Tulisan ini saya tulis bukan untuk pamer ke para pembaca. Tulisan ini saya buat karena saat ini saya sedang merasa mentok dengan cara berpikir saya. Mungkin karena akhir-akhir ini saya sudah lama tidak membaca, berdiskusi, dan menulis. Sehingga saya merasa bahwa saya sedang berada di situasi yang sangat bodoh. 

Makanya agar rasa kementokan saya ini semakin berkurang, akhirnya saya memutuskan untuk menulis tulisan yang sebenarnya ngga penting-penting amat. Tidak seperti tulisan isu-isu perempuan yang tahun lalu pernah saya tulis. 

Oh iya, satu lagi. Tulisan ini bukanlah tips untuk mendapatkan giveaway, ya. Karena sejujurnya saya sendiri juga tidak tahu bagaimana caranya supaya kita memenangkan giveaway. Karena menurut saya, memenangkan giveaway adalah sebuah kebejoan yang sangat amat amazed. 

Saya termasuk orang yang sangat aktif di media sosial. Namun dari banyaknya media sosial yang ada, saya hanya mengurus dua akun yang memiliki karakteristik yang berbeda, yaitu instagram dan twitter. 

Dari dua akun itu, yang paling saya suka adalah twitter. Ada banyak hal yang saya suka di twitter. Mulai dari jokes-nya yang selalu mengocok perut saya (padahal sebenarnya sangat receh sekali jokes-nya), berbagai pendapat netizen yang bisa buat saya semakin berpikir keras, hingga saya juga beberapa kali mendapatkan giveaway dari situ. Lo, kok bisa beberapa kali mendapatkan giveaway? Nah begini ceritanya. Baca sampai akhir ya. Karena nomor 3 akan membuat kamu tercengang! 

Giveaway yang sering saya dapatkan berasal dari akun-akun badminton. Walaupun mungkin penggemarnya tidak sebanyak penggemar sepak bola, drakor, dan k-pop, namun penggemar badminton Indonesia inilah yang paling loyal di dunia. Makanya akun fanbase badminton-nya juga banyak. 

Berikut adalah tiga pengalaman saya yang pernah mendapatkan giveaway. 

1. Memenangkan Tiket Gratis Indonesia Open 2015.
Saya sempat kaget ketika akun saya di-tag oleh akun @DjarumBadminton. Bagaimana tidak, tiba-tiba saya mendapatkan cuitan dari adminnya bahwa saya adalah salah satu orang yang beruntung mendapatkan tiket gratis itu.

Untuk mendapatkan hadiah ini, saya juga agak lupa karena kejadiannya sudah berlangsung tujuh tahun silam. Apalagi twit saya yang terdahulu sudah banyak yang saya hapus. Namun, dari perkiraan saya, sepertinya saya berhasil membuat kalimat rayuan dengan #RayuanSuper #EaaForIndonesia.

Mendapat kabar gembira tersebut, asa saya untuk menonton pertandingan badminton dunia secara langsung di Istora, Jakarta semakin terbuka lebar dengan adanya hadiah ini. Impian saya untuk bertemu Liliyana Natsir dkk semakin nyata. Karena saya mendapatkan dua tiket gratis, saya langsung menghubungi teman saya untuk menonton bareng. 

Saat diberi tawaran itu, teman saya langsung mengiyakan. Padahal dirinya bukanlah penggemar badminton. Saya tidak tahu persis apa alasan dia mengiyakan tawaran saya itu. Namun berbeda dengan saya yang justru menolak giveaway itu. 

Sebenarnya, alasannya klasik, soal biaya. Maklum saat itu saya belum berpenghasilan. Apalagi saya tinggal di daerah yang jauh dari Ibu Kota. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak deg-degan di tribun Istora.

FYI, username akun twitter saya sudah diganti ya. Makanya kata @14azizah_ sudah tidak biru dan tidak bisa diklik juga, hehehe. 

https://twitter.com/DjarumBadminton/status/603835817476362240?t=aBnf9cF-FpPoImsPzMm-ig&s=19

2. Mendapatkan Jersey Orisinal Victor yang Bertandang Tangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada tahun 2015
Siapa yang tidak kenal Owi/Butet? Juara Dunia 2013 dan 2017 serta Peraih Medali Emas Olimpiade 2016 itu adalah ikon ganda campuran Indonesia. Karenanya saya mengidolakan mereka hingga saat ini. 

Cerita mendapatkan jersey itu berawal dari keisengan saya saat bermain media sosial. Karena tidak tahu apa lagi yang harus saya lakukan, akhirnya saya berselancar di website PBSI. Dulu alamat website-nya badmintonindonesia.org . Untuk sekarang alamat website-nya adalah pbsi.id.

