juga tidak mengapa karena sekecil apapun dukungan yang diberikan bagi penderita depresi sangat berarti untuk mereka. 

Dukungan sosial yang tinggi menjadikan seseorang lebih yakin atau percaya diri dalam menghadapi kehidupannya baik saat ini maupun akan datang.

Dukungan sosial

Dorongan sosial ataupun social support merupakan wujud atensi, penghargaan, semangat, penerimaan, ataupun pertolongan dalam wujud yang lain yang berasal dari orang yang mempunyai ikatan sosial dekat, antara lain orang tua, kerabat, anak, teman, sahabat ataupun orang lain dengan tujuan menolong seorang dikala menghadapi suatu perkara yang rumit maupun sebaliknya. 

Wujud dorongan bisa berbentuk data, tingkah laku tertentu, ataupun juga materi yang bisa menjadikan penerima dorongan merasa disayangi, dihormati dan dihargai. Ketika lingkungan mendukung seseorang, semuanya terasa lebih mudah.  

Dalam islam dukungan sosial disebut dengan tolong menolong (Ta’awun). Tolong menolong sangat dianjurkan dalam agama islam, hal ini mengingatkan bahwa manusia adalah makluk sosial yang diciptaan Allah SWT yang tidak mungkin dapat bertahan hidup sendiri dan pasti membutuhkan bantuan orang lain.

Depresi 

Depresi adalah kondisi emosional yang umumnya ditandai dengan kesedihan yang amat sangat, perasaan tidak berarti dan merasa bersalah, menarik diri dari orang lain, terganggunya pola tidur, kehilangan selera makan, hasrat seksual, serta minat dan kesenangan dalam aktivitas yang biasa dilakukan (Davison, Neale & Kring, 2010). 

Depresi adalah gangguan psikologis, perilaku, dan kesehatan fisik, yang dapat mengurangi kemampuan individu untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sehingga terkadang seseorang yang terkena depresi hilang minat, suka menyalahi diri sendiri, mudah marah dari hal-hal kecil maupun besar, sulit untuk fokus atau konsentrasi,dll.

Dukungan sosial bagi penderita depresi

Dukungan sosial bagi penderita depresi bisa diberikan yang tidak hanya berwujud dorongan moral saja, melainkan dorongan spritual serta dorongan material. 

Tujuan pemberian dorongan ini merupakan turut meringankan beban bagi individu ataupun sekelompok orang yang mengalami permasalahan yang dialami lumayan berat sehingga support sosial sangat besar khasiatnya untuk seorang yang mengalami depresi. 

Terutama berpengaruhnya dorongan sosial yang berasal dari seseorang yang memiliki hubungan emosi sangat mendalam misalnya, orang- orang terdekat, teman, orang yang sangat dipercaya ataupun orang yang sangat dicintai. Support yang diberikan ialah sesuatu dorongan buat mengobarkan semangat hidupnya, menyadarkan kalau masih terdapat orang lain yang hirau, merasa dirinya masih berharga serta berarti untuk orang lain.

Bagi penderita depresi dukungan sosial menjadi hal penting di hidupnya karena dukungan sosial dapat berpengaruh terhadap psikologisnya. Dukungan orang terdekat terkhusus keluarga harus dapat berkontribusi karena bagi penderita depresi dukungan keluarga suatu hal yang sangat dibutuhkan sebagai tempat berkeluh kesah dalam mengalami suatu permasalahan. 

Tidak hanya dari keluarga dukungan sosial dari lingkungan sekitar juga sangat penting untuk membantu mengurangi depresi seseorang karena dengan memperoleh dukungan dari orang lain dapat menciptakan perasaan yang dihargai sehingga individu merasa berpartisipasi dalam hubungan percakapan lingkungan sosialnya.

Dengan semakin tingginya dukungan sosial maka semakin rendahnya tingkat depresi begitupun sebaliknya semakin rendahnya dukungan sosial maka semakin tingginya tingkat depresi. 

Sehingga ketika seseorang mengalami depresi bukan sesuatu yang harus dihindari ketika meminta dukungan sosial, minta dimengerti atau ditemani karena hal ini sangat penting bagi kesembuhan atau perbaikan emosi penderita depresi.


Referensi

Davison, G.C. Neale, J & Kring,A. 2006.Psikologi abnormal. Edisi ke -9.Jakarta: PT raja Grafindo Persada.

Maziyah, F. 2015 Hubungan dukungan sosial dengan tingkat kecemasandalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa Sekolah Tinggi IlmuKesehatan (STIKES) NU Tuban. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, (20). 

Davison, G. C., Neale, J. M., & Kring, A. M. (2010). Psikologi Abnormal. Jakarta: Rajawali Pers.

Assagaf,  Syarifah  Masraini,  Rilla  Sovitriana,  and  Evi  Nilawati.  "Dukungan  Sosial  Dan Penyesuaian  Diri  Pada  Lansia  Di  Panti  Sosial  Jakarta."  IKRA-ITH  HUMANIORA: Jurnal Sosial Dan Humaniora 5.1 (2021): 41