Konsep keluarga ideal yang penuh dengan sakinah (tentram dan damai), mawaddah (cinta kasih) dan rahmah (kasih sayang) atau biasa disebut keluarga samara digambarkan Islam sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasulullah SAW yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis.

Selain menjalani kehidupan rumah tangga yang dilandasi nilai-nilai agama juga menerapkan akhlakul karimah dalam kehidupan rumah tangga yang memiliki tujuan mulia, yakni untuk mendapatkan rahmat dan ridha Allah SWT, sehingga diharapkan dapat hidup bahagia di dunia dan lebih-lebih di akhirat.

Keluarga sangatlah penting, karena keluarga memberikan rasa cinta dan kasih, memberikan rasa aman, dan dukungan dari masing-masing anggota keluarga di dalamnya. Keluarga merupakan tempat berbagi kebahagiaan dan kesedihan yang saling mengajari satu sama lain. Selain itu, keluarga menyediakan fasilitas bagi tumbuh kembang anak.

Dengan adanya keberhasilan dalam pembentukan keluarga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan lahir dan batin, melaksanakan hak dan kewajiban masing-masing dan mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah yang muncul dalam keluarga dengan harapan dapat tercipta suasana kehidupan yang harmonis dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara sehingga dapat melahirkan generasi atau keturunan yang sholeh dan sholehah.

Agama dan keluarga merupakan instrumen penting dalam membangun kehidupan agar lebih bermakna dan bahagia. Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam banyak menceritakan tentang kisah-kisah sukses keluarga yang mampu mendidik anak-anaknya menjadi generasi-generasi yang tangguh, unggul, dan sholeh.

Seperti kisah Nabi Ibrahim AS yang sukses membina keluarganya sehingga anak keturunannya semuanya diangkat menjadi nabi dan rasul. Al-Qur’an mengabadikan keluarga Imran menjadi nama surat dalam Al-Qur’an, yakni surat Ali-‘Imran (keluarga Imran), karena keluarga ini sudah menunaikan janjinya untuk mengajari putrinya (Maryam) dengan pendidikan agama di bawah asuhan Nabi Zakaria AS yang dari wanita suci Maryam ini lahirlah seorang rasul, yakni Nabi Isa AS.

Al-Quran juga mengabadikan keluarga Luqman Al-Hakim yang bukan nabi dan rasul menjadi surat Luqman, sebab ia telah berhasil mendidik anaknya dan meletakkan dasar-dasar pengajaran agama dalam keluarga untuk mempersiapkan generasi-generasi yang sholeh.

Dari kisah-kisah di atas, dapat kita pahami bahwa nilai spiritual menjadi tonggak utama keberhasilan dan kesuksesan dalam membentuk keluarga dan melahirkan generasi yang berkualitas. Pelaksanaan pendidikan Islam dalam keluarga merupakan sesuatu yang sangat penting, karena sekolah hanya mampu memberikan pengetahuan tentang agama (keimanan) kepada anak tetapi kurang mampu membentuk kepribadiannya secara utuh.

Oleh karenanya, peran orang tua untuk mendidik memberikan ruang dan waktu untuk diri dan anak-anaknya belajar dan mengembangkan potensi dalam diri dengan menekankan pada aspek pendidikan keimanan, akidah dan akhlak sangatlah penting. Ibaratnya agama merupakan benteng diri dari segala macam perbuatan baik buruk. Kekuatan iman mampu membuat perkara yang mustahil dan tidak dapat dicerna akal manusia menjadi sangat riil di hadapan mata hati.  

Orang tua dalam membentuk kepribadian anak memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter. Karena hakikatnya anak akan melihat dan meniru apa yang biasanya kedua orang tuanya lakukan. Dengan kata lain orang tua merupakan panutan yang akan dicontoh anak.

Pendidikan agama yang ditanamkan sejak dini bahkan sebelum lahir akan membentuk anak menjadi pribadi yang dewasa dan mandiri dalam kehidupan sehingga diharapkan akan mudah meraih kebahagiaan dan kesuksesan dunia lebih-lebih pada kehidupan akhirat.

Melalui pendidikan keimanan, ibadah dan akhlak yang baik antara orangtua dan anak melahirkan anggota keluarga yang saling menyayangi dan tolong menolong dalam keluarga, saling mencintai dan menasehati dalam keluarga, melahirkan kesadaran anggota keluarga untuk melaksanakan hak dan kewajiban masing-masing dan berprinsip bahwa segala sesuatu pekerjaan yang baik menurut syariat Islam adalah bernilai ibadah.

Kemudian lebih penting dari itu, melahirkan anggota keluarga yang taat melaksanakan ibadah kepada Allah SWT dan melaksanakan kewajiban, baik yang berhubungan dengan manusia, alam sekitar maupun yang berhubungan dengan sang pencipta sebagai tempat makhluk beribadah.

Islam sangat menekankan pendidikan agama dalam keluarga. Karena keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama dalam mempersiapkan generasi-generasi terbaik bangsa. Sementara agama menjadi fondasi dan bekal utama bagi generasi muda dalam mengarungi kehidupan yang penuh dinamika.

Pentingnya pendidikan keluarga dalam pembentukan keluarga bertujuan untuk menegakkan dan memelihara hubungan yang baik dan benar antara anggota keluarga. Memberikan pemahaman tentang keagamaan, nilai-nilai pendidikan dan etika akan mempengaruhi kehidupan anggota keluarga terlebih anak ke depannya.

Dengan pendidikan keluarga yang tepat diharapkan dapat terwujudnya keluarga yang ideal menurut Islam dengan mengamalkan ajaran-ajaran Islam dan menjadikan lingkungan keluarga sebagai pembentukan pendidikan dasar pertama.

Dengan begitu, keluarga samara akan tercapai sesuai dengan apa yang menjadi konsep Islam, jika masyarakat sadar dan ikhlas kembali kepada syari’at Islam yang sebenarnya dan merealisasikan dalam berbagai hal yang menyangkut pernikahan dan pembentukan keluarga dalam kehidupan.