Saat itu website PBSI sering menggalar kuis dengan hadiah raket badminton, jersey, hingga sepatu. Hadiah tersebut juga dibubuhi tanda tangan para atlet yang dulu masih menjadi sponsornya. 

Karena saat itu saya sering sekali mengisi kuis tersebut, akhirnya akun twitter PBSI, @INABadminton, mengumumkan bahwa sayalah pemenang kuis itu. Sampai saat ini, saya tidak  bisa mendeskripsikan rasa senang saya secara detail. Intinya ya saya bangga mendapatkan tanda tangan dari sang juara dunia terlebih mereka adalah idola saya. 

Belum pernah foto bareng dan menonton pertandingannya di Istora, namun mendapatkan jersey yang dibubuhi tanda tangan mereka rasanya senang bukan kepalang. Apalagi jersey orisinal Victor itu harganya tidak murah. Terima kasih, ya, PBSI dan Owi/Butet :)) 

https://twitter.com/INABadminton/status/607750550474530817?t=HdKETpoidQLC0O49yH7ziw&s=19

3. Mendapatkan Handphone Xiaomi Redmi 9A dari Badmintalk dan Blibli saat Olimpiade Tokyo 2020.
Saat Olimpiade berlangsung mood saya langsung naik 1000℅. Walaupun sebenarnya mengikuti Olimpiade juga bikin saya hampir gila, mungkin karena saking senengnya. Bagaimana tidak, sebelum pesta olahraga dunia berlangsung, kita sedang dirundung masalah. 

Adanya lonjakan kasus Covid-19, banyak orang di sekitar kita yang tiba-tiba meninggal hingga kebijakan PPKM yang rasanya tak menyelesaikan masalah membuat pikiran kita semakin runyam. Dengan adanya gelaran akbar Olimpiade Tokyo 2020 tersebut, untuk saya pribadi, ini adalah angin segar di tengah peliknya  problem pandemi. 

Banyak kejutan yang terjadi di Olimpiade Tokyo 2020. Contohnya tumbangnya The Minions di babak perempat final, kalahnya unggulan satu ganda putri Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota di fase grup, hingga Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang berhasil meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Kejutan yang tak sangat terduga juga saya alami. Kala itu, akun twitter @BadmintonTalk dan @bliblidotcom mengadakan kuis tebak skor set pertama untuk pertandingan antara Anthony Sinisuka Ginting vs Andres Antonsen di babak perempat final Olimpiade Tokyo 2020. Saat itu, entah kenapa tangan saya menuliskan 21-18 untuk kemenangan Ginting. 

Ketika pertandingan tengah berlangsung, benar saja Ginting menang melawan Antonsen di set pertama. Skor yang dimenangkan oleh Ginting juga sama dengan skor hasil tebakkan saya. Namun saat itu, saya lebih senang Ginting memenangkan pertandingan akbar tersebut ketimbang kebenaran hasil skor saya. 

Ya, bagaimana? Menurut saya memenangkan kuis yang digelar oleh BadmintonTalk itu sangat sulit. Followers-nya juga sudah lebih dari 500k. Jadi, sebenarnya, saya pesimis, eh, berpikir realistis untuk memenangkan kuis tersebut. Hanya saja saya sedikit ada rasa bangga ketika skor yang saya tebak betul.

Selang beberapa hari kemudian, tiba-tiba @BadmintonTalk berkicau bahwa saya adalah pemenang kuis tersebut. Wah, rasa sangat senang sekali ketika tahu pengumuman tersebut. Maklum, saya sedang sangat butuh handphone. Apalagi sebelum mendapatkan handphone ini, saya menggunakan handphone yang kekuatan sinyalnya hanya 3G.

Lebih senangnya lagi, uang tabungan yang saya rencanakan untuk membeli handphone masih aman dalam waktu dekat itu. Hanya kegores sedikit aja untuk biaya ongkos kirim dan asuransi handphone. Itu pun menurut saya tidak perlu dirisaukan. Toh, kapan lagi mendapatkan handphone seharga Rp72.000? Dengan handphone itu pula saya menulis tulisan ini. 

https://twitter.com/BadmintonTalk/status/1421672266727710722?t=vrU1LVmoCtIxOKyzTsVppA&s=19

Selain tiga pengalaman tersebut, saya juga pernah mendapatkan pulsa senilai Rp25.000 dari salah satu online shop badminton, @lifeforliveshop. Tak ketinggalan saya juga mendapatkan lukisan Greys/Apri serta gantungan kunci Jonathan Christie dari akun fanbase badminton @INA_Bminton. Kalo menurut saya sih, saya bisa berkali-kali mendapatkan giveaway berkat rasa cinta saya terhadap badminton.