Virus covid-19 menyebabkan pandemi di berbagai belahan dunia hingga sekarang belum usai. Berbagai macam cara telah dilakukan untuk menekan penyebaran virus covid-19.

Mulai dari cara efektif  yang kita kenal dengan 5M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjaga daya tahan tubuh. Hingga pemerintah menerapkan PSBB dan PPKM demi memutus penyebaran covid-19. Berbagai upaya masyarakat dilakukan agar tetap sehat.

Daya tahan tubuh dapat dijaga dengan cara rutin berolahraga, mengonsumsi makanan yang bergizi, dan mengonsumsi suplemen bila perlu. Namun, Sudah cukupkah hanya dengan itu? tentu tidak. Selain dengan upaya di atas, daya tahan tubuh kita juga perlu dukungan dari vaksin.

Vaksin diklaim mampu memberikan perlindungan dengan cara memperkuat daya tahan tubuh manusia. Di Indonesia sendiri, vaksinasi covid-19 sudah banyak dilakukan hingga ke pelosok desa.

Dari sekian banyaknya orang yang telah divaksin, ada beberapa orang yang merasakan efek samping yang tidak baik dari vaksin tersebut. Ada yang mengatakan vaksin membuat demam, pusing, mual, muntah, dan keluhan-keluhan lainnya.

Padahal, gejala tersebut hanya terjadi pada sebagian kecil dari seluruh masyarakat yang menerima vaksin. Gejala tersebut mungkin terjadi karena adanya reaksi dari sistem imun ketika tubuh sedang sakit.

Namun informasi-informasi tersebut dengan mudahnya menyebar secara cepat melalui internet dan media sosial. Informasi-informasi tersebut bisa saja disalahartikan oleh orang yang kurang tahu fakta sebenarnya dari efek samping vaksin tersebut.

Apalagi jika informasi tersebut diambil dan diubah kebenarannya oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang biasanya digunakan untuk membuat sensasi belaka. Ditambah dengan kurangnya menyaring informasi dari para pengguna internet dan media sosial.

Informasi hoaks tersebut pasti akan mempengaruhi pikiran masyarakat tentang keamanan dari vaksin covid-19. Khususnya kepada kalangan masyarakat dengan pemahaman yang rendah.  Lama kelamaan mereka pasti akan merasa takut dari efek samping vaksin covid 19 sehingga memilih untuk menghindarinya.

Apa saja hoaks-hoaks tentang vaksin covid-19 yang beredar di kalangan masyarakat Indonesia? Apakah hoaks-hoaks tersebut berpengaruh terhadap kelancaran vaksinasi di kalangan masyarakat? 

Hoaks-hoaks yang beredar di kalangan masyarakat Indonesia biasanya mereka dapat dari internet dan  media sosial. Bisa dari keluarga dan teman dekat, bahkan orang yang tidak dikenal sekalipun. 

Sebenarnya terdapat ratusan hingga ribuan hoaks yang tersebar tentang vaksin covid 19, Berikut beberapa hoax yang tersebar mengenai vaksin covid-19

1. Vaksin covid-19 menyebabkan mutasi virus baru yang lebih ganas

Hoaks ini muncul karena adanya video YouTube yang mengemukakan bahwa vaksin covid-19 menyebabkan mutasi virus baru yang lebih ganas. Sebenarnya, virus memang dapat bermutasi menjadi varian baru, namun dengan sifatnya yang sama dan tidak semakin ganas.

Selain itu pernyataan mengenai vaksin yang dapat menyebabkan berkembangnya Covid-19 menjadi varian baru adalah tidak benar.

2. Vaksin covid-19 jenis sinovac diperuntukkan untuk ayam, bukan manusia

Berita itu diklaim sebagai berita bohong atau hoaks. Menurut laman covid19.go.id, Vaksin sinovac ditujukan untuk memberi perlindungan pada manusia dari infeksi covid-19.

Tidak ada penggunaan ayam dalam pengembangan vaksin sinovac. Demikian juga, tidak ada publikasi yang menyebutkan bahwa ayam-ayam mati setelah divaksin sinovac. Indonesia bukan negara satu-satunya yang menggunakan vaksin sinovac. Negaa Chili, Brazil, dan Turki juga menggunakan vaksin sinovac 

3. Vaksin covid-19 menyebabkan kemandulan

Sebenarnya informasi ini tidak diketahui sumber jelasnya. Namun, menurut pakar di Johns Hopkins Medicine, vaksin covid-19 tidak akan memengaruhi kesuburan. Hal yang benar adalah vaksin covid-19 akan mendorong tubuh dalam membuat salinan spike protein yang ditemukan pada permukaan virus corona.

Pembuatan salinan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus yang memiliki spike protein spesifik di dalamnya.

4. Vaksin covid-19 mengandung Microchip Magnetis

Berita bohong ini pertama kali muncul saat seseorang mengunggah video yang memperlihatkan uang koin yang menempel pada lengan bekas suntikan vaksinasi covid-19.

Dalam video tersebut seolah-olah memperlihatkan bahwa koin tersebut menempel pada lengan seseorang yang baru saja mendapatkan vaksinasi dikarenakan adanya tarikan magnet yang kuat dari vaksin tersebut.

Padahal, bisa saja koin itu menempel karena keringat di lengan orang tersebut. Dalam hal ini, informasi tersebut jelas termasuk hoaks dan masyarakat diminta untuk tidak usah menghawatirkan hal tersebut.

5. Vaksin covid-19 dapat mengubah DNA seseorang

Informasi ini tidaklah benar, karena vaksin berisi virus yang sudah mati sehingga tidak dapat beroperasi apalagi masuk ke dalam sel. Memang ada jenis vaksin yang diproduksi menggunakan mRNA virus, tetapi kinerjanya tidak sampai menembus sel ini dan mengusik DNA pada tubuh.

Adapun itu, vaksin hanya ada di sekitar sel, tidak sampai menembus masuk. Jadi, masyarakat diminta untuk tidak perlu menghawatirkan lagi hoaks tersebut.

Nah, setelah diketahui beberapa hoaks yang beredar di kalangan masyarakat, sepertinya hoaks-hoaks tersebut menyebabkan ketakutan tersendiri di pikiran masyarakat Indonesia.

Masyarakat yang mempercayai hoaks tersebut biasanya akan menyebarluaskan berita tersebut melalui media sosial yang mereka punya, kepada keluarga, saudara, teman, dan lain sebagainya. Dari informasi hoaks tersebut nantinya akan memunculkan rasa takut dan enggan menerima vaksinasi covid 19.

Dari banyaknya hoaks yang tersebar, hal apa saja yang dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya salah paham tentang vaksin covid 19. 

Pertama, pastikan informasi yang kamu terima berasal dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kedua, jangan terpengaruh pada judul berita, kita tetap harus membaca berita tersebut sampai akhir. Karena biasanya para pembuat berita akan menggunakan judul yang menarik perhatian pembacanya. Kurangnya minat literasi pada pembaca menyebabkan munculnya salah paham.

Ketigaselalu memastikan informasi yang kalian terima itu benar dan terpercaya sebelum kalian menyebar luaskan melalui media sosial yang kalian punya.

Keempat,  jangan mudah percaya dengan gambar atau video yang beredar di media sosial, tetap saring sebelum sharing. 

Kelima, kalian bisa memantau laman google resmi covid-19 di Google, harus dipastikan laman tersebut resmi ya.

Dengan upaya tersebut, diharapkan masyarakat akan lebih terjaga dari banyaknya berita hoaks yang beredar dan terjaga dari munculnya rasa takut akan vaksin covid-19. Untuk itu, jangan mudah terpengaruh dengan berita, pastikan informasi dari sumber terpercaya.